Ukir 5 Gol bersama Timnas Indonesia, Mitchell Baker Samai Rekor Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris

Ukir 5 Gol bersama Timnas Indonesia, Mitchell Baker Samai Rekor Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris
Ukir 5 Gol bersama Timnas Indonesia, Mitchell Baker Samai Rekor Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Penyerang Timnas Indonesia, Mitchell Baker, menorehkan sejarah baru setelah ukir 5 gol bersama Timnas Indonesia, Mitchell Baker samai rekor Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris dalam satu pertandingan. Lima gol tersebut lahir saat Skuad Garuda menghajar Bangladesh 9-2 pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Dengan torehan itu, pemain berusia 19 tahun tersebut menjadi pemain ketiga sepanjang sejarah Timnas Indonesia yang mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam satu laga internasional.

Lima gol Baker tercipta pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Ia tampil penuh selama 90 menit dan tercatat membukukan enam shots on target, dua key passes, serta dua dribbles. Penampilan itu sekaligus menjawab keraguan yang sempat mengiringi performanya pada dua pertandingan awal turnamen serta dua laga terakhir Indonesia di Piala AFF 2026.

Menyusul Jejak Dua Legenda

Dalam catatan sejarah Timnas Indonesia, hanya ada dua pemain sebelum Baker yang mampu mencetak lima gol atau lebih dalam satu pertandingan. Nama pertama adalah Soetjipto “Gareng” Soentoro yang memborong delapan gol ketika Indonesia menang 9-2 atas Singapura pada Merdeka Tournament 1969. Torehan delapan gol itu masih menjadi rekor pencetak gol terbanyak Skuad Garuda dalam satu laga hingga kini.

Nama kedua adalah Iswadi Idris yang mencetak lima gol saat Indonesia menggulung Vietnam dengan skor 9-1 pada ajang President’s Cup 1971. Quintrick Baker ke gawang Bangladesh membuatnya menyamai catatan Iswadi Idris, sekaligus menempatkannya dalam daftar buku rekor nasional bersama dua legenda tersebut.

Penampilan fenomenal itu juga melahirkan julukan unik dari warganet, yakni El Manuk. Julukan tersebut muncul setelah salah satu dari lima gol Baker tercipta melalui sentuhan di area vitalnya, momen yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Respons Baker Usai Laga

Usai pertandingan, Baker menyebut duel kontra Bangladesh sebagai salah satu laga paling intens yang pernah ia jalani sepanjang karier profesional. Ia mengaku hanya berusaha menjalankan instruksi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

“Ya, pertandingan yang gila. Saya rasa ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan. Tapi, saya hanya ingin menjalankan apa yang dikatakan Coach Herdman,” ujar Baker dalam sesi konferensi pers.

Striker yang memperkuat Vermont Green di Amerika Serikat itu juga mengapresiasi dukungan penuh suporter yang memenuhi SUGBK. Menurutnya, dukungan tersebut membakar semangat para pemain hingga peluit panjang dibunyikan.

Baker juga menegaskan bahwa mencetak gol tidak selalu menjadi ukuran tunggal bagi seorang penyerang. Ia mencontohkan Erling Haaland yang dinilainya juga tidak selalu mencetak gol di setiap pertandingan. Karena itu, ia memilih menikmati momen, mengabaikan apa kata orang, percaya pada diri sendiri, dan fokus pada kemampuan yang dimiliki.

Pesta Gol dan Tiket Final

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh memastikan Indonesia keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin, unggul produktivitas gol atas Malaysia. Hasil ini mengantar Skuad Garuda melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Di partai puncak, Timnas Indonesia akan menantang Thailand pada Senin (5/10/2026) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Baker untuk membidik trofi pertamanya bersama Timnas Indonesia, sekaligus menambah koleksi golnya di turnamen edisi pertama ini.

Bagi Baker, torehan lima gol itu bukan hanya soal angka. Statusnya sebagai pemain naturalisasi yang baru mendapatkan Warga Negara Indonesia pada awal 2026 membuat pencapaian ini terasa lebih bermakna. Ia kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak FIFA ASEAN Cup 2026 dan menjadi salah satu pemain kunci dalam perjalanan Indonesia ke final.

Ukir 5 gol bersama Timnas Indonesia, Mitchell Baker samai rekor Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris menjadi penanda bahwa regenerasi lini depan Garuda berjalan sesuai harapan. Jika mampu tampil konsisten di partai final melawan Thailand, namanya berpeluang semakin kokoh dalam sejarah sepak bola nasional.

Yang perlu dicermati berikutnya adalah bagaimana Herdman meracik lini serang menghadapi Thailand, serta apakah ketajaman Baker bisa berlanjut di laga penentu. Terlepas dari hasil akhirnya, catatan quintrick melawan Bangladesh sudah lebih dulu menempatkan Baker sejajar dengan dua legenda Timnas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *