Cakrawala News – 13 September 2026 | Indonesia jadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026, 2 stadion disiapkan sebagai venue utama, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Turnamen baru di bawah naungan FIFA itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026, dengan Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Divisi 1, sementara Hong Kong menjadi tuan rumah Divisi 2.
Kepastian ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menyelenggarakan kompetisi baru FIFA di kawasan ASEAN. Penyelenggaraan turnamen merupakan hasil kolaborasi FIFA, Pemerintah Indonesia, dan PSSI, dengan persiapan mencakup venue, infrastruktur, keamanan, transportasi, hingga pelayanan bagi tim peserta dan suporter.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan Jakarta sebagai salah satu kota penyelenggara. Menurutnya, Pemprov DKI akan memberikan dukungan penuh agar seluruh kontestan merasa aman dan nyaman selama berada di ibu kota.
“Jakarta siap menjadi tuan rumah yang baik. Jakarta merupakan kota yang kita persiapkan menjadi kota ramah olahraga dan destinasi olahraga. Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya,” ujar Pramono saat mengikuti kegiatan Roll to Glory: FIFA ASEAN Cup Family Parade bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Minggu (13/9/2026).
Pramono menyampaikan hal itu dalam kegiatan yang digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, bertepatan dengan Car Free Day. Selain Erick Thohir, kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah legenda Timnas Indonesia.
Menurut Pramono, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sepak bola di Jakarta. Ia berharap ajang ini tidak hanya menyukseskan turnamen, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak talenta sepak bola dari Jakarta dan Indonesia.
“Secara jujur, acara-acara seperti FIFA ASEAN Cup ini sangat berarti bagi Jakarta. Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya dan mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Yang paling penting, Indonesia juara,” kata Pramono.
Pemprov DKI juga memastikan akan memenuhi kebutuhan penyelenggaraan yang diajukan PSSI, terutama dari aspek keamanan, kenyamanan, dan kemudahan transportasi bagi peserta. Pramono menyatakan siapa pun yang bertanding di Jakarta harus merasa aman dan nyaman, dan akses transportasi di ibu kota akan dioptimalkan untuk mendukung gelaran tersebut.
Dukungan PSSI dan FIFA
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut kepercayaan FIFA kepada Indonesia sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi sepak bola nasional. Menurutnya, FIFA ASEAN Cup merupakan brand FIFA, bukan milik PSSI maupun negara-negara di Asia, dan disebut sebagai salah satu ajang terbesar FIFA setelah Piala Dunia.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, DKI Jakarta dan Jawa Barat, sehingga persiapan terkait aspek teknis penyelenggaraan benar-benar ditangani dengan serius sebagai tuan rumah,” ujar Erick Thohir.
Erick juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan turnamen, termasuk FIFA, Presiden Republik Indonesia, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu berharap Timnas Indonesia bisa merebut gelar juara pada edisi perdana.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menjelaskan bahwa FIFA ASEAN Cup dirancang untuk menghadirkan persaingan internasional yang lebih kompetitif bagi tim-tim nasional di kawasan Asia Tenggara. Turnamen ini juga disebut akan memperkuat hubungan sepak bola di Asia Tenggara sekaligus menghadirkan momen dan aksi internasional bagi para penggemar di kawasan tersebut.
Format dan Pembagian Grup
FIFA ASEAN Cup 2026 diikuti 14 tim nasional yang terbagi dalam dua divisi. Pada Divisi 1, Indonesia tergabung di Grup A bersama Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Adapun Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Seluruh pertandingan Grup A akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan kick off pukul 16.00 dan 19.30 WIB. Khusus laga Indonesia melawan Singapura dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB. Sementara itu, seluruh pertandingan Grup B digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dengan jam kick off yang sama.
Setiap tim harus melewati tiga laga penyisihan grup dengan sistem setengah kompetisi. Hanya juara Grup A dan juara Grup B yang berhak melaju ke final, sedangkan runner-up kedua grup bertanding memperebutkan posisi ketiga.
Laga perebutan tempat ketiga dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, disusul final pada pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Status turnamen sebagai kompetisi resmi FIFA juga membuat klub memiliki kewajiban melepas pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional negara peserta.
Pada Divisi 2 yang digelar di Hong Kong, Grup A dihuni Hong Kong, Laos, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B diisi Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar.
Sebelumnya, trofi FIFA ASEAN Cup 2026 telah diperlihatkan dan dipamerkan di Indonesia Sports Summit 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center pada Jumat (11/9/2026). Trofi yang didatangkan langsung FIFA dari Zurich, Swiss, itu tiba di Jakarta pada Kamis (10/9/2026).
Dengan persiapan yang terus berjalan, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian bagi kesiapan ekosistem sepak bola nasional dalam menggelar kompetisi internasional. Perhatian publik selanjutnya tertuju pada kesiapan teknis kedua stadion, kelancaran mobilitas tim dan suporter, serta performa Timnas Indonesia di Grup A saat turnamen bergulir akhir September mendatang.












