Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Fabio Quartararo disebut semakin tegang dengan Yamaha sepanjang MotoGP 2026. Ketegangan itu diakui langsung oleh Manajer Tim Yamaha MotoGP, Massimo Meregalli, yang menyebut hubungannya dengan pembalap asal Prancis tersebut kini terasa lebih dingin dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, keduanya tetap menjalankan tugas secara profesional hingga akhir musim.
Pernyataan Meregalli tersebut dilaporkan Crash pada Jumat (2/10), seperti dikutip JawaPos.com. Menurut Meregalli, situasi antara Yamaha dan Quartararo memang tidak lagi sehangat dulu, tetapi kerja sama di lintasan tetap berjalan sesuai rencana tim.
Frustrasi pada Motor V4 dan Keputusan ke Honda
Pemicu utama ketegangan adalah rasa frustrasi Quartararo terhadap perkembangan motor Yamaha V4. Juara dunia MotoGP 2021 itu disebut sudah gerah dengan progres lamban timnya, terutama karena performa Yamaha YZR-M1 yang dinilai jeblok sejak beberapa musim terakhir.
Quartararo tercatat tidak lagi meraih kemenangan sejak MotoGP Jerman 2022. Sejak 2023, ia seret kemenangan, dan kondisi itu membuatnya memutuskan hengkang ke rival Yamaha, Honda.
Kepindahan Quartararo ke tim pabrikan Honda HRC Castrol untuk MotoGP 2027 dikontrak berdurasi dua tahun. Ia meninggalkan Monster Energy Yamaha setelah lama menjadi andalan tim pabrikan berlogo garpu tala tersebut.
Ketegangan Memuncak Usai GP Aragon
Ketegangan antara Quartararo dan Yamaha sempat meningkat setelah Grand Prix Aragon. Saat itu, Quartararo menyatakan tidak akan lagi membantu pengembangan motor Yamaha 2027. Pernyataan tersebut muncul setelah Yamaha tidak mengizinkannya menguji ban Pirelli seusai Grand Prix Austria.
Namun, situasi kemudian mereda setelah kedua pihak melakukan pembicaraan. Quartararo akhirnya kembali menjalani pengujian komponen pengembangan Yamaha di Red Bull Ring. Kembalinya pembalap berusia 27 tahun itu ke sesi uji menjadi tanda bahwa hubungan kerja sama masih terjaga meski ada ketegangan di baliknya.
Meregalli memastikan Yamaha tetap akan memberikan dukungan penuh kepada Quartararo hingga akhir musim 2026, meskipun sang pembalap akan meninggalkan tim. Ia mencontohkan perlakuan Yamaha terhadap Jorge Lorenzo pada masa lalu, ketika tim tetap mengembangkan motor hingga seri terakhir meski pembalap tersebut akan berpisah.
Konsekuensi Kepindahan ke Honda
Keputusan Quartararo bergabung dengan Honda membawa konsekuensi tersendiri. Dilansir dari Crash pada Rabu (30/9/2026), ia disebut harus memutus kontrak dengan sponsor pribadinya, Monster Energy, yang telah mendukungnya sejak promosi pada 2019.
Penyebabnya, Red Bull berencana kembali ke MotoGP dan menggandeng Honda. Kerja sama kedua pihak itu sempat terputus seiring kepergian Marc Marquez di akhir MotoGP 2023. Situasi ini membuat langkah Quartararo ke Honda menyerupai jejak Marc Marquez dan Jorge Martin, yang juga berpindah tim dengan konsekuensi tersendiri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kubu Quartararo maupun Honda mengenai detail kontrak dan sponsor pribadinya. Yang jelas, kepindahan ke Honda menjadi babak baru bagi pembalap yang pernah mengakhiri puasa gelar dunia Yamaha pada 2021.
Dampak bagi Yamaha dan MotoGP 2026
Bagi Yamaha, kehilangan Quartararo menjadi pukulan besar. Pembalap itu adalah sosok yang paling memahami karakter motor YZR-M1 dan menjadi ujung tombak pengembangan dalam beberapa musim terakhir. Ketegangan yang muncul sepanjang MotoGP 2026 menjadi sinyal bahwa hubungan keduanya memang tidak lagi ideal.
Meski demikian, Yamaha memilih tetap profesional. Dukungan hingga akhir musim diharapkan menjaga performa tim dan memberi ruang bagi Quartararo untuk menutup kariernya bersama Yamaha dengan hasil terbaik.
Bagi Quartararo, kepindahan ke Honda menjadi taruhan baru. Ia harus beradaptasi dengan motor RC213V dan budaya tim yang berbeda, sekaligus menghadapi tekanan sebagai pembalap yang pernah meraih gelar dunia.
Fabio Quartararo disebut semakin tegang dengan Yamaha sepanjang MotoGP 2026, tetapi ketegangan itu tidak lantas membuat kerja sama berhenti. Kedua pihak masih menyelesaikan musim ini bersama sebelum berpisah pada 2027.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana Yamaha mengelola pengembangan motor 2027 tanpa Quartararo, dan seberapa cepat pembalap Prancis itu beradaptasi dengan Honda. Sampai akhir musim, hubungan keduanya akan tetap menjadi sorotan di paddock MotoGP.








