Cakrawala News – 07 November 2026 | Kasus 3 prajurit TNI gugur dalam misi karhutla, KSAD: Penanganan tetap berjalan menjadi perhatian publik setelah helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026). Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan tidak dihentikan meski insiden tersebut menelan korban jiwa.
“Upaya pemadaman tetap berjalan. Kami saat ini, khusus Angkatan Darat, mengirimkan 18.989 prajurit ke Kalimantan. Jadi, sangat besar kita membantu,” ujar Tandyo seusai memimpin upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, Kamis (5/11/2026).
Tiga Prajurit Terbaik Gugur
Ketiga prajurit yang gugur adalah Letnan Kolonel Korps Penerbang (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Korps Penerbang (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sersan Satu (Anumerta) Heri Prasetyo. Mereka merupakan bagian dari satgas udara di Pusat Penerangan Angkatan Darat.
Menurut Tandyo, ketiga prajurit tersebut sudah hampir dua bulan berada di Kalimantan untuk menjalankan misi pemadaman karhutla. Selama periode itu, tim telah melaksanakan 636 sorti penerbangan dengan menebarkan sekitar 1,2 juta liter air untuk membantu pemadaman kebakaran.
“Kemarin kita kehilangan tiga prajurit kita terbaik dalam penanganan kebakaran hutan di Kalimantan. Dan almarhum, tiga orang ini, sudah hampir dua bulan di sana,” kata Tandyo kepada awak media.
Dalam kesempatan itu, KSAD menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia menyebut jenazah Sersan Satu Heri Prasetyo kemungkinan masih berada di dalam pesawat dan berharap proses evakuasi dapat segera dilakukan.
Kronologi Kecelakaan
Berdasarkan keterangan TNI AD, helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Helikopter menggunakan metode water bombing, yakni mengambil air untuk kemudian dijatuhkan ke titik kebakaran.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB saat helikopter melakukan pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu. Pesawat dilaporkan mengalami kendala saat terbang sebelum akhirnya jatuh ke perairan. Helikopter tersebut membawa delapan orang kru.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan lima anggota berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang. Proses evakuasi dilakukan TNI AD bersama tim gabungan melalui jalur udara dan laut.
“TNI AD masih terus mengupayakan evakuasi serta memprioritaskan penanganan medis bagi kru yang telah berhasil diselamatkan,” ujar Donny dalam keterangan tertulis.
KSAD menambahkan, para prajurit yang selamat masih berada di Banjarmasin dan akan dipindahkan ke Jawa untuk mendapatkan perawatan medis.
Kotak Hitam Jadi Kunci Penyelidikan
Penyebab pasti kecelakaan masih ditelusuri. Tandyo berharap kotak hitam helikopter dapat segera dievakuasi karena data yang terekam di dalamnya dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap penyebab insiden.
“Kotak hitam yang ada di situ bisa memberikan jawaban apa kendala pada saat terjadi crash heli MI-17 ini,” ucapnya. Menurut dia, temuan tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi latihan ke depan agar penanganan operasi serupa lebih mudah.
Peristiwa ini disebut sebagai kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla. Hingga kini, penyebab jatuhnya helikopter belum dapat dipastikan.
Pemerintah Sampaikan Belasungkawa
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita pemerintah dalam keterangan pers seusai rapat koordinasi bersama pimpinan DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
“Kami ingin menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita yang bekerja keras, baik relawan, unsur pemerintah, dan terakhir tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Prasetyo menyatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk putra-putri para prajurit yang gugur. Ia juga mengapresiasi seluruh personel TNI, pemerintah, dan relawan yang terus bekerja dalam penanggulangan karhutla.
Ia menekankan bahwa operasi pemadaman kebakaran, khususnya melalui metode water bombing, memiliki risiko tinggi bagi petugas di lapangan. Kementerian Kehutanan pun menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian para almarhum kepada bangsa dan negara.
Operasi dan Kerja Sama Internasional
Selain melanjutkan operasi, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan negara lain melalui skema government to government untuk mendukung penanganan karhutla. Koordinasi terkait kemungkinan kerja sama tersebut dilakukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Data BNPB mencatat 1.615 hektare lahan terbakar dan 864 titik api di sejumlah wilayah, sementara 47 unit alutsista udara dikerahkan untuk penanganan karhutla.
Dengan kondisi tersebut, 3 prajurit TNI gugur dalam misi karhutla, KSAD: Penanganan tetap berjalan menjadi penanda bahwa operasi pemadaman masih menghadapi risiko besar. Publik kini menantikan hasil evakuasi kotak hitam serta penyelidikan penyebab kecelakaan, sekaligus memastikan kelancaran penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dan daerah lain yang terdampak.
Perhatian juga tertuju pada pemulihan lima kru yang selamat serta dukungan bagi keluarga para prajurit yang gugur. Pemerintah menegaskan komitmennya agar penanganan karhutla terus berlanjut tanpa mengabaikan keselamatan petugas di lapangan.












