Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Karhutla belum padam, aktivis Kalimantan sarankan MBG dihentikan sementara menjadi sorotan publik. Aktivis dan tokoh muda asal Kalimantan Barat, Petrus Sabang Merah, mengusulkan agar pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama 3-7 hari. Usulan itu disampaikan sebagai respons atas kebakaran hutan dan lahan yang tak kunjung padam di Kalimantan.
Menurut Petrus, langkah tersebut bisa ditempuh pemerintah jika memang serius menangani karhutla, khususnya yang terjadi di Kalimantan. Ia menilai anggaran program MBG selama beberapa hari cukup untuk membantu penuntasan kebakaran. Dengan begitu, persoalan turunan seperti asap dapat segera diatasi.
“Pemerintah kalau serius menangani kebakaran hutan dan lahan itu mudah sebenarnya. Kalau bicara tidak ada anggaran, itu sebenarnya bisa, saya kasih kisi-kisinya, saya kasih sarannya,” ujar Petrus, dikutip dari unggahan akun media sosial @petrussabangmerah pada Sabtu (17/10).
Petrus menyampaikan usulan itu melalui sebuah video. Dalam pernyataannya, ia meminta Presiden mengambil langkah tegas dengan mengalihkan sementara anggaran MBG untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, dana tersebut harus difungsikan semaksimal mungkin untuk kebutuhan darurat di lapangan.
“Untuk pak presiden, hentikan dulu MBG paling nggak 3 hari atau seminggu. Gunakan dana MBG itu untuk kebakaran hutan dan lahan, fungsikan dana itu semaksimal mungkin. Itu solusi sebenarnya,” lanjut dia dalam video yang sama.
Bantah Tudingan ke Masyarakat Dayak
Selain mengusulkan penundaan program, Petrus menegaskan tidak ada masyarakat Kalimantan, termasuk tokoh-tokoh adat Dayak, yang menginginkan hutan di wilayahnya terbakar. Ia merasa perlu menegaskan hal itu karena tidak sedikit pihak yang menyalahkan tokoh dan masyarakat Dayak atas musibah karhutla.
Menurut Petrus, tudingan tersebut tidak berdasar. Ia meminta warganet tidak sembarangan melontarkan tuduhan di media sosial tanpa mengetahui persoalan sebenarnya.
“Ini kan pada ujungnya kami para tokoh-tokoh adat di sini yang disalahkan. Kami juga ndak mau hutan kami terbakar. Perlu diketahui, saya juga tidak pernah mengakui diri saya sebagai panglima. Jadi, jangan sembarangan kalian berbicara di media sosial. Kami juga tidak mau Kalimantan ini terbakar,” tegasnya.
BNPB Targetkan Karhutla Segera Teratasi
Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan persoalan karhutla segera teratasi. Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi memastikan tidak akan ada lagi rakyat yang menjadi korban.
Kristomei, yang baru dilantik sebagai Kepala BNPB di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10), menyatakan akan melakukan evaluasi penanganan karhutla agar lebih efektif. Ia menekankan percepatan penanganan sebagai prioritas utama.
“Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jangan sampai rakyat terus terdampak,” ujar Kristomei usai pelantikan.
Konteks dan Hal yang Perlu Dicermati
Usulan penghentian sementara MBG yang disampaikan Petrus merupakan pandangan pribadi seorang aktivis, bukan kebijakan resmi pemerintah. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai respons atas usulan tersebut. Publik perlu mencermati perkembangan pernyataan dari pihak berwenang terkait hal ini.
Yang perlu digarisbawahi, karhutla belum padam, aktivis Kalimantan sarankan MBG dihentikan sementara sebagai bentuk desakan agar penanganan kebakaran lebih serius. Persoalan ini menyangkut dua hal sekaligus: upaya pemadaman dan perlindungan warga dari dampak asap, serta keberlanjutan program gizi bagi penerima manfaat.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah konkret pemerintah, termasuk evaluasi yang dijanjikan BNPB. Bagaimana pemerintah menyeimbangkan penanganan bencana dan program MBG akan menjadi sorotan, seiring desakan agar karhutla tidak terus berdampak pada masyarakat Kalimantan.










