Cakrawala News – 30 Oktober 2026 | Pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik di Indonesia kembali menjadi perhatian seiring sejumlah perkembangan terbaru, mulai dari peluncuran motor listrik pintar OMOWAY OMO-X, hibah enam unit fasilitas pengisian daya dari Pemerintah Korea Selatan untuk Bali, hingga rencana pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dan Antam. Perkembangan ini menunjukkan ekosistem kendaraan listrik nasional tidak lagi hanya soal kendaraan, tetapi juga infrastruktur pengisian daya dan rantai pasok baterai.
Motor listrik OMOWAY OMO-X resmi hadir di Indonesia dengan harga on the road mulai Rp46,9 juta. Kendaraan ini mengandalkan arsitektur teknologi OMO-ROBOT yang dirancang untuk menghadirkan mobilitas modern dengan menekankan kecerdasan, keamanan, dan efisiensi energi. OMO-X diklaim mampu menempuh jarak hingga 260 kilometer, dilengkapi sistem penyeimbang mandiri, serta kokpit pintar dengan layar sentuh 10,25 inci.
Dari sisi pengisian daya, OMOWAY menyediakan beberapa pilihan. Melalui stasiun pengisian khusus OMOWAY, pengisian dari 10 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Pengguna juga dapat memakai alat pengisi daya portabel yang disertakan, dengan waktu pengisian sekitar dua jam untuk baterai dari 0 persen hingga 80 persen. Konektivitas melalui aplikasi turut ditawarkan untuk mendukung kenyamanan berkendara.
Soal daya jelajah, berdasarkan pengujian pada kecepatan konstan 30 km/jam, varian baterai standar mampu menempuh hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian penuh, sedangkan varian Long-Range mencapai 260 kilometer. Pengujian dengan standar industri WMTC RS1 mencatat jarak tempuh hingga 210 kilometer.
Bali Terima Hibah Bus Listrik dan Fasilitas Pengisian Daya
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali menerima hibah 11 unit bus listrik dan enam unit infrastruktur pengisian daya dari Pemerintah Republik Korea pada Kamis, 22 Oktober 2026. Hibah tersebut merupakan bagian dari Proyek Bali E-Mobility yang melibatkan Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan, Kementerian PPN/Bappenas, serta Global Green Growth Institute (GGGI).
Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan charging station hibah tersebut di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, Denpasar. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian nyata dari percepatan penerapan energi bersih di sektor transportasi, sejalan dengan kebijakan Bali Energi Bersih.
Koster menyebut hasil studi menunjukkan sekitar 90 persen lebih polusi udara di Bali bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Karena itu, ia menegaskan kebijakan energi bersih akan dipercepat. Bus listrik yang dihibahkan telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.
Sehari setelah peluncuran, Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat, 23 Oktober 2026. Pertemuan membahas penguatan kerja sama di sektor energi bersih, kendaraan listrik, teknologi digital, kota cerdas, industri kreatif, pengelolaan lingkungan, hingga keamanan pariwisata.
Koster menyatakan ingin mengembangkan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dengan melibatkan pihak ketiga agar tidak membebani pengguna. Ia berharap Korea Selatan dapat mendukung program tersebut melalui kerja sama teknologi, investasi, dan penyediaan infrastruktur pendukung, khususnya fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Produksi
Perkembangan infrastruktur pengisian daya juga berjalan seiring penguatan rantai pasok baterai. Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia untuk membahas percepatan program listrik desa dan perkembangan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dengan Antam.
Bahlil mengatakan pabrik tersebut telah memasuki tahap produksi dan akan diresmikan dalam waktu dekat. Pabrik itu sebelumnya menjalani peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo sekitar setahun lalu. Menurut Bahlil, fasilitas tersebut menambah jajaran pabrik baterai kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia, bersama pabrik milik Hyundai dan pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari Republik Rakyat Tiongkok.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil melaporkan hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia belum memiliki akses listrik. Pemerintah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Antisipasi Limbah Baterai di Jakarta
Pertumbuhan kendaraan listrik juga memunculkan perhatian terhadap pengelolaan limbah baterai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dasar kebijakan untuk mengantisipasi risiko pencemaran dari limbah baterai kendaraan listrik, sekaligus mendorong pemanfaatan kembali material berharga di dalamnya.
Kebijakan itu disiapkan melalui kajian pengelolaan limbah baterai bersama Lembaga Sains Terapan Universitas Indonesia. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi menyatakan perkembangan kendaraan listrik perlu diikuti sistem pengelolaan limbah yang aman dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLH DKI Jakarta Dedy Setiono menyebut Jakarta merupakan salah satu pusat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Pada 2023, jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Jakarta tercatat 55.240 unit atau sekitar 68 persen dari total nasional. Menurut data Kementerian Perindustrian, populasi kendaraan listrik berbasis baterai hingga Agustus 2026 mencapai 541.678 unit, meningkat 134.762 unit dibandingkan 2025 yang tercatat 406.916 unit.
Dengan demikian, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik yang memadai menjadi salah satu kunci adopsi kendaraan listrik. Namun, pertumbuhan kendaraan juga menuntut kesiapan pengelolaan limbah baterai dan penguatan rantai pasok domestik. Perhatian publik ke depan akan tertuju pada realisasi peresmian pabrik baterai CATL-Antam, operasional fasilitas pengisian daya hibah di Bali, serta kejelasan kebijakan pengelolaan limbah baterai di Jakarta.












