Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Max Verstappen akhirnya meraih kemenangan pertamanya musim ini di ajang f1 setelah tampil dominan pada Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (4/10/2026). Pebalap Red Bull itu menuntaskan 304,855 km dalam waktu 1 jam 47 menit 33,821 detik, unggul 2,307 detik atas Andrea Kimi Antonelli dari Mercedes yang finis kedua.
Kemenangan ini terasa istimewa karena balapan sempat tertunda hingga sekitar satu setengah jam akibat hujan deras yang mengguyur Sepang. Kondisi itu membuat balapan yang seharusnya selesai dalam dua jam baru berakhir lebih dari tiga jam setelah jadwal awal.
Lewis Hamilton dari Ferrari melengkapi podium dengan finis ketiga, disusul rekan setimnya Charles Leclerc di posisi keempat dan Isack Hadjar dari Red Bull di urutan kelima. Oscar Piastri (McLaren-Mercedes) finis keenam, sementara Liam Lawson (Racing Bulls-Red Bull) menempati posisi ketujuh.
Kekacauan Sejak Awal Balapan
Masalah dimulai jauh sebelum lampu start menyala. Panitia menunda balapan selama 40 menit karena hujan deras. Ketika mobil-mobil akhirnya keluar untuk putaran pemanasan di belakang safety car, situasi berubah menjadi kacau.
Satu per satu mobil berhenti di tepi lintasan. Hamilton tidak bisa menggerakkan mobilnya akibat masalah perangkat lunak, dan pebalap di belakangnya tidak berani menyalip. Safety car pun menutup rombongan di putaran terakhir, start dibatalkan, dan seluruh mobil kembali ke pit.
Balapan akhirnya dimulai dengan susunan start awal. Sebanyak delapan mobil memilih ban kering, sementara sisanya memakai ban intermediate. Keputusan itu terbukti tepat bagi pengguna ban intermediate.
Hamilton, yang start dari posisi kedua sebagai mobil terdepan dengan ban kering, sudah tertinggal satu pit stop dari para pemimpin balapan setelah satu setengah putaran dan terpuruk ke posisi ke-15. Sementara itu, duet Mercedes, Antonelli dan George Russell, melesat ke depan melewati para pengguna ban kering dan Verstappen.
Verstappen yang start lambat harus bertahan dari tekanan Liam Lawson untuk mempertahankan posisi ketiga. Memasuki putaran kesembilan dari 55 putaran, Lando Norris menjadi pengguna ban kering terbaik di posisi ke-15, tertinggal 1 menit 16 detik dari pemimpin balapan.
Bottas Tersangkut, Verstappen Ambil Alih Kendali
Pada momen peralihan ban itu, Valtteri Bottas dari Cadillac keluar lintasan dan tersangkut di kerikil pada Tikungan 14, memaksa safety car masuk. Dalam restart, Verstappen membuntuti Antonelli dengan ketat sebelum akhirnya menyalip melalui Tikungan 3. Russell mengikuti dan mengambil posisi kedua.
Verstappen kemudian melepaskan diri. Antonelli sempat meminta timnya untuk memindahkannya di depan Russell, lalu menyalip rekannya sendiri pada putaran 21 di Tikungan 4. Namun ia melebar di tikungan terakhir tak lama setelahnya, memberi Verstappen tambahan dua detik dan memperlebar keunggulan menjadi hampir delapan detik.
Setelah masuk pit pada putaran 34, Verstappen mempertahankan keunggulan sekitar 10 detik. Virtual safety car akibat insiden Alexander Albon dari Williams sempat membuat Verstappen masuk pit lagi dan memberikan keunggulan sementara kepada Antonelli, sebelum pebalap Italia itu dan Russell juga masuk pit pada putaran berikutnya.
Di akhir balapan, Russell harus tersingkir dari persaingan. Kegagalan itu menjadi pukulan bagi Mercedes, meski Antonelli tetap finis kedua dan memperbesar keunggulannya di klasemen.
Fernando Alonso mencuri perhatian dengan finis di posisi kedelapan. Setelah strategi awalnya tidak berjalan mulus, Aston Martin beralih ke ban keras dan pebalap Spanyol itu terus menanjak. Memanfaatkan kesalahan Norris dan tersingkirnya Russell, Alonso mampu bertahan dari serangan Norris di akhir balapan.
“Era hal maksimal yang bisa kami dapatkan. Selamat kepada Max dan tim Red Bull atas akhir pekan yang fantastis. Kami masih punya pekerjaan rumah, tapi saya senang bisa finis di posisi kedua,” ujar Antonelli usai balapan.
Sementara Verstappen menyebut awal balapan sebagai situasi gila. “Setelah tahun yang kami lalui dan perkembangan yang kami buat, saya sangat bangga pada tim. Awalnya luar biasa sulit. Tidak ada tenaga, dan kami harus menunggu. Kami benar dengan ban intermediate, lalu terus berkembang,” katanya.
Klasemen Kejuaraan
Hasil di Sepang membuat Antonelli semakin kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 320 poin. Russell yang gagal finis tertahan di posisi kedua dengan 236 poin, terpaut 84 poin dari rekan setimnya.
Hamilton naik ke posisi ketiga dengan 214 poin, memanfaatkan kegagalan Russell. Leclerc berada di posisi keempat dengan 191 poin, diikuti Verstappen dan Norris yang sama-sama mengoleksi 188 poin. Piastri menempati posisi ketujuh dengan 128 poin, disusul Hadjar (96), Lawson (65), dan Pierre Gasly (41).
Dengan hasil ini, persaingan gelar musim 2026 masih terbuka, tetapi konsistensi Antonelli menjadi modal besar Mercedes. Di sisi lain, Red Bull mendapat suntikan kepercayaan diri berkat kemenangan Verstappen, sementara Ferrari perlu membenahi strategi ban yang membuat Hamilton dan Leclerc tertinggal jauh di awal balapan.
Seri berikutnya akan menjadi ujian bagi Russell untuk bangkit setelah kegagalan di Sepang, sekaligus kesempatan bagi Verstappen untuk membuktikan bahwa kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan di tengah cuaca ekstrem.
