Cakrawala News – 14 September 2026 | Meski menang lawan Inter Milan, Jose Mourinho menghadapi masalah besar di Real Madrid. Kemenangan 2-1 atas Inter Milan di Santiago Bernabeu pada laga pembuka fase liga Liga Champions 2026-2027 tidak serta-merta menyelesaikan persoalan di tubuh Los Blancos. Gol Kylian Mbappe dan Federico Valverde membawa Madrid unggul lebih dulu sebelum Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan Inter, tetapi skor akhir dinilai tidak menggambarkan jalannya pertandingan.
Sejumlah masalah mengemuka setelah laga tersebut, mulai dari performa rekrutan termahal klub yang terus menjadi sorotan, cemoohan suporter terhadap Vinicius Junior, hingga kritik bahwa Inter Milan justru tampil lebih dominan dalam banyak aspek permainan. Bagi Mourinho, kemenangan itu menjadi kabar baik sekaligus peringatan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Kemenangan yang Diinginkan Mourinho
Melansir ESPN, Mourinho sebelumnya sudah menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu peduli bagaimana pertandingan berjalan selama Real Madrid mampu mendapatkan hasil maksimal. Ia menyatakan lebih memilih menang ketimbang bermain bagus tetapi kalah, merujuk pada kekalahan 0-1 dari Real Betis di LaLiga pada pekan sebelumnya.
Keinginannya terwujud. Madrid mengamankan tiga poin dalam pertandingan pembuka fase liga Liga Champions. Bagi Mourinho, ini menjadi awal dari upayanya memenangkan trofi yang belum pernah ia raih selama periode pertamanya di Bernabeu. Namun, jika Madrid ingin benar-benar menjadi kandidat juara dan melangkah hingga final di Stadion Metropolitano pada Juni mendatang, performa seperti melawan Inter jelas belum cukup.
Inter Lebih Dominan, Madrid Lebih Efektif
Real Madrid menang, tetapi Inter justru tampil lebih dominan dalam banyak aspek permainan. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi Mourinho. Efektivitas Madrid dalam memanfaatkan peluang memang terlihat, tetapi dominasi Inter menunjukkan bahwa kemenangan tersebut belum menjadi gambaran performa yang meyakinkan.
Kemenangan atas Inter sempat menambah kepercayaan diri skuad asuhan Mourinho. Madrid sebelumnya menelan kekalahan 0-1 dari Real Betis pada pertandingan liga, sehingga hasil positif di Liga Champions diharapkan mengembalikan momentum tim.
Sorotan Terhadap Rekrutan 140 Juta Euro
Masalah besar lainnya datang dari performa rekrutan anyar Real Madrid, Yan Diomande. Pemain yang diboyong dari RB Leipzig dengan nilai fantastis mencapai 140 juta euro itu dipercaya tampil sebagai starter untuk pertama kalinya saat Madrid meraih kemenangan 4-1 atas Rayo Vallecano dalam lanjutan LaLiga.
Sayang, Diomande gagal memanfaatkan kesempatan emas tersebut dan tampil jauh di bawah ekspektasi. Winger asal Pantai Gading itu akhirnya ditarik keluar di pertengahan laga tanpa memberikan kontribusi nyata. Catatan ini memperpanjang tren negatifnya yang belum mencetak satu pun gol maupun assist dalam enam laga awalnya bersama Los Blancos.
Penampilan buruk dari rekrutan termahal sepanjang sejarah klub tersebut langsung mengundang gelombang kritik keras, terutama dari berbagai media ternama Spanyol. Media terkemuka Spanyol, Marca, memberikan penilaian cukup pedas atas aksi sang pemain di lapangan.
Tekanan terhadap Diomande menjadi ujian tersendiri bagi Mourinho. Sebagai pelatih, ia dituntut mampu mengembalikan kepercayaan diri pemain yang dibeli dengan harga selangit tersebut, sekaligus memastikan investasi besar klub tidak berjalan sia-sia.
Vinicius Dicemooh, Mourinho Ikut Sedih
Persoalan juga datang dari Vinicius Junior. Pemain asal Brasil itu dicemooh fans Real Madrid saat menghadapi Inter Milan. Vinicius tampil sebagai starter dan ditarik keluar pada menit ke-87, digantikan Alvaro Carreras, tanpa menyumbang gol di laga tersebut.
Terdengar cemoohan dari suporter Real Madrid di tribun saat Vinicius meninggalkan lapangan. Pemain asal Brasil itu membalas dengan bertepuk tangan. Fans disinyalir kurang puas dengan performa Vinicius pada awal musim ini, terlebih setelah ia sempat terlihat menolak salaman dengan Jose Mourinho ketika kalah dari Real Betis akhir pekan lalu.
Mourinho menanggapi cemoohan tersebut dengan membela pemainnya. Ia menilai Vinicius berusaha memberikan yang terbaik di lapangan dan tak pantas mendapat cibiran. Mourinho menganalogikan pemainnya sebagai pohon yang berbuah lebat, sehingga wajar menjadi sasaran lemparan batu.
Ia juga menyebut Vinicius terus bekerja lebih keras dari sebelumnya dan berada sangat dekat dengan kecepatan puncaknya. Menurut Mourinho, Vinicius telah memecahkan rekornya musim ini, termasuk dalam hal merebut bola.
Jadwal Padat Menanti
Real Madrid diprediksi kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Rayo Vallecano pada pekan kelima Liga Spanyol 2026-2027 di Bernabeu. Los Blancos datang dengan modal kemenangan atas Inter Milan, sedangkan Rayo Vallecano membawa kemenangan 3-2 atas Racing de Santander.
Madrid memiliki peluang besar mengamankan tiga poin setelah menelan kekalahan dari Real Betis. Hasil tersebut membuat Los Blancos mengoleksi 9 poin dari empat pertandingan dan menempati posisi ketiga klasemen Liga Spanyol. Sebelum kalah dari Real Betis, Madrid tampil sempurna dengan mengalahkan Espanyol, Real Sociedad, dan Malaga dalam tiga pertandingan awal.
Rekor pertemuan juga sangat berpihak kepada Real Madrid. Dari 48 pertandingan terakhir melawan Rayo Vallecano di semua kompetisi, Los Blancos meraih 34 kemenangan dan hanya tujuh kali kalah, sekaligus mencetak 121 gol.
Pasukan Jose Mourinho tidak boleh kembali kehilangan poin jika ingin menjaga persaingan dengan Barcelona. Sang juara bertahan sudah menunjukkan performa luar biasa pada awal musim dan unggul tiga poin atas Real Madrid di klasemen.
Dengan demikian, meski menang lawan Inter Milan, Jose Mourinho menghadapi masalah besar di Real Madrid yang menuntut penyelesaian cepat. Kombinasi tekanan pada Diomande, situasi Vinicius, dan dominasi lawan yang belum sepenuhnya teratasi membuat perjalanan Madrid musim ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Bagaimana Mourinho meracik solusi dalam laga-laga berikutnya akan menentukan arah Los Blancos di LaLiga dan Liga Champions.










