Stade Rennais Tahan Juventus 2-2 di Liga Europa, Dua Penalti Warnai Laga

Stade Rennais Tahan Juventus 2-2 di Liga Europa, Dua Penalti Warnai Laga
Stade Rennais Tahan Juventus 2-2 di Liga Europa, Dua Penalti Warnai Laga

Cakrawala News – 06 November 2026 | Stade Rennais berhasil menahan imbang Juventus 2-2 dalam matchday ketiga Liga Europa 2026/27 di Allianz Stadium, Turin, pada Kamis (22/10). Hasil ini membuat wakil Prancis tersebut menempati posisi 14 klasemen fase liga dengan lima poin, sementara Juventus turun ke peringkat empat dengan koleksi tujuh angka, demikian laporan laman resmi UEFA.

Laga berjalan sengit sejak awal. Juventus membuka keunggulan pada menit ke-5 lewat Zeki Celik yang memanfaatkan umpan terobosan Nick Woltemade. Berada di sisi kanan, Celik melepaskan tembakan menyilang yang menaklukkan kiper Bryce Samba dan membawa tuan rumah memimpin 1-0.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Stade Rennais menyamakan kedudukan melalui Mousa Tamari yang memanfaatkan umpan Bryan Reynolds di depan gawang. Berada sekitar enam meter dari mulut gawang, Tamari dengan mudah menyelesaikan peluang menjadi 1-1.

Juventus kembali menekan. Federico Gatti nyaris mencetak gol lewat sundulan dari jarak dekat, tetapi bola berhasil ditepis Samba dengan gemilang. Weston McKennie juga mendapat dua kesempatan beruntun yang belum membuahkan hasil. Di sisi lain, Rennes mengancam melalui tendangan voli Mahamadou Nagida, namun kiper Juventus Guglielmo Vicario mampu melakukan penyelamatan.

Dua Penalti dan Drama VAR

Tim tamu berbalik unggul setelah wasit menunjuk titik putih. Penalti diberikan karena bola hasil tendangan voli Nagida mengenai tangan Douglas Luiz di kotak terlarang. Boulaye Dia yang maju sebagai eksekutor sukses mengarahkan bola ke sisi berlawanan dari pergerakan Vicario, membawa Rennes memimpin 2-1 pada menit ke-43.

Juventus akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-60, juga lewat titik penalti. Sundulan Nico Gonzalez yang meneruskan tendangan bebas Douglas Luiz mengenai tangan Reynolds di dalam kotak penalti. Woltemade yang dipercaya sebagai eksekutor menaklukkan Samba dengan tembakan ke tengah gawang, mengubah skor menjadi 2-2.

Gol tersebut membangkitkan semangat Juventus untuk mengejar kemenangan. Woltemade kembali mengancam melalui tembakan yang membentur pemain lawan, sedangkan tendangan keras Teun Koopmeiners dari luar kotak penalti masih mampu diamankan Samba.

Drama terjadi pada menit ke-88 ketika Juventus mengira telah mencetak gol kemenangan. Berawal dari tendangan bebas, Koopmeiners meneruskan bola sebelum terjadi serangkaian pantulan yang mengarah kepada Lucumi. Bek Juventus itu melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 12 meter yang berbelok setelah mengenai Abdelhamid Ait Boudlal dan masuk ke gawang Rennes. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR karena Lucumi dinyatakan berada dalam posisi offside ketika Koopmeiners melakukan sentuhan awal dalam rangkaian serangan.

Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Juventus harus puas berbagi poin dengan Stade Rennais.

Modal Berharga bagi Rennes

Hasil imbang di Turin menjadi modal penting bagi Stade Rennais. Dua pekan berselang, klub asal Bretagne itu kembali tampil di Liga Europa dengan menghadapi Olympiakos di Roazhon Park pada Rabu (4/11). Laga yang awalnya dijadwalkan Kamis (5/11) itu dimajukan sehari atas permintaan prefektur Ille-et-Vilaine karena adanya aksi sosial, dengan kick-off pukul 16.30 waktu setempat.

Menghadapi Olympiakos, Stade Rennais harus puas bermain imbang 0-0. Hasil tersebut membuat klub asal Bretagne itu tetap tak terkalahkan di Liga Europa musim ini dengan koleksi enam poin dari empat pertandingan, terdiri dari tiga hasil imbang dan satu kemenangan. Laga berjalan hidup meski minim peluang bersih, dengan Mousa Tamari menjadi salah satu pemain Rennes paling merepotkan dan sempat membentur tiang pada menit ke-31.

Pelatih dan pemain menyadari masih ada ruang untuk perbaikan. Meski demikian, satu poin dari laga melawan Olympiakos dinilai bukan hasil buruk, terlebih lima hari sebelumnya Rennes sempat kalah 2-5 dari Nice di Ligue 1. Catatan tak terkalahkan di kandang pada musim ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan pelatih tersebut.

Bagi Juventus, hasil imbang melawan Stade Rennais menjadi pukulan tersendiri di tengah tekanan setelah kekalahan 0-3 dari Lazio di Serie A. Dengan tujuh poin dari tiga laga, Bianconeri masih berada di jalur persaingan, tetapi konsistensi di kompetisi domestik maupun Eropa menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Ke depan, Stade Rennais akan berupaya mempertahankan tren tak terkalahkan di Liga Europa sekaligus memperbaiki efektivitas lini depan. Sementara Juventus dituntut bangkit agar tetap bersaing di papan atas fase liga. Duel kedua tim pada pertemuan berikutnya dipastikan akan menjadi sorotan, mengingat hasil imbang ini membuka peluang bagi kedua klub untuk memperbaiki posisi di klasemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *