Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Laga Prancis vs Italia pada Matchday UEFA Nations League 2026/27 League A Grup A1 di Stade de France, Paris, Jumat (2/10/2026) waktu setempat, berakhir imbang 1-1. Hasil ini menghentikan rekor sempurna Zinedine Zidane sebagai pelatih timnas Prancis sekaligus menandai debut kandangnya yang tidak berjalan sesuai harapan, sementara Italia pulang dengan modal kepercayaan diri.
Prancis sebenarnya memimpin lebih dulu lewat gol Michael Olise sekitar 10 menit setelah jeda. Namun Alessandro Bastoni menyamakan kedudukan untuk Italia, dan tuan rumah harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah kartu merah di menit-menit akhir. Skor 1-1 menjadi hasil akhir pertandingan yang disaksikan lebih dari 77.000 penonton di Stade de France.
Bagi Zidane, ini adalah hasil imbang pertama setelah dua kemenangan awal. Sebelumnya, ia membawa Prancis menang 1-0 di kandang Turki dan 1-0 di Belgia. “Saya sangat kecewa untuk para pemain karena kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Zidane kepada TF1. “Tetapi saya bangga pada mereka, usaha, pressing, mereka luar biasa,” tambahnya, seperti dikutip dari laporan wartawan Football Italia, Peter Young.
Pertandingan Berjalan Ketat Sejak Awal
Prancis mendominasi penguasaan bola pada fase awal dan menekan Italia di wilayah pertahanannya sendiri. Meski demikian, peluang pertama justru lahir untuk Italia ketika Moise Kean gagal menyelesaikan peluang dari dalam kotak penalti enam yard, tembakannya mengarah tepat ke kiper Mike Maignan.
Prancis yang tampil rapi dalam umpan pendek dan permainan menyerang beberapa kali merepotkan lini belakang Italia. Peluang terdekat tuan rumah di babak pertama terjadi lewat umpan silang Olise yang terdefleksi dan membentur mistar gawang. Menjelang jeda, Italia justru menciptakan bahaya, dengan tembakan Davide Frattesi yang mengarah ke gawang terkena sentuhan pemain Prancis dan berbuah sepak pojok.
Babak kedua berjalan lebih terbuka. Olise akhirnya memecah kebuntuan dan membuat Stade de France bersorak. Namun keunggulan Prancis tidak bertahan lama karena Bastoni muncul sebagai penyelamat Italia dengan gol penyama kedudukan.
Gol tersebut menjadi yang kedua bagi Bastoni dalam dua pertandingan Nations League. Sebelumnya, bek Inter Milan itu juga mencetak gol dalam kemenangan 4-1 Italia atas Turki.
Donnarumma Dipuji Media Kedua Negara
Sorotan media di Prancis dan Italia setelah laga ini beragam, tetapi pers di kedua negara sepakat memberikan pujian individu kepada kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, atas penampilannya sepanjang pertandingan.
Penampilan Donnarumma dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga Italia tetap berada dalam pertandingan, terutama saat Prancis meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Pujian dari kedua kubu menunjukkan betapa besar pengaruh kiper tersebut dalam laga Prancis vs Italia kali ini.
Dari sisi Italia, Bastoni meminta publik menilai timnya secara proporsional. Menurut laporan Goal atas komentar usai pertandingan, bek tengah itu mengaku bangga dengan usaha kolektif Italia dan meminta penilaian yang terukur seiring tim berupaya tampil lebih konsisten di lapangan.
Bastoni menjelaskan, hal pertama yang menjadi perhatiannya setelah mencetak gol adalah memastikan Italia tidak kembali kebobolan, agar gol penyama kedudukan itu tidak menjadi sia-sia. Fokus tersebut mencerminkan tantangan lebih luas di Paris, yakni menjaga disiplin melawan lawan kelas atas setelah menemukan jalan kembali ke pertandingan.
Ia juga menyebut Italia percaya pada kemungkinan meraih kemenangan sejak awal dan menciptakan peluang paling jelas di babak pertama. Menurut pandangannya, hasil imbang ini seharusnya memberi skuad kepercayaan diri dan kesadaran atas kemampuan yang dimiliki, bukan menjadi alasan untuk perayaan dini atau penilaian yang terlalu keras.
Konteks dan Agenda Berikutnya
Bagi Zidane, pertandingan kandang pertamanya sebagai pelatih Prancis ini terasa istimewa karena menghadapi Italia, lawan yang sama dalam laga internasional terakhirnya sebagai pemain. Laga itu adalah final Piala Dunia 2006, yang dimenangkan Italia melalui adu penalti dan dikenang karena kartu merah Zidane di perpanjangan waktu setelah menanduk dada Marco Materazzi.
Dari sisi Italia, hasil di Paris menjadi bahan evaluasi menjelang laga berikutnya melawan Turki pada Senin (5/10/2026). Bastoni mengingatkan agar pertandingan itu tidak dianggap enteng, meski ia menilai penampilan melawan Prancis sebagai bukti bahwa Italia mampu bersaing dengan tim mana pun.
Sementara itu, jumlah penonton 77.000 lebih di Stade de France menempatkan laga Prancis vs Italia sebagai salah satu laga dengan kehadiran terbesar di Eropa pada periode 28 September hingga 2 Oktober 2026. Sebagai pembanding, Jerman vs Serbia di Allianz Arena dihadiri 68.121 penonton, sedangkan Hungaria vs Georgia dan Polandia vs Rumania masing-masing melewati angka 50.000 penonton.
Bagi Prancis, hasil ini menjadi ujian pertama bagi Zidane setelah start sempurna. Bagi Italia, satu poin di kandang lawan berat menjadi modal penting. Kedua tim masih memiliki laga lanjutan di Grup A1, dan bagaimana mereka merespons hasil ini akan menentukan arah langkah mereka di Nations League musim ini.
