Profil Kadiv Propam Polri Baru Mahmud Nazly Harahap, Dampingi Kapolri Suyudi saat Fit and Proper Test

Profil Kadiv Propam Polri Baru Mahmud Nazly Harahap, Dampingi Kapolri Suyudi saat Fit and Proper Test
Profil Kadiv Propam Polri Baru Mahmud Nazly Harahap, Dampingi Kapolri Suyudi saat Fit and Proper Test

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Profil Kadiv Propam Polri Baru Mahmud Nazly Harahap, dampingi Kapolri Suyudi saat fit and proper test menjadi sorotan publik setelah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, bagian dari mutasi besar yang menyentuh 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) di Korps Bhayangkara.

Dalam telegram tersebut, Mahmud Nazly Harahap menggantikan Irjen Pol Abdul Karim yang mendapat jabatan baru sebagai Kasespim Lemdiklat Polri. Posisi Kadiv Propam dikenal sebagai salah satu jabatan paling strategis di Mabes Polri karena membawahi fungsi pengawasan internal, penegakan kode etik, serta pengamanan di lingkungan institusi kepolisian.

Bagian dari Mutasi 88 Pejabat Polri

Mutasi yang ditandatangani Suyudi sehari setelah dirinya resmi dilantik sebagai Kapolri itu tidak hanya menyentuh Divpropam. Sebanyak 14 posisi strategis di lingkaran pejabat utama Mabes Polri ikut berganti, mulai dari Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), Kabaintelkam, Kabareskrim, Kabaharkam, Kalemdiklat, hingga Kadensus 88 Antiteror.

Nama Mahmud Nazly Harahap masuk dalam daftar pejabat utama Mabes yang dirotasi bersama sejumlah nama lain. Irjen Pol Asep Safrudin ditunjuk sebagai Kabareskrim menggantikan Komjen Syahardiantono yang bertugas ke Kantor Staf Presiden. Komjen Asep Edi Suheri mengisi posisi Irwasum, Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam, dan Irjen Pol Hery Herjawan sebagai Kabaharkam.

Selain itu, Irjen Pol Rudi Darmoko diangkat sebagai Kalemdiklat Polri menggantikan Komjen R.Z. Panca Putra yang mendapat tugas baru di Kementerian Hukum. Irjen Pol Andik Setiyono ditugaskan sebagai Astamarena Kapolri, Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan sebagai Aslog Kapolri, dan Brigjen Pol Deni Dharmapala sebagai As SDM Kapolri.

Pada fungsi lain, Irjen Pol Roberto G. M. Pasaribu dipercaya sebagai Kadiv TIK Polri, Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani sebagai Kadensus 88 Antiteror, Irjen Pol Ahrie Sonta N. sebagai Kadivkum Polri, Irjen Pol Arie Ardian Rishadi sebagai Kakortastipidkor Polri, serta Kombes Pol Didik Hariyanto sebagai Koorspripim Polri.

Rotasi di Jajaran Kapolda

Perombakan tidak berhenti di level Mabes. Sebanyak 19 jabatan Kapolda juga berganti pejabat, termasuk Kapolda Metro Jaya yang kini dijabat Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri, serta Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rizal Irawan.

Irjen Pol Ribut Hari Wibowo meninggalkan jabatan Kapolda Jawa Tengah untuk menjadi Wakalemdiklat Polri, menggantikan Irjen Pol Yoseph Wihastono Yoga Pranoto yang ditunjuk sebagai Gubernur Akpol. Posisi Gubernur Akpol sebelumnya dipegang Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang diganti karena memasuki masa pensiun.

Dari total 88 personel yang dimutasi, sekitar 70 orang mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Sisanya mengisi formasi lain sesuai kebutuhan organisasi.

Alasan Mutasi Menurut Mabes Polri

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memberi ruang pengembangan karier bagi personel.

“Mutasi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangan pers resmi Mabes Polri.

Johnny berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program serta pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Konteks dan Hal yang Perlu Dicermati

Penunjukan Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadiv Propam terjadi di masa awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto. Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sekaligus melantik Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Posisi Kadiv Propam kerap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan penegakan disiplin dan kode etik anggota. Publik biasanya menanti arah kebijakan pejabat baru, terutama dalam menangani laporan masyarakat yang menyangkut perilaku personel.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi yang merinci program prioritas Mahmud Nazly Harahap di Divpropam. Informasi mengenai rekam jejak dan langkah awal pejabat baru masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Mabes Polri.

Dengan struktur pimpinan yang baru, perhatian publik berikutnya tertuju pada bagaimana jajaran Mabes Polri dan kewilayahan menjalankan tugas setelah rotasi besar ini, termasuk memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan tanpa gangguan.

Exit mobile version