Jawa  

Abah Anza Mengaku Lupa Nama Gubernur Jateng, Ini Sebabnya

Abah Anza Mengaku Lupa Nama Gubernur Jateng, Ini Sebabnya
Abah Anza Mengaku Lupa Nama Gubernur Jateng, Ini Sebabnya

Cakrawala News – 25 September 2026 | Pendakwah kondang KH Anwar Zahid atau yang akrab disapa Abah Anza mengaku lupa nama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri tasyakuran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI. Abah Anza mengaku lupa nama gubernur Jateng, ini sebabnya disampaikan dengan gaya khas seorang kiai yang penuh candaan, yakni karena sejak dilantik menjadi gubernur, Ahmad Luthfi belum pernah mengundangnya. Pengakuan itu disampaikan di hadapan jemaah Jateng Bersolawat yang memadati Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (23/9) malam.

Momen tersebut terjadi ketika mubalig asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu menyapa sejumlah pejabat yang hadir dalam acara tasyakuran MTQ Nasional XXXI. Selain Gubernur Ahmad Luthfi, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, serta segenap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Yang sama-sama dicintai, dihormati, dibanggakan, Bapak Gubernur Provinsi Jawa Tengah yang mohon maaf saya lupa namanya karena semenjak dilantik jadi gubernur belum pernah mengundang saya,” kata Anwar Zahid.

Gaya khas Abah Anza itu langsung disambut riuh dan tepuk tangan jemaah. Alih-alih menutup candaan, ia justru melanjutkannya dengan mengaitkan kelupaan tersebut pada map yang biasa digunakan untuk mengingat nama pejabat. Menurutnya, map yang dulu memuat tulisan nama pejabat kini sudah hilang dan belum ada penggantinya, sehingga ia mengaku benar-benar lupa nama orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

“Jadi map yang dulu ada tulisan namanya itu sudah hilang. Jadi belum ada map lagi yang baru jadi saya maaf sekali lupa namanya,” ujarnya.

Meski demikian, kelupaan tersebut tidak mengurangi rasa hormat Abah Anza kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia secara khusus menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang.

Abah Anza juga memberikan apresiasi terhadap peningkatan prestasi kafilah Jawa Tengah dalam ajang bergengsi tersebut. Ia menyoroti lonjakan peringkat kontingen tuan rumah yang dinilainya luar biasa.

“Luar biasa prestasi dari kontingen Jawa Tengah dari tahun kemarin peringkat 16 melompat ke peringkat dua nasional,” katanya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa perhatian Abah Anza dalam acara tersebut tidak hanya tertuju pada interaksi santai dengan para pejabat, tetapi juga pada capaian yang diraih kafilah Jawa Tengah. Lompatan peringkat dari posisi 16 ke peringkat dua nasional menjadi salah satu sorotan dalam tasyakuran yang digelar seusai rangkaian MTQ Nasional XXXI.

Suasana Tasyakuran dan Kehadiran Pejabat

Tasyakuran yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, itu menjadi ajang pertemuan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin dan Sekretaris Daerah Sumarno menunjukkan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Selain dihadiri segenap kepala OPD, acara tersebut juga diramaikan oleh jemaah Jateng Bersolawat yang antusias mengikuti jalannya kegiatan. Antusiasme jemaah terlihat dari respons mereka terhadap gaya ceramah dan candaan Abah Anza, termasuk saat ia mengaku lupa nama gubernur yang sedang duduk di hadapannya.

Dalam konteks ini, gaya komunikasi Abah Anza dinilai mampu mencairkan suasana resmi sebuah acara pemerintahan. Pendakwah kelahiran Bojonegoro itu dikenal luas memiliki ciri khas ceramah yang ringan, diselingi humor, namun tetap menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan sosial kepada jemaahnya.

Pengakuan lupa nama gubernur itu pun menjadi salah satu momen yang paling diingat dalam tasyakuran tersebut. Meski disampaikan secara bercanda, pernyataan Abah Anza menyiratkan harapan agar hubungan antara ulama dan pemerintah daerah semakin erat, termasuk melalui undangan dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Prestasi Kafilah Jawa Tengah

MTQ Nasional XXXI menjadi panggung bagi kafilah dari berbagai provinsi untuk berlomba dalam bidang tilawah, hafalan, dan cabang lainnya. Dalam ajang itu, kontingen Jawa Tengah mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Abah Anza menyebut prestasi tersebut sebagai bukti kerja keras kafilah tuan rumah. Ia menilai lonjakan dari peringkat 16 ke peringkat dua nasional merupakan capaian yang patut dibanggakan, terutama karena bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Peningkatan prestasi ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat MTQ tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Dukungan pemerintah, menurut keterangan dalam acara tersebut, menjadi salah satu faktor penting dalam pembinaan kafilah.

Dengan berakhirnya rangkaian MTQ Nasional XXXI, tasyakuran di Simpang Lima menjadi penutup sekaligus bentuk syukur atas penyelenggaraan yang dinilai berjalan sukses. Kehadiran Abah Anza menambah warna tersendiri dalam acara tersebut.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Kelupaan yang disampaikan Abah Anza hanyalah bagian kecil dari peristiwa malam itu. Namun, momen tersebut menyoroti bagaimana komunikasi publik antara ulama dan pemerintah daerah dapat berlangsung cair, bahkan dalam forum resmi.

Ke depan, perhatian publik Jawa Tengah akan tertuju pada tindak lanjut pembinaan kafilah serta penyelenggaraan kegiatan keagamaan lain di provinsi tersebut. Selain itu, hubungan antara pemerintah daerah dan para pendakwah menjadi salah satu hal yang menarik untuk dicermati, terutama dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Bagi jemaah, candaan Abah Anza soal lupa nama gubernur menjadi pengingat ringan bahwa acara keagamaan dan pemerintahan bisa berjalan berdampingan tanpa kehilangan suasana hangat. Peristiwa ini sekaligus menegaskan posisi Abah Anza sebagai salah satu pendakwah yang dekat dengan berbagai kalangan di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *