Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Liverpool dipastikan tampil tanpa Alexander Isak dan Cody Gakpo saat menjamu Manchester City pada lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield. Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengonfirmasi bahwa kedua penyerang andalannya itu belum siap bermain akibat cedera yang mereka alami saat memperkuat tim nasional masing-masing pada jeda internasional.
“Alex dan Cody tidak akan bermain. Mereka belum siap,” kata Iraola, seperti dikutip dari The Athletic. “Anda selalu berharap dokter tidak menelepon, tetapi kami kurang beruntung.”
Isak mengalami cedera otot paha saat membela Swedia, sementara Gakpo bermasalah pada engkel usai menerima tekel keras ketika memperkuat Belanda. Keduanya menjadi pukulan telak bagi lini serang Liverpool karena Isak merupakan pencetak gol terbanyak klub dengan empat gol di liga musim ini, sedangkan Gakpo memimpin daftar pemberi assist dengan empat kontribusi sekaligus menambah dua gol di semua kompetisi.
Dampak Absennya Isak dan Gakpo
Bagi Liverpool, kehilangan Alexander Isak dan Gakpo mengurangi daya gedor tim menjelang salah satu laga terberat musim ini. Iraola menyebut kondisi kedua pemain tidak tergolong cedera jangka panjang, tetapi tetap tidak cukup untuk diturunkan pada laga akhir pekan.
“Gakpo mengalami cedera engkel, ini soal bagaimana ia mengatasi rasa sakitnya. Ia pernah mengalami masalah serupa beberapa kali sepanjang kariernya. Ia mendapat tekel keras. Isak mengalami cedera otot ringan. Tidak ada satu pun dari mereka yang akan absen lama,” jelas Iraola.
Dengan absennya dua pemain tersebut, Liverpool berpotensi mengandalkan Lewis Koumas sebagai penyerang tengah. Pemain muda berusia 21 tahun itu telah tampil lima kali musim ini dan disebut Iraola memiliki kepercayaan penuh dari tim pelatih.
“Koumas mendapat kepercayaan kami. Ia menunjukkan bahwa dirinya siap tampil. Kami punya pemain lain yang bisa menutup posisi tersebut,” ujar Iraola. Selain Koumas, Bradley Barcola dan Federico Chiesa menjadi opsi tambahan di lini depan, meski Chiesa belum tampil pada rangkaian pertandingan terakhir. Liverpool juga masih menunggu Hugo Ekitike agar bisa tersedia.
Laga Berat dengan Latar Kontroversi
Duel Liverpool melawan Manchester City di Anfield bukan sekadar pertarungan taktik. Laga ini menjadi pertemuan pertama City dengan tim Liga Primer sejak dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial. City saat ini mengajukan banding atas putusan tersebut.
Situasi itu menambah tensi pertandingan, terutama bagi pendukung Liverpool yang mengingat sejumlah gelar juara yang harus direnggut oleh City pada era Jurgen Klopp. Liverpool beberapa kali finis sebagai runner-up di belakang City sejak periode yang diselidiki, termasuk saat mengumpulkan 97 dan 92 poin. Anfield diperkirakan akan menjadi atmosfer yang panas menyambut kedatangan City.
Dari sisi klasemen, City berada di puncak setelah memenangi lima pertandingan pertama. Liverpool belum terkalahkan di bawah Iraola, tetapi baru mengoleksi dua kemenangan dan kini menempati posisi keenam dengan sembilan poin dari enam laga. Kemenangan atas City menjadi peluang bagi The Reds untuk memperbaiki posisi di papan klasemen sekaligus menjaga momentum setelah menang 1-0 atas Bournemouth sebelum jeda internasional.
Kabar Baik di Lini Belakang
Di tengah kabar buruk soal Alexander Isak dan Gakpo, Liverpool menerima dorongan positif dari sektor pertahanan. Jeremy Jacquet dinyatakan fit dan siap tampil setelah pulih dari benturan yang dialaminya saat menjalani debut bersama tim utama Prancis.
“Ia fit dan siap bermain. Ia akan baik-baik saja, kami hanya perlu berlatih besok,” kata Iraola.
Meski demikian, fokus utama tetap tertuju pada bagaimana Liverpool menyusun lini serang tanpa Isak dan Gakpo. Iraola menegaskan timnya harus mencari solusi agar absennya dua pemain itu tidak mengurangi ketajaman serangan melawan salah satu rival terberat mereka.
Pertandingan Liverpool versus Manchester City dijadwalkan berlangsung di Anfield. Bagi Liverpool, hasil laga ini tidak hanya menentukan posisi mereka di klasemen, tetapi juga menjadi ukuran sejauh mana skuad asuhan Iraola mampu bersaing di papan atas tanpa dua pemain kunci di lini depan.
