Cakrawala News – 14 Oktober 2026 | Laga millwall vs swansea di The Den, London, diwarnai insiden dugaan ujaran rasisme yang membuat pertandingan terhenti hampir tujuh menit. Swansea City menang 1-0 atas Millwall pada lanjutan Championship, tetapi kemenangan itu tertutup kontroversi setelah wasit Edward Duckworth menghentikan permainan pada menit ke-65 akibat laporan pelecehan rasial dari tribun terhadap pemain pengganti Swansea, Eom Ji-Sung.
Manajer Millwall, Alex Neil, menjadi sorotan setelah mengkritik keputusan menghentikan pertandingan tersebut. Dalam wawancaranya dengan BBC usai laga, Neil menyatakan keberatan atas proses penghentian permainan yang dinilainya merugikan momentum timnya.
“Saya tidak melihat gunanya. Ini harus ditangani, tentu saja, tetapi menghentikan pertandingan tidak menyelesaikan apa pun. Yang terjadi hanya mematikan momentum,” kata Neil.
Meski demikian, Sky Sports News memahami pernyataan Neil merujuk pada proses dan durasi penghentian pertandingan, bukan pada keputusan untuk menindaklanjuti laporan rasisme. Neil dan Millwall sama-sama mengecam dugaan pelecehan tersebut setelah pertandingan berakhir.
Kronologi Insiden di The Den
Insiden bermula ketika Eom Ji-Sung, winger asal Korea Selatan yang masuk daftar pemain pengganti, sedang melakukan pemanasan di sisi lapangan. Laporan mengenai dugaan ujaran rasial dari tribun disampaikan pihak Swansea kepada ofisial pertandingan.
Wasit Duckworth menghentikan laga dan berjalan ke area bangku cadangan untuk berbicara dengan Neil, manajer Swansea Vitor Matos, serta wasit keempat Ruebyn Ricardo. Seorang petugas keamanan juga terlihat di lokasi, dan wasit tampak menunjuk ke arah tribun di belakang bangku cadangan Swansea.
Ketika permainan akhirnya dilanjutkan, pengumuman di stadion menyebutkan adanya laporan nyanyian rasisme. Polisi disebut sedang berupaya mengidentifikasi pelaku menggunakan rekaman CCTV. Papan skor juga menampilkan pesan yang mendorong siapa pun yang mendengar ujaran kebencian untuk segera melaporkannya.
Matos mengonfirmasi bahwa pemain yang menjadi sasaran adalah Eom, yang saat itu sedang memanaskan diri. Menurut laporan media lokal, jeda terjadi karena wasit menunggu petugas keamanan datang ke sisi lapangan untuk menerima laporan. Sebelumnya, laporan kepada staf keamanan biasanya disampaikan di terowongan sehingga pertandingan bisa lebih cepat dilanjutkan.
Pernyataan Resmi Kedua Klub
Millwall merilis pernyataan resmi yang menegaskan klub menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelecehan diskriminatif. Klub menyatakan akan menjatuhkan sanksi sekuat mungkin kepada individu yang terbukti melakukan perilaku tersebut.
“Klub bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menetapkan fakta dan tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena insiden yang diduga terjadi malam ini menjadi subjek penyelidikan kepolisian yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan Millwall.
Swansea City menyampaikan terima kasih atas respons cepat dan tegas dari ofisial pertandingan, Millwall, serta kepolisian. Klub asal Wales itu menegaskan akan mengikuti seluruh protokol dan proses yang berlaku serta memberikan bantuan yang diperlukan selama penyelidikan.
“Kami berdiri bersama Ji-Sung, dan dia mendapatkan cinta serta dukungan penuh dari kami,” tulis Swansea.
Dalam pernyataan terpisah di situs resminya, Swansea menegaskan mengecam perilaku diskriminatif dalam segala bentuk dan menekankan tidak ada tempat untuk perilaku semacam itu di sepak bola maupun di masyarakat.
Dampak pada Pertandingan dan Klasemen
Laga millwall vs swansea sendiri berjalan sengit dan baru pecah pada menit ke-90. Gol tunggal Ronald, pemain pengganti Swansea, memastikan kemenangan 1-0 bagi tim tamu. Neil mengakui bahwa jika timnya mencetak gol, ia mungkin tidak akan merasakan hal yang sama terkait penghentian pertandingan.
Kemenangan ini menjaga Swansea di puncak klasemen Championship dengan 23 poin dari tujuh kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan. Eom, yang tidak diturunkan dalam laga tersebut, menyaksikan kemenangan timnya dari bangku cadangan.
Eom merupakan pemain penting bagi Korea Selatan pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya. Ia menyumbang empat gol dan empat assist serta mengantar negaranya meraih medali emas keempat secara beruntun. Performa itu membuatnya menjadi salah satu pemain yang diperhatikan di Championship musim ini.
Elkan Baggott Kembali ke Skuad Millwall
Di sisi lain, bek Timnas Indonesia Elkan Baggott kembali masuk skuad Millwall setelah sempat menghilang usai membela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026. Baggott hadir sebagai pemain cadangan dalam laga millwall vs swansea, tetapi tidak diturunkan oleh Alex Neil hingga akhir pertandingan.
Sebelum laga, Neil menjelaskan bahwa kondisi Baggott belum sepenuhnya siap. Pemain berusia 23 tahun itu baru kembali ke skuad pada Kamis larut malam dan telah memainkan banyak menit bersama Timnas Indonesia. Neil menyebut Baggott dan Dan Kelly kemungkinan dilindungi untuk sementara waktu, namun yakin keduanya akan masuk daftar pemain untuk pertandingan Selasa.
Baggott sebelumnya absen saat Millwall mengalahkan Preston North End 1-0 pada Sabtu (10/10/2026). Bersama Timnas Indonesia, ia menjadi pilihan utama pelatih John Herdman dan tampil sebagai starter di empat pertandingan sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Penyelidikan kepolisian terhadap dugaan ujaran rasisme di laga millwall vs swansea masih berlangsung. Polisi disebut tengah menelaah rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku, sementara Millwall berkomitmen menjatuhkan sanksi terberat jika individu terbukti bersalah.
Insiden ini kembali menyoroti persoalan rasisme di sepak bola Inggris dan memunculkan perdebatan soal efektivitas penghentian pertandingan sebagai bentuk respons. Bagi Swansea, fokus berikutnya adalah mempertahankan posisi puncak klasemen, sementara Millwall harus bangkit dari kekalahan menjelang laga-laga berikutnya.












