Java United Buka Suara soal Polemik Shin Tae-yong, Serahkan Semuanya ke Komdis PSSI

Java United Buka Suara soal Polemik Shin Tae-yong, Serahkan Semuanya ke Komdis PSSI
Java United Buka Suara soal Polemik Shin Tae-yong, Serahkan Semuanya ke Komdis PSSI

Cakrawala News – 25 September 2026 | Java United tak tinggal diam soal polemik Shin Tae-yong, begini pernyataannya. Klub berjuluk Laskar Kepodang Emas itu akhirnya angkat bicara terkait dugaan tindakan diskriminatif yang dilontarkan Direktur Teknik mereka, Achmad Resal Octavian, kepada pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram klub, @java.utd, pada Rabu, 23 September 2026, Java United memilih menyerahkan seluruh proses penyelesaian insiden tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Pernyataan itu menjadi respons pertama klub setelah rekaman pertandingan yang memuat ucapan bernuansa diskriminatif menyebar luas di media sosial. Insiden tersebut terjadi ketika Persija bertandang ke markas Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 19 September 2026.

Sikap Resmi Java United

Melalui pernyataan tertulisnya, Java United menyayangkan kericuhan yang terjadi dalam laga tersebut. Klub menegaskan bahwa segala pemicu dan penyebab keributan perlu menjadi bahan pertimbangan dalam proses pemeriksaan.

“Atas kejadian dan kericuhan, dengan segala pemicu dan penyebab keributan saat pertandingan Persija vs Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, kami menyayangkan hal tersebut,” tulis Java United dalam pernyataan resminya.

Klub juga menegaskan tidak akan mencampuri proses hukum dan disiplin yang sedang berjalan. Java United menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah tersebut kepada mekanisme Komdis PSSI.

“Kami menyerahkan segala proses penyelesaian masalah dan kejadian tersebut sepenuhnya kepada Komite Disiplin PSSI. Kami yakin, setiap kejadian ada penyebab dan pemicunya yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh Komdis,” lanjut pernyataan tersebut.

Media Officer Java United, Benediktus Agya, memastikan bahwa pernyataan itu sudah mewakili sikap seluruh manajemen klub. Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada permintaan maaf yang disampaikan kepada Shin Tae-yong maupun Persija atas insiden tersebut.

Kronologi Insiden

Polemik bermula dari laga yang berlangsung ketat antara Persija dan Java United. Macan Kemayoran keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 melalui gol Arlyansyah Abdulmanan. Namun, pertandingan tersebut turut diwarnai ketegangan yang melibatkan kedua kesebelasan.

Dalam video yang beredar di media sosial, Achmad Resal terlihat beranjak dari bangku cadangan Java United dan menuju ke arah tim Persija. Terdengar ucapan yang disinyalir ditujukan kepada Shin Tae-yong, yakni “Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya!” sebelum akhirnya dilerai oleh pihak keamanan.

Rekaman itu memicu reaksi luas dari publik sepak bola Indonesia. Persija Jakarta menyatakan tidak akan tinggal diam dan berencana melaporkan insiden tersebut ke Komdis PSSI.

Respons Persija dan Pemain

Persija Jakarta melalui akun Instagram resminya, @persija, menyampaikan sikap tegas terkait kejadian tersebut. Klub menegaskan komitmennya menjaga ketertiban dan kondusivitas dalam setiap pertandingan.

Tak hanya soal dugaan ucapan diskriminatif, Persija juga merasa bahwa Java United melakukan sejumlah tindakan provokasi, intimidasi, serta kekerasan selama dan setelah pertandingan. Menurut Persija, tindakan kekerasan, baik verbal maupun fisik, tidak semestinya hadir dalam lingkungan sepak bola yang menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Dari kubu pemain, bek kanan Persija Rio Fahmi turut menanggapi polemik ini. Ia mengaku tidak ingin memperpanjang masalah dan justru menganggap ucapan yang ditujukan kepada Shin Tae-yong sebagai hal yang lucu.

“Saya melihat hal tersebut lucu saja, karena masih ada saja orang seperti itu,” kata Rio Fahmi saat ditemui di Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Rio menilai ucapan tersebut kemungkinan terlontar karena situasi emosional selama pertandingan. Menurutnya, setiap orang yang terlibat dalam sepak bola memiliki keinginan membawa timnya menjadi lebih baik, sehingga bisa saja seseorang khilaf dalam situasi panas.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tensi pertandingan tidak seharusnya menghilangkan rasa saling menghormati. Ia memahami setiap tim memiliki kepentingan masing-masing selama 90 menit pertandingan berlangsung, namun setelah itu semua pihak harus kembali saling menghargai.

Menunggu Keputusan Komdis PSSI

Sikap Java United yang menyerahkan persoalan ini ke Komdis PSSI menandai bahwa polemik belum menemui titik terang. Publik sepak bola Indonesia kini menantikan bagaimana mekanisme disiplin PSSI menangani laporan yang diajukan Persija.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut isu diskriminasi dan xenofobia yang seharusnya tidak memiliki tempat dalam dunia olahraga. Bagaimana Komdis PSSI mempertimbangkan pemicu, penyebab, serta bukti yang ada akan menentukan arah penyelesaian perkara ini.

Java United tak tinggal diam soal polemik Shin Tae-yong, begini pernyataannya, namun klub memilih tidak berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas berwenang. Keputusan Komdis PSSI nantinya akan menjadi rujukan penting bagi penegakan disiplin dan perlindungan terhadap nilai-nilai sportivitas di kompetisi sepak bola nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *