Cakrawala News – 19 September 2026 | Serangan drone jarak jauh Ukraina kembali menyasar infrastruktur energi Rusia, kali ini menghantam kilang minyak Slavyansk-EKO di wilayah Krasnodar, Rusia selatan. Serangan tersebut merusak unit pengolahan minyak mentah dan tangki bahan bakar, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Kyiv menghentikan serangan terhadap industri energi Rusia karena dianggap memicu lonjakan harga diesel dunia.
Menurut laporan Kyiv Post yang mengutip citra satelit dari badan pemantau kebakaran NASA FIRMS, kebakaran di kilang Krasnodar masih terlihat dari luar angkasa pada Senin, beberapa hari setelah serangan berlangsung. Kilang Slavyansk-EKO diketahui mengolah minyak dan kondensat gas menjadi bahan bakar olahan, termasuk diesel.
Serangan itu merupakan bagian dari gelombang serangan drone besar-besaran yang dilancarkan Ukraina pada akhir pekan. Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina dan badan intelijen militer HUR mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Lebih dari 400 Drone Dikerahkan
Blogger militer Ukraina melaporkan bahwa pasukan drone negara itu meluncurkan lebih dari 400 pesawat kamikaze untuk menyerang target di wilayah barat dan selatan Federasi Rusia pada Sabtu malam. Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu mengklaim telah menembak jatuh 389 drone sayap tetap di seluruh negeri.
Selain kilang di Krasnodar, serangan kedua pada malam yang sama menembus sekitar 1.200 kilometer ke wilayah Rusia untuk menghantam kilang Taneco yang dioperasikan Tatneft di kawasan Volga atas, Tatarstan. Fasilitas itu disebut sebagai salah satu kilang paling modern di Rusia dan produsen diesel utama nasional.
Rekaman kebakaran besar di pusat kilang beredar di media sosial lokal, meski otoritas setempat menyatakan kerusakan yang timbul minimal. Citra FIRMS pada Senin menunjukkan tanda panas signifikan yang konsisten dengan kebakaran besar yang masih berlangsung di kedua lokasi.
Rekor Serangan Bulan Agustus
Serangan terhadap Slavyansk-EKO dan Taneco menyusul sepekan serangan udara hampir setiap hari oleh kawanan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Pada 7 September, serangan menghantam kilang di Ryazan dan Perm. Sehari berselang, serangan menyasar kilang di Saratov serta kilang dan penyimpanan bahan bakar di pelabuhan Laut Hitam Novorossiysk.
Pada 10 September, serangan membakar terminal pemuatan minyak di pesisir Laut Kaspia. Serangan 11 September kembali menghantam kilang minyak Saratov, sementara pada 12 September serangan menyasar kilang ketiga di Saratov dan fasilitas Lukoil-Permnefteorgsintez di Perm, jauh di dalam wilayah Rusia dekat Pegunungan Ural.
Data yang dipublikasikan bank data serangan jarak jauh nasional Ukraina, DeepStrike UA, dan statistik Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina menunjukkan bahwa pada Agustus 2026, pasukan drone Ukraina mencetak rekor masa perang dengan menghantam 21 kilang minyak Rusia.
Trump Tekan Zelensky
Di tengah intensitas serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menghentikan serangan terhadap industri energi Rusia. Berbicara kepada wartawan pada Minggu saat mengunjungi turnamen golf Amgen Irish Open 2026, Trump menyebut serangan drone jarak jauh Ukraina terhadap kilang minyak Rusia sebagai penyebab utama lonjakan harga diesel dunia.
Seruan Trump itu datang sekitar enam jam setelah gelombang serangan drone Ukraina membakar dua kilang minyak Rusia. Satu paket serangan yang diluncurkan dini hari, jauh sebelum Trump tampil di lapangan golf, terbang sekitar 300 kilometer melalui ruang udara yang dikendalikan Rusia untuk menghantam kilang Slavyansk-EKO di Krasnodar.
Pernyataan Trump tersebut juga dinilai sebagian pengamat sebagai upaya mengalihkan tanggung jawab atas kenaikan harga energi global kepada Ukraina, sekaligus melampiaskan kekesalan atas sikap Kyiv yang semakin tegas dan otonom.
Pemilu Parlemen di Tengah Perang
Serangan terhadap infrastruktur energi di Krasnodar dan wilayah lain terjadi bersamaan dengan dimulainya pemungutan suara pemilihan parlemen Rusia yang berlangsung tiga hari, Jumat hingga Minggu. Ini merupakan pemilu parlemen pertama Rusia sejak invasi skala penuh ke Ukraina dimulai pada 2022.
Otoritas Rusia menyebar pemungutan suara sepanjang akhir pekan untuk meningkatkan partisipasi di antara 111 juta pemilih yang memenuhi syarat, dan bahkan mengizinkan pemungutan suara elektronik. Presiden Vladimir Putin dilaporkan memberikan suaranya secara daring pada Jumat, dan kantor berita negara merilis video dirinya di depan layar komputer.
Partai utama Kremlin, Rusia Bersatu, hampir dipastikan mempertahankan kendali mayoritas atas majelis rendah, Duma Negara. Sejumlah partai kecil dari apa yang disebut oposisi sistemik yang selama ini sejalan dengan pemerintah pada semua isu kunci juga diperkirakan tetap hadir.
Dalam pesannya menjelang pemungutan suara, Putin menyatakan bahwa pilihan dan tekad rakyat akan kembali menunjukkan bahwa jutaan orang berdiri di belakang para pejuang Rusia. Kremlin berharap pemilu ini menegaskan dukungan publik terhadap perang dan memberikan legitimasi atas tindakannya, sembari menekan segala bentuk perbedaan pendapat.
Dampak pada Pasar Energi
Serangan beruntun terhadap kilang minyak Rusia menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar global. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada 14 September menyatakan bahwa sejumlah instalasi tambahan telah dioperasikan di sejumlah kilang di Rusia untuk meningkatkan volume produksi produk minyak.
Dalam rapat mengenai situasi pasar bahan bakar, Novak menginstruksikan departemen terkait memperkuat pengawasan terhadap penetapan harga bahan bakar di segmen grosir kecil. Pemerintah Rusia juga menyatakan pasokan bahan bakar ke sejumlah daerah yang mengalami gangguan lokal diorganisasi secara manual.
Sejumlah warga Rusia dilaporkan memilih meninggalkan negara itu dengan alasan kekhawatiran wajib militer dan hilangnya kebebasan. Sementara itu, di Moskow, warga yang diwawancarai media internasional menyampaikan harapan beragam terhadap pemilu, mulai dari keinginan melihat perubahan hingga penilaian bahwa platform partai yang ada sudah memadai.
Dengan serangan drone yang masih berlanjut dan tekanan diplomatik dari Washington, situasi di Krasnodar dan wilayah energi Rusia lainnya akan tetap menjadi sorotan. Perkembangan berikutnya bergantung pada apakah seruan Trump diindahkan Kyiv, serta bagaimana Moskow merespons gangguan pasokan bahan bakar di tengah agenda politik pemilu parlemennya.












