Sosial  

Sudah Tak Halal, Wardatina Mawa Beri Pengertian soal Perceraian kepada Sang Anak

Sudah Tak Halal, Wardatina Mawa Beri Pengertian soal Perceraian kepada Sang Anak
Sudah Tak Halal, Wardatina Mawa Beri Pengertian soal Perceraian kepada Sang Anak

Cakrawala News – 08 November 2026 | Sudah tak halal, Wardatina Mawa beri pengertian tentang fakta perceraiannya pada sang anak, Afnan, secara perlahan. Perempuan yang akrab disapa Mawa itu memilih menjelaskan kondisi rumah tangganya kepada putranya yang baru berusia enam tahun dengan cara yang menenangkan, termasuk memberi pemahaman bahwa ayahnya, Insanul Fahmi, kini memiliki pasangan lain.

Langkah tersebut diambil Mawa agar Afnan dapat memahami perubahan dalam keluarganya tanpa menyimpan luka atau tumbuh membenci salah satu orang tuanya. Ia menyadari persoalan perpisahan bukan hal mudah dimengerti oleh anak seusia Afnan, sehingga penjelasan disampaikan bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan sang anak.

“Aku udah kasih perhatian sama anak udah sounding bahwasanya ayahnya tuh punya pasangan (lain) gitu,” ungkap Mawa, dikutip dari tayangan program TV yang dibagikannya melalui Instagram pada Rabu (4/11/2026).

Menurut Mawa, Afnan perlu mengetahui kondisi keluarganya langsung dari ibunya, bukan dari orang lain atau pemberitaan yang beredar di media sosial. Ia ingin informasi mengenai perceraian dan kehidupan baru mantan suaminya tidak sampai ke telinga anak melalui jalur yang salah.

Pengalaman Pahit yang Mendorong Mawa Bicara

Keputusan Mawa untuk lebih dulu berbicara kepada Afnan ternyata dipengaruhi pengalaman yang membuatnya merasa terpukul. Ia mengaku pernah mendapati ada orang yang memperlihatkan pemberitaan mengenai persoalan rumah tangganya kepada sang anak melalui ponsel.

Momen tersebut membuat Mawa sedih karena Afnan masih terlalu kecil untuk memahami berbagai informasi yang beredar. Ia pun menilai seharusnya anak tidak dilibatkan dalam perbincangan atau pemberitaan mengenai masalah orang tuanya.

“Karena kemaren itu dia pernah sekilas seliweran, aku tuh sedihnya gitu kak kadang ada orang-orang ya yang memberikan hp terus ngasih unjuk anak aku sumpah itu aku sedih banget,” tuturnya.

Di tengah situasi tersebut, Mawa berusaha memastikan Afnan tidak tumbuh dengan pemahaman keliru mengenai perpisahan orang tuanya. Ia ingin putranya mengerti bahwa hubungan orang tua yang berubah bukan berarti kasih sayang mereka kepada anak juga harus berakhir.

“Karena kan maaf ya di luar sana pasti ada aja kan berita dan buat anak aku itu bertanya-tanya. Jadi sedikit banyaknya aku akan memberikan kata-kata yang membuat anak aku tuh jangan sampai trauma dan jangan sampai dia membenci orang tuanya,” jelasnya.

Nafkah Anak dan Putusan Pengadilan

Persoalan perceraian Mawa dan Insanul Fahmi juga menyangkut kewajiban nafkah anak. Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, menjelaskan bahwa angka Rp 3 juta yang tercantum dalam putusan pengadilan hanya diperuntukkan sebagai nafkah anak di luar biaya pendidikan dan sekolah. Nominal tersebut juga akan mengalami kenaikan sebesar 10 persen setiap tahunnya.

“Kalau dilihat dari apa yang sudah diputus oleh majelis hakim, itu nilainya 3 juta ya per bulan, untuk di luar daripada biaya pendidikan, sekolah, dan lain-lain. Tentunya ini nafkah buat anak ya. Yang artinya nilainya tuh akan naik 10% setiap tahun tuh,” kata Tommy dalam wawancara daring, Jumat (11/7/2026).

Menurut Tommy, putusan itu merupakan hasil penilaian hakim terhadap seluruh fakta dan bukti yang diajukan selama persidangan, termasuk kemampuan ekonomi Insanul Fahmi. Ia menilai besaran nafkah yang diputuskan telah disesuaikan dengan kemampuan kliennya, dan menetapkan nominal terlalu tinggi justru tidak efektif jika pada akhirnya tidak mampu dipenuhi.

“Kalau dibesarkan tapi tidak bisa memenuhi, mendingan hakim itu memutuskan dengan skala yang sesuai dengan apa yang bisa dilakukan oleh pihaknya Insanul,” ujarnya.

Saat disinggung soal isu bahwa Insanul disebut memberikan nafkah di bawah angka yang diputuskan pengadilan, Tommy enggan memperpanjang polemik. Ia berharap kedua belah pihak membangun komunikasi yang baik demi kepentingan anak.

Mawa Akui Nafkah Belum Lancar

Dari sisi Mawa, ia mengakui nafkah anak dari Insanul Fahmi belum berjalan lancar. Meski demikian, ia memilih tidak menuntut dan melihat seberapa besar usaha mantan suaminya dalam memenuhi kebutuhan anak.

“Gak lancar, tapi yaudah. Ya itulah salah satu bentuk ikhtiarnya dia mungkin. Ikhtiarnya dia untuk survive. Dia survive, aku juga survive,” kata Mawa di Bogor, Jawa Barat.

Mawa menilai setiap manusia pasti mendapat ujian, dan kondisi yang dialami Insanul saat ini bisa menjadi bagian dari proses introspeksi diri. Saat ditanya soal kabar Insanul yang disebut menyesali apa yang terjadi, Mawa menyebut tidak ada lagi yang perlu disesali.

“Semua terlambat. Gak ada yang harus disesali, yang ada yang harus introspeksi diri aja. Kita sama-sama saling introspeksi diri,” ujarnya.

Ia mengaku terus bekerja keras memenuhi kebutuhan anak dan bersyukur masih diberikan rezeki. Mawa meyakini setiap anak telah memiliki rezekinya masing-masing, sehingga ia memilih terus berusaha tanpa bergantung pada pemberian mantan suaminya.

Langkah Mawa menjelaskan perceraian kepada Afnan secara bertahap menunjukkan upaya melindungi anak dari dampak konflik orang tua. Persoalan nafkah yang masih menjadi polemik di antara kedua pihak pun menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama agar hak dan kebutuhan anak tetap terpenuhi di tengah perpisahan kedua orang tuanya.

Exit mobile version