Cakrawala News – 24 September 2026 | Tottenham Hotspur dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memecat Roberto De Zerbi dari kursi pelatih kepala setelah rentetan hasil buruk di awal musim Premier League 2026-2027. Dalam perkembangan terbaru, Tottenham pertimbangkan pecat De Zerbi, eks pelatih Liga Inggris muncul sebagai kandidat pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pelatih asal Italia tersebut. Tekanan terhadap De Zerbi memuncak setelah Spurs kalah 2-3 dari Aston Villa di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (19/9/2026), yang membuat mereka masih tertahan di zona degradasi.
Kekalahan dari Aston Villa menjadi pukulan telak bagi Tottenham. Bermain dominan, Spurs justru kesulitan menciptakan peluang berbahaya di kotak penalti lawan. Gawang mereka dibobol pada masa injury time babak pertama oleh Johann Mazambi. Di babak kedua, dua gol beruntun dari Nicolas Jackson dan John McGinn membuat tuan rumah tertinggal 0-3, sebelum Conor Gallagher dan Jan Paul van Hecke mencetak gol hiburan.
Hasil tersebut membuat Tottenham belum meraih kemenangan sama sekali di Premier League musim ini. Dari lima laga, Spurs baru mengumpulkan dua poin dan sudah menelan tiga kekalahan. Mereka kini berada di posisi ke-18 atau zona degradasi, sebuah pencapaian yang dinilai sangat buruk mengingat klub telah membelanjakan lebih dari 300 juta paun sepanjang musim panas lalu.
De Zerbi Minta Maaf dan Bertanggung Jawab
Usai pertandingan, De Zerbi mengaku sangat kecewa dan meminta maaf atas penampilan timnya sejauh ini. Ia menyatakan akan bertanggung jawab penuh untuk memperbaiki keadaan. Pelatih berusia 47 tahun itu juga menyoroti cara Spurs kebobolan dua gol pertama dalam laga melawan Villa.
“Kami harus lebih kuat. Kami harus berusaha lebih baik lagi dari yang sekarang. Sepakbola memang soal taktik, tapi perlu ada perjuangan, darah, siapa yang paling ingin merebut bola. Tanpa itu, akan sulit memenangi laga,” ujar De Zerbi kepada Sky Sports.
De Zerbi juga meminta para pemain yang dianggap sebagai pemimpin di dalam skuad untuk menjalankan perannya dengan lebih baik. Menurutnya, mereka harus mampu memimpin tim ketika situasi pertandingan mengharuskan Spurs bertahan dengan lebih kompak. Ia menilai timnya seharusnya bisa bertahan lebih kuat dan berkomunikasi dengan lebih baik ketika hanya memiliki 10 pemain.
Menariknya, De Zerbi memilih untuk tidak banyak membahas babak pertama. Ia mengaku tidak ingin berbicara tentang babak pertama karena saat itu timnya mendominasi pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Ia menegaskan bahwa secara permainan, Spurs tampil baik.
Peringatan Alan Hutton soal Batas Waktu 10 Laga
Tekanan terhadap De Zerbi sebelumnya sudah diperingatkan oleh mantan bek Tottenham, Alan Hutton. Ia mewanti-wanti bahwa kursi pelatih bisa goyah jika performa tidak segera membaik. Hutton menegaskan kerasnya iklim kompetisi bagi pelatih di Inggris.
“Manajer di Liga Primer terkadang hanya diberi waktu sekitar 10 pertandingan untuk membenahi banyak hal, dan jika tidak berhasil, maka Anda akan pergi,” ujar Alan Hutton.
Hutton mengakui bahwa ada investasi besar di klub dan banyak wajah baru yang datang, sehingga tim membutuhkan waktu untuk kembali menjadi tim papan atas. Namun, ia juga meyakini bahwa Tottenham memiliki skuad yang bagus dan seharusnya tidak berada di dekat dasar klasemen.
Hingga saat ini, Tottenham menjadi satu dari lima tim di Liga Primer yang belum meraih kemenangan. Lebih buruk lagi, mereka termasuk satu dari dua tim yang belum mencetak gol bersama dengan Coventry City yang berada di dasar klasemen. Spurs gagal mencetak gol dalam empat pertandingan pembuka musim ini ketika berjumpa Everton, Nottingham Forest, Brentford, dan Newcastle United. Dari rangkaian tersebut, mereka hanya mengumpulkan dua poin.
Catatan ini menempatkan Tottenham sebagai tim Liga Inggris kedua yang tak mampu mencetak gol dalam empat laga pembuka musim, setelah Crystal Palace pada musim 2017-18. Meskipun Tottenham finis di posisi ke-17 selama dua musim berturut-turut, ekspektasi klub dan penggemar tetap tinggi. Spurs didorong untuk bersaing di papan atas, melangkah jauh di kompetisi piala, memperebutkan trofi, dan menantang di pentas Eropa.
Kandidat Pengganti dan Tantangan De Zerbi
Di tengah spekulasi mengenai masa depan De Zerbi, muncul nama eks pelatih Liga Inggris sebagai kandidat pengganti. Wacana Tottenham pertimbangkan pecat De Zerbi, eks pelatih Liga Inggris muncul sebagai kandidat pengganti menjadi topik hangat di kalangan penggemar dan media. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari manajemen klub mengenai nasib pelatih asal Italia tersebut.
De Zerbi sendiri menandatangani kontrak lima tahun saat kedatangannya menjelang akhir musim lalu, menunjukkan komitmen jangka panjang dari Tottenham. Namun, ia juga menghadapi tantangan signifikan akibat cedera pemain kunci seperti Xavi Simons, Dejan Kulusevski, dan James Maddison. Xavi Simons dikabarkan bisa kembali fit untuk pertandingan melawan Aston Villa.
Jika Tottenham pertimbangkan pecat De Zerbi, eks pelatih Liga Inggris muncul sebagai kandidat pengganti, maka keputusan tersebut akan menjadi momen krusial bagi arah klub musim ini. Manajemen Spurs dikenal tidak segan memecat manajernya apabila dirasa performa tim buruk. Dengan posisi di zona degradasi dan belum meraih kemenangan, situasi De Zerbi semakin tidak nyaman.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah apakah De Zerbi mampu membalikkan keadaan dalam beberapa laga ke depan, termasuk menghadapi jadwal berat di Liga Primer. Jika tren negatif berlanjut, tekanan untuk melakukan perubahan di kursi pelatih akan semakin besar. Sebaliknya, kemenangan bisa menjadi titik balik yang menyelamatkan posisinya. Hingga saat itu tiba, masa depan De Zerbi di Tottenham masih menjadi tanda tanya besar.
