8 Artis-Influencer Terjun Langsung Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

8 Artis-Influencer Terjun Langsung Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
8 Artis-Influencer Terjun Langsung Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Cakrawala News – 25 Oktober 2026 | Sebanyak 8 artis-influencer terjun langsung bantu padamkan karhutla di Kalimantan, mulai dari pusat rehabilitasi orangutan hingga lahan gambut yang masih berasap. Mereka tidak hanya bersuara di media sosial, tetapi memilih berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan yang belum padam menyeluruh hingga akhir Oktober 2026.

Karhutla di Kalimantan sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun, lalu melonjak ketika kemarau ekstrem datang dengan puncak pada Juli hingga Agustus 2026. Kabut asap pekat menyelimuti banyak wilayah dan memengaruhi keseharian warga. Di tengah situasi itu, sejumlah figur publik memilih turun ke lapangan untuk merekam langsung apa yang dialami warga dan relawan.

Sherina Munaf Tiga Hari di Kalimantan Tengah

Penyanyi sekaligus host Pawerful Voices, Sherina Munaf, turun langsung ke lokasi karhutla Kalimantan Tengah selama tiga hari berturut-turut pada awal September 2026. Ia datang untuk melihat situasi dari dekat sekaligus ikut memadamkan api.

Kunjungan diawali dengan mendatangi Dinas Kehutanan bersama tim BOS Foundation untuk menyalurkan bantuan logistik. Sherina juga mendatangi BKSDA untuk berdiskusi dengan tim pemadam mengenai target pemadaman berikutnya.

Pada hari kedua, ia mengunjungi pusat rehabilitasi orangutan BOS Foundation. Akibat asap yang makin pekat, kelas sekolah hutan tempat orangutan belajar kembali ke alam liar terpaksa dihentikan lebih awal.

Perjalanan berlanjut ke kawasan Hiu Putih bersama Damkar Dinas Kehutanan untuk proses rewetting atau pembasahan ulang lahan. Rombongan kemudian menuju Taman Wisata Alam Galeget Tiawu bersama BKSDA Kalteng karena titik api yang sempat padam mendadak menyala kembali. Bahkan saat perjalanan pulang, Sherina menyaksikan langsung kobaran api besar melahap area Bukit Rawi.

Ratna Galih dan Zaskia Adya Mecca Ikut Jadi Relawan

Artis lain, Ratna Galih, baru tiba di Indonesia sepulang menghadiri wisuda anaknya di Madinah. Ia langsung terbang ke Kalimantan Selatan dan melanjutkan perjalanan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk membantu pemadaman api yang menyala saat suasana masih gelap.

Ketika orang sedang terlelap tidur, Ratna Galih dan para relawan lainnya harus berjuang memadamkan api agar tidak menjalar ke permukiman. Ia mengaku baru satu hari berada di lokasi sudah merasakan sesak akibat asap. Kondisi itu membuatnya miris karena warga harus bertahan selama berbulan-bulan.

Sementara itu, Zaskia Adya Mecca terjun langsung ke lokasi kebakaran di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia datang bersama relawan dan membawa pasokan obat-obatan bagi warga terdampak. Momen aksi kemanusiaan itu ia bagikan lewat unggahan media sosial pribadinya.

Berdasarkan laporan CNN Indonesia pada Kamis, 22 Oktober 2026, Zaskia tampak menangis menceritakan betapa sulitnya menjinakkan api di atas lahan gambut. Titik api tidak bisa padam secara instan karena membakar bagian bawah yang cukup dalam. Proses pemadaman membutuhkan kesabaran ekstra dengan menjaga posisi selang agar tidak sembarangan digoyang.

Ia bersama relawan dari Rangkul Foundation dan Kita Bisa harus siaga penuh di lokasi. Perjalanan melelahkan itu dimulai sejak pukul lima pagi waktu setempat. Rombongan sempat menyambangi Desa Kanarakan yang kondisinya sangat terpencil tanpa sinyal telekomunikasi. Akses menuju desa tersebut hanya bisa ditempuh menggunakan sampan di tengah kepungan kabut asap tebal, lalu dilanjutkan dengan motor bebek untuk mengecek titik api.

Kehadiran rombongan relawan membawa angin segar bagi warga desa yang sempat kesulitan mengakses layanan kesehatan. Desa itu dihuni lebih dari seratus kepala keluarga dan sempat mengalami kekosongan tenaga medis di puskesmas setempat. Jarak fasilitas pengobatan terdekat pun memakan waktu hingga tiga jam perjalanan darat.

Peringatan Duka dan Desakan Perlindungan

Aksi para figur publik ini berlangsung di tengah tingginya risiko bagi petugas dan relawan. Ketua DPR RI Puan Maharani pada Jumat, 23 Oktober 2026, meminta pemerintah memberikan jaminan keselamatan bagi petugas dan relawan karhutla.

Permintaan itu muncul setelah setidaknya sembilan petugas dan relawan dilaporkan gugur saat memadamkan kebakaran hutan. Korban tersebar di beberapa daerah, di antaranya tiga orang di Kalimantan Tengah, lima petugas atau relawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Probolinggo, serta seorang relawan bernama Nurdin di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Seorang warga lanjut usia di Samarinda, Kalimantan Timur, juga meninggal usai berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke permukiman warga. Puan menegaskan pemerintah harus bergerak cepat mengendalikan karhutla sekaligus menjamin keselamatan para petugas di lapangan.

Ia menilai tingginya angka korban gugur menjadi sinyal kuat bagi negara untuk segera mengevaluasi standar operasional prosedur pemadaman api, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan personel. Menurutnya, pengabdian para petugas dan relawan perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ribuan hektare lahan masih terbakar di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu, 21 Oktober 2026. Provinsi Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah dengan sebaran area terdampak terluas dalam daftar prioritas.

Kehadiran 8 artis-influencer terjun langsung bantu padamkan karhutla di Kalimantan disebut sebagai bagian dari upaya asesmen awal sebelum merancang bantuan jangka panjang. Langkah itu menuai apresiasi warganet, tetapi juga menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tetap membutuhkan kerja terpadu pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Ke depan, yang perlu diperhatikan bukan hanya percepatan pemadaman, melainkan juga jaminan keselamatan bagi mereka yang berada di garda terdepan. Tanpa perlindungan dan evaluasi prosedur yang jelas, risiko korban jiwa di lapangan berpotensi terus berulang selama asap dan titik api belum sepenuhnya hilang dari Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *