Cakrawala News – 17 September 2026 | Tekad putri peraih medali emas SEA Games menjajal audisi umum PB Djarum 2026 menjadi sorotan pada gelaran audisi tahun ini. Syarifah Adshila Nugroho, putri dari mantan atlet bulu tangkis Anneke Feinya Agustine, kembali menempuh jalur audisi demi mewujudkan cita-citanya bergabung dengan klub bulu tangkis PB Djarum. Keikutsertaan ini merupakan yang kedua baginya, sekaligus menjadi kesempatan terakhir karena usianya kini telah menginjak 12 tahun.
Anneke Feinya Agustine sendiri merupakan peraih medali emas SEA Games 2011. Ia pernah mengenyam pendidikan di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) pada kurun waktu 2009 hingga 2013. Latar belakang sang ibu sebagai atlet berprestasi membuat perjalanan Adshila di dunia bulu tangkis menarik untuk dicermati, terutama karena ia harus menempuh seleksi terbuka seperti peserta lain.
Pada Audisi Umum PB Djarum 2025, Adshila sudah menembus tahap karantina. Selama empat pekan ia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan PB Djarum. Meski demikian, setelah menjalani karantina, ia belum berhasil memperkuat PB Djarum. Kegagalan itu sempat membuatnya sedih dan kecewa.
“Perasaannya sedih dan kecewa. Terus mama dan papa ngomong supaya berjuang lagi. Akhirnya aku ikut lagi tahun ini,” ujar Adshila, seperti dikutip dari sumber informasi audisi.
Dukungan kedua orang tua menjadi pendorong utama bagi Adshila untuk kembali mencoba. Ridho Bayu Nugroho, ayah Adshila, bersama sang istri Anneke Feinya Agustine, selalu mendukung keinginan buah hatinya. Keduanya bahkan datang lagi untuk kedua kalinya pada Audisi Umum PB Djarum tahun ini.
“Saya sebagai orang tua pastinya mendukung keinginan anak dan bakat anak,” kata Ridho.
Keinginan keras agar dapat masuk klub bulu tangkis PB Djarum memang menjadi target utama Adshila. Ia berharap pada tahun terakhir ini bisa masuk karantina terlebih dahulu, setelah itu bisa bergabung dengan PB Djarum. Harapan tersebut ia sampaikan dengan gamblang mengingat tahun ini menjadi peluang terakhirnya sebelum batas usia.
Perjalanan Audisi dan Batas Usia
Audisi Umum PB Djarum merupakan salah satu jalur seleksi paling bergengsi bagi atlet muda bulu tangkis Indonesia. Ajang ini menjadi pintu masuk untuk membina bakat-bakat potensial agar dapat berkembang di level nasional maupun internasional. Bagi Adshila, usia 12 tahun menjadi penentu karena menjadi kesempatan terakhir untuk mengikuti audisi umum.
Pengalaman menembus karantina pada 2025 menjadi modal berharga. Selama empat pekan, ia menjalani berbagai kegiatan pembinaan yang dirancang PB Djarum. Meski belum berbuah hasil sesuai harapan, pengalaman tersebut membentuk mental dan keterampilan bertandingnya.
Kegagalan usai karantina bukan akhir dari perjalanan. Semangat dari kedua orangtua membuatnya kembali mencoba tahun ini. Keputusan itu menunjukkan ketangguhan Adshila dalam menghadapi tekanan seleksi yang ketat.
Dukungan Keluarga sebagai Fondasi
Peran keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan atlet muda. Anneke Feinya Agustine yang pernah meraih medali emas SEA Games 2011 dan menjalani Pelatnas 2009-2013 tentu memahami lika-liku dunia bulu tangkis profesional. Pengalaman itu menjadi bekal berharga dalam mendampingi Adshila.
Ridho Bayu Nugroho menegaskan bahwa dukungan terhadap anak merupakan hal yang wajar. Kehadiran kedua orangtua di setiap audisi menunjukkan komitmen keluarga terhadap perkembangan bakat Adshila. Dukungan semacam ini sering menjadi penopang mental atlet muda saat menghadapi seleksi yang menegangkan.
Bagi Adshila, targetnya jelas: masuk karantina terlebih dahulu, kemudian bergabung dengan PB Djarum. Ia menyadari tahun ini adalah peluang terakhir dan bertekad memanfaatkannya sebaik mungkin.
Perjalanan Adshila pada Audisi Umum PB Djarum 2026 menjadi cerminan bagaimana atlet muda membutuhkan ketekunan, dukungan keluarga, dan kesempatan yang tepat. Hasil audisi nanti akan menentukan langkah berikutnya, namun tekad yang ia tunjukkan telah menjadi gambaran semangat generasi muda bulu tangkis Indonesia.


