Cakrawala News – 27 September 2026 | JAKARTA – Kabar dari dunia hiburan Tanah Air kembali menghangat dalam 3 berita artis terheboh: Ruben tagih uang proyek film, sengketa PARFI masuk babak baru. Presenter Ruben Onsu meluapkan kemarahannya di media sosial karena menagih pembayaran proyek film yang belum diselesaikan, sementara Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Ki Kusumo dalam sengketa kepengurusan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Kedua persoalan itu menjadi sorotan pembaca sepanjang Jumat (25/9).
Ruben Onsu, yang dikenal sebagai presenter sekaligus Executive Producer Smaradhana Pro, menyampaikan kekecewaannya melalui Instagram Story pada Kamis (24/9/2026). Ia menagih hak finansialnya kepada pihak 786 Production, khususnya produser bernama Nebraajj Nicki.
Dalam unggahannya, Ruben secara terbuka menyebut nama produser tersebut dan mempertanyakan pembayaran yang menurutnya belum tuntas. Ia mengaku geram lantaran kesepakatan bisnis terkesan dianggap sepele dan penyelesaian kewajiban terus ditunda.
“Salam Pak NEBRAAAJJJ NICKI_TujuhDelapanEnaamm, apa kabar? Mana uang saya!! Saya juga punya keperluan nih, maaf nih ditagih lewat sini, karena bapak terlalu anggap gampang!!” tulis Ruben Onsu.
Ruben menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam proyek tersebut bukan sebagai pemain, melainkan di balik layar melalui Smaradhana Pro sebagai Executive Producer yang memberikan dukungan terhadap produksi film. Karena posisinya itu, ia memiliki kepentingan terhadap sejumlah kesepakatan, termasuk persoalan finansial dan kontrak kerja sama.
Dampak dari molornya pembayaran itu, kata Ruben, turut mengganggu stabilitas keuangan pribadinya. Ia menyebut arus kas atau cash flow yang telah dirancang menjadi berantakan karena janji yang tak terealisasi.
“Sementara uang saya jadi nggak muter gara-gara bapak, merusak cash flow saya jadi kacau karena gak sesuai yang dijanjikan. Dan uang saya yang belom juga bapak bayarkan!” ujar Ruben.
Kemarahan Ruben kian memuncak setelah mengetahui proyek film hasil kolaborasi tersebut telah resmi dibeli dan ditayangkan oleh platform over-the-top (OTT) Netflix. Meski demikian, ia mengaku belum mendapatkan kejelasan maupun transparansi terkait dokumen kontrak pembelian platform tersebut.
“Kan udah dibeli sama OTT NFLIX!! Mana kontraknya??” tulisnya sembari menandai akun @786_production, sutradara @adityagumay_sanggarananda, serta @mr.agungwicaksono7.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak 786 Production maupun produser yang disebut Ruben terkait tudingan tersebut. Karena itu, persoalan ini masih bersifat klaim dari satu pihak dan menunggu klarifikasi dari pihak lain agar gambaran permasalahan menjadi utuh.
Sengketa PARFI Masuk Babak Baru
Di sisi lain, sengketa kepengurusan PARFI memasuki babak baru setelah Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Ki Kusumo. Dalam amar putusannya, MA menyatakan, “Kabul Kasasi, Batal Putusan Judex Facti, Adili Sendiri: Gugatan NO.”
Putusan tersebut membuat gugatan yang diajukan Alicia Djohar dan Gusti Randa dinyatakan tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO). Keputusan ini menjadi perkembangan penting dalam polemik kepengurusan organisasi yang menaungi para artis film Indonesia itu.
Dengan dibatalkannya putusan judex facti dan gugatan dinyatakan tidak dapat diterima, arah penyelesaian sengketa PARFI kembali berubah. Publik pun menantikan langkah lanjutan dari para pihak yang bersengketa setelah putusan kasasi tersebut.
Laut Bercerita Tutup Jakarta Film Week
Selain dua persoalan di atas, berita artis terheboh lainnya datang dari ajang Jakarta Film Week (JFW). Film garapan sutradara Yosep Anggi Noen, Laut Bercerita, terpilih sebagai film penutup festival tersebut.
Pemilihan Laut Bercerita sebagai penutup JFW menambah warna tersendiri bagi industri perfilman nasional. Ajang ini menjadi ruang bagi karya sineas Indonesia untuk kembali mendapat perhatian publik dan kalangan industri.
Ketiga perkembangan itu menunjukkan dinamika yang terjadi di dunia hiburan Tanah Air dalam waktu yang berdekatan. Mulai dari persoalan hak finansial di balik produksi film, polemik kepengurusan organisasi seniman, hingga apresiasi terhadap karya film di festival.
Bagi publik, kasus Ruben Onsu menjadi pengingat bahwa transparansi kontrak dan penyelesaian kewajiban dalam kerja sama produksi merupakan hal penting. Sementara putusan MA soal PARFI menegaskan bahwa sengketa organisasi masih berpotensi berlanjut ke tahap berikutnya.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah klarifikasi dari pihak 786 Production terkait tudingan Ruben Onsu, serta langkah hukum para pihak usai putusan kasasi PARFI. Perkembangan dari ketiga topik inilah yang membuat 3 berita artis terheboh: Ruben tagih uang proyek film, sengketa PARFI masuk babak baru tetap relevan untuk diikuti.












