Cakrawala News – 18 September 2026 | Persija Jakarta on fire, ini kata Shin Tae-yong soal Java United [titlebase] menjadi sorotan jelang laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Macan Kemayoran datang dengan modal dua kemenangan beruntun, tetapi harus menjamu Java United FC jauh dari Jakarta, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Laga ini menghadirkan situasi tak biasa. Persija tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) maupun Jakarta International Stadium. Akibatnya, tim asuhan Shin Tae-yong itu kembali menjadi musafir dan tidak mendapat dukungan langsung dari Jakmania di tribun.
Panitia pertandingan lokal juga memutuskan laga Persija kontra Java United tidak bisa dihadiri penonton. Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan tersebut menegaskan kondisi itu tidak mengubah persiapan timnya.
Modal Dua Kemenangan Beruntun
Persija mengawali musim dengan catatan sempurna. Pada pekan pertama, mereka menundukkan Borneo FC Samarinda 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026). Sepekan berselang, Macan Kemayoran mengalahkan Persib Bandung 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Enam poin dari dua laga membuat Persija berada dalam tren positif. Namun, Shin Tae-yong menilai catatan tersebut bukan jaminan pertandingan melawan Java United akan berjalan mudah. Ia justru mengingatkan para pemain agar tetap memiliki kesiapan penuh.
Menurut Shin Tae-yong, Java United memiliki karakter permainan yang harus diantisipasi, terutama mobilitas pemain yang tinggi. Ia menyebut lawan diperkuat mantan pemain Persija, Gustavo Almeida, sehingga potensi ancaman perlu diwaspadai.
“Java United adalah tim dengan mobilitas tinggi dan banyak pemain yang aktif berlari, serta diperkuat mantan pemain Persija (Gustavo Almeida),” ujar Shin Tae-yong.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Persija Jakarta on fire, ini kata Shin Tae-yong soal Java United [titlebase] bukan sekadar soal tren kemenangan, melainkan juga soal kewaspadaan terhadap kekuatan lawan.
Persiapan Normal Meski Tanpa Jakmania
Status sebagai musafir membuat Persija kehilangan keuntungan bermain di kandang sendiri. Dukungan Jakmania yang biasanya menjadi energi tambahan di tribun juga tidak bisa dirasakan langsung.
Kendati demikian, Shin Tae-yong memastikan program latihan tetap berjalan sesuai agenda tim pelatih. Ia menekankan perubahan lokasi tidak memberikan dampak berarti terhadap persiapan Rizky Ridho dan kawan-kawan.
“Persiapan dilakukan secara normal sesuai dengan rencana dan jadwal yang biasa dijalankan oleh tim,” kata Shin Tae-yong.
Ia juga tidak ingin timnya hanya terpaku pada kondisi internal. Fokus utama tetap pada bagaimana Persija meredam kekuatan Java United dan memaksimalkan peluang meraih kemenangan ketiga beruntun.
Kabar baiknya, Persija berpeluang menurunkan skuad yang lebih baik dibanding saat melawan Persib Bandung. Sebelumnya, beberapa pilar seperti Witan Sulaeman, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, dan Kwon Chang-hoon absen karena belum pulih dari cedera.
Shin Tae-yong tidak menyebut secara spesifik siapa pemain yang sudah bisa bermain. Namun, Witan dan Dony Tri diprediksi memiliki peluang untuk comeback pada laga ini.
“Saya pikir kita akan bisa menurunkan skuad yang lebih baik daripada saat pertandingan melawan Persib,” ujar Shin Tae-yong, Kamis (17/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi The Jakmania, meski mereka tidak bisa menyaksikan langsung dari tribun. Komposisi pemain yang lebih lengkap berpotensi menjaga ritme permainan Persija di lini serang dan lini belakang.
Ujian Konsistensi di Awal Musim
Bagi Persija, laga melawan Java United menjadi ujian konsistensi. Dua kemenangan awal memang penting sebagai pijakan, tetapi BRI Super League menuntut stabilitas performa sepanjang musim.
Bermain di Bali tanpa penonton bisa menjadi tantangan tersendiri secara mental. Persija harus mampu menciptakan intensitas sendiri, terutama ketika menghadapi tim yang dikenal aktif bergerak dan agresif menekan.
Shin Tae-yong menyadari hal itu. Ia menilai kemenangan atas Borneo FC dan Persib Bandung sangat berarti karena Persija mampu mengalahkan tim-tim kuat. Namun, ia tetap menekankan agar para pemain tidak terlena.
Persija Jakarta on fire, ini kata Shin Tae-yong soal Java United [titlebase] juga menjadi gambaran bagaimana Macan Kemayoran beradaptasi dengan jadwal padat dan situasi di luar lapangan. Perubahan venue menjadi bagian dari dinamika kompetisi yang harus dijalani.
Dari sisi klasemen, kemenangan ketiga beruntun akan memperkuat posisi Persija di papan atas dan menjaga rekor sempurna. Sebaliknya, hasil negatif bisa memangkas momentum yang sudah dibangun sejak pekan pertama.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Pertandingan melawan Java United menjadi kesempatan bagi Persija untuk membuktikan bahwa tren positif bukan sekadar kebetulan. Kualitas lawan, kondisi pemain yang mulai pulih, serta adaptasi di Bali akan menjadi faktor penentu.
Setelah laga ini, Persija masih akan menghadapi rangkaian pertandingan lain yang tidak kalah menantang. Karena itu, menjaga fokus dan kebugaran skuad menjadi pekerjaan rumah utama bagi tim pelatih.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan BRI Super League 2026/2027, laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini layak dinantikan. Persija Jakarta on fire, ini kata Shin Tae-yong soal Java United [titlebase] menunjukkan bahwa kepercayaan diri tinggi tetap harus dibarengi kewaspadaan terhadap detail permainan lawan.












