Cakrawala News – 13 September 2026 | Ultraviolette siapkan motor listrik baru, Tesseract dan Shockwave jadi model yang paling dinantikan! [titlebase] Namun, di panggung mobilitas listrik global, nama Acer justru mencuri perhatian lewat Predator ES Thunder Pro, skuter listrik bertenaga yang diperkenalkan dalam konferensi pers global next@acer di Berlin, Jerman. E-scooter ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman mobilitas baru melalui kombinasi performa bertenaga, teknologi keamanan mutakhir, dan konektivitas pintar yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Langkah Acer menandai pergeseran lanskap skuter listrik yang kini bukan sekadar tren, melainkan telah bertransformasi menjadi moda transportasi perkotaan yang krusial sekaligus simbol gaya hidup rendah karbon. Predator ES Thunder Pro diposisikan sebagai model paling bertenaga dalam lini portofolio e-scooter Predator.
Sementara itu, di pasar skuter listrik nasional, nama Ultraviolette siapkan motor listrik baru, Tesseract dan Shockwave jadi model yang paling dinantikan! [titlebase] menjadi sorotan tersendiri. Kedua model tersebut disebut-sebut sebagai penantian besar bagi penggemar kendaraan listrik di Indonesia, meski informasi resmi mengenai spesifikasi dan jadwal peluncurannya masih dinantikan.
Performa dan Teknologi Predator ES Thunder Pro
Dibekali motor DC penggerak roda belakang dengan daya rata-rata 500 W, Predator ES Thunder Pro mampu mencapai output puncak hingga 1.600 W. Peningkatan ini memungkinkan skuter menghasilkan torsi maksimum 32 Nm, yang mendukung kemampuan menanjak hingga kemiringan 28 persen.
Untuk memastikan stabilitas di berbagai kondisi jalan, Acer menyematkan Traction Control System (TCS). Teknologi ini berfungsi menyesuaikan output tenaga secara real-time, sehingga ban tetap memiliki cengkeraman optimal meski melintasi permukaan jalan yang basah atau licin.
Ketangguhannya didukung oleh ban offroad tubeless pneumatic 10 inci dan sertifikasi ketahanan air IPX6. Dari sisi visibilitas, skuter ini dilengkapi dengan front daytime running lights dan side RGB ambient lighting untuk memastikan pengendara tetap terlihat jelas pada siang maupun malam hari.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, Predator ES Thunder Pro menawarkan jarak tempuh hingga 70 kilometer dalam satu kali pengisian daya, mengurangi frekuensi pengisian baterai untuk perjalanan jarak jauh.
Acer juga mengintegrasikan fitur pelacakan lokasi ganda melalui platform Find My dan Find Hub untuk memberikan rasa aman ekstra bagi pemiliknya. Selain itu, melalui aplikasi Acer eMobility, pengguna dapat memantau status kendaraan, sisa baterai, hingga mengatur penguncian elektronik secara real-time.
Inovasi Skuter Otonom di Panggung Global
Pengembangan skuter listrik berbasis AI tidak hanya dilakukan Acer. Pada pameran teknologi IFA 2026, produsen skuter listrik Navee memamerkan RoboScooter Nexton, sebuah skuter listrik konsep yang mengusung teknologi kecerdasan buatan dan kemampuan otonom.
RoboScooter Nexton tidak sekadar dirancang sebagai kendaraan untuk mobilitas jarak dekat. Skuter listrik ini dikembangkan sebagai “AI Mobility Companion” atau pendamping mobilitas berbasis kecerdasan buatan yang mampu berinteraksi langsung dengan penggunanya.
Salah satu teknologi paling menarik pada Navee RoboScooter Nexton adalah sistem self-balancing yang memungkinkan skuter mempertahankan posisi tetap tegak secara mandiri. Teknologi self-balancing pada RoboScooter Nexton memiliki fungsi yang berbeda dari sistem penyeimbang ketika skuter sedang dikendarai. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga posisi kendaraan tetap tegak ketika skuter sedang berhenti atau tidak sedang ditumpangi.
Dengan demikian, pengguna tidak perlu repot menopang kendaraan ketika sedang berhenti. Teknologi ini kemudian dipadukan dengan kemampuan otonom “follow me”. Fitur tersebut memungkinkan RoboScooter Nexton bergerak secara mandiri untuk mengikuti pemiliknya ketika berjalan kaki.
Konsep ini membuat Nexton lebih menyerupai perangkat mobilitas personal pintar dibandingkan skuter listrik konvensional. Untuk mendukung kemampuan otonom sekaligus meningkatkan keselamatan, Navee membekali RoboScooter Nexton dengan sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian depan kokpit. Sensor tersebut berfungsi sebagai “mata” kendaraan untuk mengenali lingkungan di sekitarnya dan mendeteksi berbagai rintangan secara presisi.
Persaingan Motor Listrik di Indonesia
Di dalam negeri, persaingan motor listrik semakin memanas. Ultraviolette siapkan motor listrik baru, Tesseract dan Shockwave jadi model yang paling dinantikan! [titlebase] menjadi indikasi bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia terus bergeliat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi ramah lingkungan.
Kemunculan berbagai model skuter listrik canggih dari merek global seperti Acer dan Navee menunjukkan bahwa segmen mikro-mobilitas kini menjadi arena inovasi. Teknologi AI, sensor LiDAR, hingga sistem self-balancing menjadi pembeda antarproduk di pasar yang semakin kompetitif.
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran model-model baru ini membuka lebih banyak pilihan, baik dari sisi performa, fitur keamanan, maupun konektivitas. Namun, tantangan tetap ada, mulai dari kesiapan infrastruktur pengisian daya hingga harga yang terjangkau.
Dengan berbagai inovasi yang terus bermunculan, termasuk penantian terhadap Ultraviolette siapkan motor listrik baru, Tesseract dan Shockwave jadi model yang paling dinantikan! [titlebase], masa depan mobilitas listrik di Tanah Air tampak semakin menjanjikan. Pembaca perlu mencermati perkembangan resmi dari masing-masing produsen, terutama terkait spesifikasi final, ketersediaan, dan layanan purna jual di Indonesia.
