Cakrawala News – 18 September 2026 | Persib Bandung menorehkan kemenangan bersejarah atas FC Seoul di AFC Champions League Two (ACL2) 2026/27. Bermain di Seoul World Cup Stadium pada Rabu (16/9/2026) malam WIB, Persib menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Julio Cesar. Kemenangan ini tidak hanya memberi tiga poin, tetapi juga memutus rekor buruk klub-klub Indonesia saat bertandang ke markas wakil Korea Selatan di kompetisi antarklub Asia.
Pelatih Persib, Igor Tolic, mengungkapkan bahwa kemenangan tersebut lahir dari keputusan taktis yang logis. Ia menyadari timnya datang ke Korea Selatan setelah menempuh perjalanan jauh dengan waktu istirahat hanya tiga hari. Kondisi itu membuatnya enggan menerapkan gaya bermain menekan tinggi sepanjang laga.
“Kami tahu tidak bisa datang ke sini setelah perjalanan jauh, waktu istirahat yang hanya tiga hari, dan langsung melakukan high pressing serta menuntut hal ekstra,” kata Tolic dalam sesi jumpa pers selepas laga.
Karena itu, Tolic memilih pendekatan yang ia sebut sebagai mode hemat energi. Persib bermain lebih efektif, memperkuat lini pertahanan, dan mengatur ritme agar mampu bertahan hingga akhir pertandingan. Menurut Tolic, keputusan itu diambil karena ia tidak tahu siapa pemain yang mampu bertahan selama 90 menit penuh.
“Jadi, kami memutuskan untuk menghemat energi hingga akhir karena kami tidak tahu siapa yang bisa bertahan selama 90 menit. Dan kami beruntung, FC Seoul tidak tampil dengan tim terbaiknya,” ujar Tolic.
Rotasi FC Seoul dan Gol Cepat Julio Cesar
Di sisi lain, pelatih FC Seoul, Kim Gi Dong, mengakui bahwa timnya tidak menurunkan skuad terbaik. Ia memilih melakukan rotasi dan memberi kesempatan kepada sejumlah pemain yang menjalani debut. Menurut Kim, sekitar enam pemain menjalani debut mereka pada laga tersebut.
“Meskipun melakukan rotasi pemain, karena ini pertandingan kandang dan laga pertama, saya berharap kami bisa menang. Banyak pemain yang baru pertama kali turun bermain, dan sekitar enam orang menjalani debut mereka,” kata Kim, dikutip dari My Daily.
Kim menyebut FC Seoul sebenarnya memiliki rencana untuk menjaga gawang tetap bersih pada babak pertama. Namun, gol cepat Persib membuat rencana tersebut berantakan. Gol Julio Cesar yang datang di menit kelima memaksa FC Seoul mengubah pendekatan lebih awal.
“Kami berencana untuk tidak kebobolan di babak pertama dan memulai paruh kedua dengan baik, tetapi kebobolan di awal sehingga situasinya menjadi sulit,” ujar Kim.
Menurut Kim, setelah unggul, Persib bermain lebih bertahan sehingga FC Seoul kesulitan menciptakan gol. Ia juga menyoroti penampilan para pemain muda yang dinilainya masih kurang percaya diri. Meski kecewa dengan hasil tersebut, Kim berharap pengalaman bermain di ACL2 bisa membantu para pemain mudanya berkembang.
Memutus Rekor 10 Kekalahan
Kemenangan atas FC Seoul menjadi catatan penting bagi sepak bola Indonesia. Sebelum Persib bertandang ke Seoul, klub-klub Indonesia tercatat sudah 10 kali menghadapi wakil Korea Selatan di kandang lawan dalam kompetisi antarklub Asia. Semuanya berakhir dengan kekalahan. Hasil di Seoul World Cup Stadium memutus tren negatif tersebut.
FC Seoul sendiri datang ke laga ini dengan status favorit. Mereka sedang memimpin klasemen sementara K-League 1 dengan koleksi 62 poin, unggul 15 poin atas pesaing terdekatnya, FC Ulsan. Namun, Persib mampu menciptakan kejutan lewat performa disiplin dan efektif.
Kemenangan ini juga menjadi pembuka yang baik bagi Persib di Grup G ACL2 2026/27. Tiga poin di kandang lawan memberi modal berharga sebelum menjalani laga-laga berikutnya di fase grup.
Antusiasme Bobotoh dan Sorotan Lain
Dukungan suporter turut mewarnai laga di Seoul. Salah satunya datang dari Gina Selvina, figur yang dikenal sebagai Mama Gina dari Kimbab Family. Ia menonton langsung pertandingan tersebut bersama keluarganya dan mengaku suasana stadion terasa seperti berada di Bandung.
Gina bercanda karena di berbagai penjuru tribun terdengar obrolan berbahasa Sunda dari para bobotoh yang hadir. Ia juga memuji penampilan kiper Persib yang dinilainya tampil solid sepanjang laga sehingga mampu mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit akhir. Anak-anak Gina kompak mengenakan jersey Persib, sementara suaminya yang berkebangsaan Korea ikut larut mendukung klub kebanggaan Kota Bandung itu.
Sementara itu, di Tanah Air, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persija Jakarta. Sanksi ini berkaitan dengan pertandingan BRI Super League 2026/2027 melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 12 September 2026.
Berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI, Panpel Persija dilarang menyelenggarakan dua pertandingan kandang di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta dikenai denda Rp40 juta. Komdis mencatat adanya penyalaan kembang api di area hotel tempat Tim Persib Bandung menginap sebelum hari pertandingan, serta beberapa peristiwa kerusuhan yang terjadi akibat pertandingan tersebut. Sanksi berlaku sejak keputusan diterbitkan pada 16 September 2026 dan langsung diterapkan pada pertandingan kandang terdekat Persija. Komdis juga memberi peringatan mengenai kemungkinan hukuman lebih berat apabila terjadi pengulangan pelanggaran serupa.
Di sisi komersial, antusiasme terhadap Persib juga terlihat dari penjualan jersey musim ini. Vice President Commercial PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Budi Ulia, menyatakan bahwa pemesanan jersey Player Issue saat ini mengalami pertumbuhan sekitar 441 persen dibandingkan periode yang sama pada musim lalu. Ia belum dapat menyampaikan angka absolut penjualan karena data terus dipantau dan diperbarui secara real-time, meski ada kabar penjualan jersey musim ini telah meraup sekitar Rp7-10 miliar dari pembukaan pre-order pertama.
Kemenangan di Seoul menjadi modal penting bagi Persib untuk melanjutkan langkah di ACL2. Namun, tantangan berikutnya menanti, terutama menjaga konsistensi performa di tengah jadwal padat dan perjalanan panjang. Bagaimana Persib mempertahankan momentum ini akan menjadi sorotan dalam laga-laga selanjutnya.












