Target Harga Saham BRMS Dipangkas KB Valbury, Rekomendasi Beli Tetap Dipertahankan

Target Harga Saham BRMS Dipangkas KB Valbury, Rekomendasi Beli Tetap Dipertahankan
Target Harga Saham BRMS Dipangkas KB Valbury, Rekomendasi Beli Tetap Dipertahankan

Cakrawala News – 02 November 2026 | Target harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dipangkas oleh KB Valbury Sekuritas dari Rp 750 menjadi Rp 580 per saham. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring revisi proyeksi laba bersih perseroan pada 2026, meskipun kinerja operasional pada kuartal III-2026 tercatat membaik secara signifikan.

Meski menurunkan target, analis KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana, tetap merekomendasikan beli saham BRMS. Riset tersebut dikutip pada Minggu, 1 November 2026, atau sehari setelah laporan kinerja kuartal III-2026 perseroan menjadi sorotan pasar.

Menurut Ashalia, ada tiga katalis utama yang berpotensi menopang kinerja BRMS ke depan, yakni peningkatan kadar emas dalam bijih, ekspansi kapasitas fasilitas pengolahan, serta dimulainya produksi tambang bawah tanah pada semester II-2027.

Ketiga faktor itu disebut menjadi penopang prospek pertumbuhan BRMS di tengah penyesuaian target harga saham dan proyeksi laba bersih 2026.

Kinerja Kuartal III-2026 Melonjak

Dari sisi operasional, BRMS membukukan pendapatan sebesar US$ 71,8 juta pada kuartal III-2026, melonjak 172,8% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/qoq). Pertumbuhan ini terutama ditopang kenaikan penjualan emas sebesar 165,8% secara kuartalan.

Selain peningkatan volume penjualan, perbaikan kadar emas dalam bijih (ore grade) turut mendukung kinerja perseroan. Kadar emas meningkat menjadi 1,94 gram per ton (g/t) dari 0,9 gram per ton pada kuartal II-2026.

Perbaikan operasional tersebut membawa BRMS kembali mencatatkan laba bersih sebesar US$ 11 juta pada kuartal III-2026. Pada kuartal sebelumnya, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar US$ 4,6 juta.

Kendati demikian, Ashalia menilai kinerja kumulatif BRMS belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2026 tercatat US$ 23,9 juta, turun 36,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Proyeksi Laba 2027 Masih Menjanjikan

Sejalan dengan realisasi laba yang berada di bawah perkiraan, KB Valbury Sekuritas menurunkan proyeksi laba bersih BRMS untuk tahun 2026 menjadi US$ 48,6 juta.

Namun, prospek pertumbuhan laba pada 2027 masih dinilai menjanjikan. KB Valbury memperkirakan laba bersih BRMS mencapai US$ 97 juta atau tumbuh 95,2% secara tahunan.

Revisi terhadap target harga saham BRMS menjadi bagian dari gelombang penyesuaian valuasi yang dilakukan sejumlah sekuritas terhadap emiten di pasar modal Indonesia. Beberapa emiten lain, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), juga mendapat target harga baru dari analis masing-masing.

Kiwoom Sekuritas Indonesia, misalnya, menurunkan target harga 12 bulan saham BMRI dari sebelumnya Rp 5.400, meski mempertahankan rekomendasi beli. Target baru tersebut mencerminkan potensi kenaikan sebesar 29% dari posisi harga terakhir di Rp 3.720.

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas juga menurunkan target harga saham GOTO dari sebelumnya Rp 61 setelah perseroan membukukan laba bersih tiga kuartal berturut-turut. Laba bersih GOTO pada kuartal III-2026 meningkat 46,8% secara kuartalan menjadi Rp 557 miliar.

Tekanan Pasar yang Lebih Luas

Penyesuaian target harga saham terjadi di tengah tekanan yang melanda pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 7,03% dalam sepekan hingga 30 Oktober 2026, ditutup pada level 5.057,05 dari posisi pekan sebelumnya 5.439,25.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut menyusut 7,52% menjadi Rp 8.862 triliun dari Rp 9.583 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian turun 29,49% menjadi Rp 14,33 triliun, sedangkan rata-rata frekuensi transaksi terkoreksi 20,99% menjadi 1,54 juta kali transaksi.

Seluruh sektor saham tertekan selama periode tersebut. Sektor infrastruktur mencatat koreksi terbesar, yakni 13,04%, diikuti sektor basic material yang susut 12,23% dan sektor energi yang turun 10,75%.

Arus dana asing juga tercatat keluar. Investor asing membukukan nilai jual bersih Rp 138,71 miliar pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, sehingga akumulasi aksi jual bersih sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 97,921 triliun, menurut keterangan Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita.

Di sisi lain, BEI mulai memberlakukan penyesuaian metodologi indeks. Mulai 2 November 2026, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi diperhitungkan dalam perhitungan IHSG. Langkah ini bertujuan memperbaiki transparansi struktur kepemilikan saham dan meningkatkan kredibilitas pengukuran free float.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan, berdasarkan hasil uji historis atau backtest, penghapusan saham HSC dari perhitungan indeks tidak akan menyebabkan lonjakan pergerakan indeks. Bobot saham HSC yang dikeluarkan akan didistribusikan kembali kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG.

Bagi investor, kombinasi antara revisi proyeksi laba dan tekanan pasar membuat target harga saham BRMS perlu dicermati bersama risikonya. Rekomendasi beli yang dipertahankan KB Valbury menunjukkan keyakinan terhadap perbaikan operasional perseroan, tetapi realisasi laba kumulatif yang masih di bawah ekspektasi menjadi pengingat bahwa prospek pertumbuhan emiten ini tetap bergantung pada konsistensi produksi dan kadar emas dalam bijih.

Ke depan, pasar akan menantikan kelanjutan ekspansi kapasitas pengolahan serta persiapan produksi tambang bawah tanah yang dijadwalkan pada semester II-2027. Kedua faktor itu menjadi penentu apakah target laba bersih US$ 97 juta pada 2027 dapat tercapai di tengah kondisi pasar saham yang masih bergejolak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *