Cakrawala News – 02 November 2026 | Detik-detik BNN dan polisi mendobrak kampung narkoba di Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terekam dalam operasi gabungan berskala besar pada Minggu (1/11/2026) dini hari. Sebanyak 1.816 personel diterjunkan untuk menyisir kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi peredaran narkotika tersebut, dengan sebagian petugas tiba menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi menyatakan personel gabungan mulai menyisir kawasan itu sekitar pukul 05.30 WIB. Personel yang dikerahkan berasal dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, Brimob Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
Penggunaan KRL bukan tanpa alasan. Petugas menumpang kereta dari Stasiun Tanjung Priok menuju kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari karena moda transportasi itu dinilai dapat mengakses langsung jalur yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba. Setibanya di lokasi, petugas turun dari kereta dan menyisir lapak-lapak di sepanjang rel serta kawasan permukiman warga.
Penyergapan Serentak dari Berbagai Sisi
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai arah. Operasi itu melibatkan sejumlah instansi, mulai dari BNN, Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, hingga Brimob.
“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Bismo kepada wartawan.
Menurut keterangan yang dihimpun, personel gabungan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian petugas menyergap dengan menumpangi rangkaian kereta yang berhenti di zona rawan peredaran narkoba di sepanjang rel kawasan Kampung Bahari. Kelompok lain bergerak menutup akses kampung dari arah Jalan Raya R.E. Martadinata, Tanjung Priok.
Dalam proses penyisiran, petugas sempat menghadapi perlawanan dari sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Bismo menduga aksi tersebut merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian aparat dari target operasi. Meski demikian, perlawanan itu tidak menghentikan jalannya penyisiran.
Barang Bukti dan Jumlah yang Diamankan
Dari penggeledahan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Barang bukti itu antara lain ganja, pil ekstasi siap edar, puluhan alat hisap atau bong, serta alat pencetak pil ekstasi.
Petugas juga mengamankan puluhan senjata tajam seperti samurai, celurit, panah, dan tombak, hingga senjata api. Selain itu, turut disita sejumlah telepon genggam, laptop, buku pencatatan transaksi penjualan narkotika, dan beberapa buku rekening bank.
Terkait jumlah orang yang diamankan, terdapat perbedaan angka antar keterangan pihak kepolisian. Polda Metro Jaya menyebut 27 orang ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika, sementara sejumlah laporan menyebut 26 orang diamankan. Bismo menjelaskan, pada tahap awal petugas mengamankan empat orang di lokasi utama, terdiri atas satu orang yang kedapatan membawa barang bukti berupa pil psikotropika dan tiga orang yang diduga sebagai pengguna. Para terduga pelaku dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.
Dampak pada Perjalanan Commuter Line
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyatakan perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan luar biasa (KLB) merupakan hasil koordinasi pihak kepolisian untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok. Menurutnya, perjalanan tersebut tidak berdampak pada perjalanan reguler menuju Tanjung Priok.
Namun, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf karena tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit. Keterlambatan itu dipicu kerumunan warga di rel sekitar Kampung Bahari saat proses penggerebekan berlangsung.
Peristiwa ini bukan penggerebekan pertama di kawasan tersebut. Sebelumnya, pada Agustus lalu, BNN bersama tim gabungan juga melancarkan operasi serupa di lokasi yang sama. Berbeda dengan penggerebekan sebelumnya yang disebut mendapat perlawanan sengit, situasi kali ini dinilai lebih terkendali sehingga petugas dapat menyisir setiap sudut target.
Bismo menegaskan, pengungkapan di Kampung Bahari tidak berhenti pada penindakan terhadap orang-orang yang berada di lokasi. Polisi akan terus menelusuri lapak-lapak yang menjadi tempat transaksi serta memburu bandar di balik aktivitas tersebut. Ia menyebut transaksi masih terjadi di salah satu lapak di pinggir rel saat penggerebekan, dan lapak-lapak itu akan dibongkar agar tidak kembali disalahgunakan.
Operasi gabungan ini menunjukkan upaya aparat mempersempit ruang gerak sindikat narkoba di kawasan rawan Jakarta Utara. Publik kini menantikan hasil pemeriksaan terhadap para terduga pelaku, termasuk kemungkinan pengembangan jaringan yang lebih besar di balik Kampung Bahari.
