Cakrawala News – 23 September 2026 | Rencana pembangunan kereta api di Bali tinggal menunggu waktu, Koster buka-bukaan bahwa proyek perkeretaapian ini bakal mulai dibangun pada 2027. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan hal tersebut saat rapat paripurna DPRD Bali pada 21 September, dengan menyebut proyek ini sebagai tindak lanjut arahan Menteri Bappenas kepada Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI).
Menurut Koster, kereta api tersebut dirancang untuk mengatasi kemacetan parah di jalur Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu, Badung. Ia menyatakan KAI sudah tiga kali melakukan paparan dan hasilnya dinilai sudah oke, termasuk kesiapan anggarannya.
“KAI sudah tiga kali paparan, sudah oke, anggarannya juga sudah disiapkan. Jadi, mulai 2027 akan dibangun kereta api,” kata Koster, dikutip dari Antara.
Gubernur dua periode itu juga mengeklaim proyek ini ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama dalam waktu dekat oleh Presiden Prabowo Subianto. Koster memastikan desain kereta akan dirancang khusus dengan mengusung estetika budaya Bali agar selaras dengan sektor pariwisata.
Bukan Hanya Kereta dan Tol
Ambisi pembangunan infrastruktur Koster pada periode kedua kepemimpinannya tidak berhenti pada moda kereta dan tol kedua di Bali. Ia juga mengungkap sejumlah proyek infrastruktur pendukung yang menurutnya tidak hanya didanai APBN, melainkan dikerjakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.
Beberapa proyek yang disebut Koster antara lain pembangunan overpass untuk mengurai kemacetan di kawasan Jimbaran serta pembangunan jembatan di Nusa Lembongan. Selain itu, ada proyek gedung parkir terpadu di kawasan Pura Batur, Kintamani, yang ditujukan untuk mengatasi kemacetan akibat aktivitas pariwisata.
“Semua akan jalan 2027 dalam waktu dua tahun. Jadi, sepanjang 2027-2028 bangunan gedung parkir di Batur itu selesai, tidak lagi mampet di jalan depan Pura Batur itu,” ujar Koster.
Di sektor logistik dan transportasi laut, Pemerintah Provinsi Bali juga mendorong pengoperasian dermaga baru di Pelabuhan Celukan Bawang oleh ASDP. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menopang distribusi barang.
Target Kemacetan Tuntas 2028
Jika seluruh rangkaian proyek berjalan lancar, Pemprov Bali optimistis persoalan kemacetan di Bali dapat teratasi secara tuntas pada 2028. Optimisme tersebut bertumpu pada asumsi bahwa pembangunan kereta api, tol, overpass, jembatan, gedung parkir, hingga dermaga baru selesai sesuai jadwal yang dicanangkan.
Namun, sejumlah hal masih perlu dicermati. Proyek kereta api yang menyasar koridor Bandara I Gusti Ngurah Rai-Canggu merupakan kawasan padat aktivitas pariwisata, sehingga tahap konstruksi berpotensi berbenturan dengan mobilitas harian warga dan wisatawan. Kesiapan pembebasan lahan, integrasi antarmoda, serta skema pendanaan lintas kementerian juga menjadi faktor penentu apakah target 2027 benar-benar terealisasi.
Selain itu, pernyataan Koster soal peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo masih bersifat rencana. Belum ada keterangan resmi dari KAI maupun Kementerian Perhubungan yang dirinci dalam pemberitaan ini mengenai jadwal pasti, panjang lintasan, jumlah stasiun, maupun nilai investasi proyek kereta api tersebut.
Yang jelas, arah kebijakan pembangunan Bali dalam beberapa tahun ke depan akan sangat ditentukan oleh eksekusi proyek-proyek ini. Bagi publik, perkembangan yang perlu diikuti adalah kepastian jadwal, transparansi anggaran, dan dampaknya terhadap lalu lintas serta tata ruang di kawasan selatan Bali.






