Lazio Tempel Inter Milan di Puncak Klasemen Liga Italia Usai Bekuk Monza 3-1

Lazio Tempel Inter Milan di Puncak Klasemen Liga Italia Usai Bekuk Monza 3-1
Lazio Tempel Inter Milan di Puncak Klasemen Liga Italia Usai Bekuk Monza 3-1

Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Lazio menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen Liga Italia setelah meraih kemenangan 3-1 atas Monza pada pekan keenam Serie A. Hasil itu membuat tim asuhan Gennaro Gattuso mengoleksi 16 poin dari enam pertandingan, sama dengan Inter, dan hanya terpaut selisih gol dari sang pemimpin klasemen.

Kemenangan tersebut diraih Lazio di Stadion Olimpico, Roma, pada Minggu (11/10/2026). Inter Milan sebelumnya juga mengumpulkan 16 poin setelah mengalahkan Parma 3-0 di Giuseppe Meazza, Sabtu (10/10/2026) malam WIB.

Dengan tambahan tiga poin, Lazio belum terkalahkan sepanjang musim ini. Pasukan Gattuso mencatatkan lima kemenangan dan satu hasil seri, sebuah start terbaik yang belum pernah mereka capai sebelumnya dalam sejarah keikutsertaannya di Serie A.

Catatan Sejarah dan Rekor Baru Lazio

Rekor tersebut bahkan melampaui pencapaian pada musim-musim ketika Lazio meraih gelar juara. Pada musim 1999/2000, Lazio menorehkan 14 poin pada enam laga pertama, sementara pada era scudetto 1974 torehan poinnya juga tidak sebaik musim ini.

Namun, Gattuso menegaskan bahwa posisi puncak klasemen bukan target yang ingin dibicarakan terlalu dini. Pelatih berusia 48 tahun itu meminta timnya tetap membumi dan fokus pada proses harian.

“Klasemen atas bukan urusan kami. Kami harus hidup dari hari ke hari, kami punya jalan, yaitu kerja dan keseriusan, lalu kita lihat sampai mana kami bisa melangkah,” ujar Gattuso seperti dikutip dari laporan media.

Komentar tersebut muncul setelah Gattuso mengkritik penampilan anak asuhnya pada babak kedua melawan Monza. Meski menang, Lazio dinilai kehilangan kendali permainan setelah unggul dua gol lebih dulu.

Jalannya Pertandingan Melawan Monza

Lazio memulai laga dengan agresif dan langsung menekan pertahanan Monza. Nuno Tavares membuka keunggulan pada menit ketiga melalui tendangan kaki kiri yang tidak mampu diantisipasi kiper Monza. Itu menjadi gol pertama Tavares bersama Lazio, sekaligus gol pertamanya sejak Februari 2023 ketika masih membela Marseille.

Gustav Isaksen menggandakan keunggulan pada menit ke-23 lewat tendangan melengkung yang mengecoh kiper. Sebelumnya, Tijjani Noslin berperan penting dengan memberikan assist untuk gol tersebut.

Situasi semakin sulit bagi Monza ketika Lorenzo Lucchesi mendapat kartu merah langsung pada menit ke-35. Ia dianggap menjatuhkan Noslin yang sedang bergerak menuju gawang.

Meski bermain dengan sepuluh orang, Monza justru bangkit pada awal babak kedua. Saba Goglichidze memperkecil ketertinggalan melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok. Beberapa peluang sempat mengancam gawang Lazio, termasuk upaya Mota yang memaksa kiper Mandas melakukan penyelamatan penting.

Ketegangan baru mereda pada menit-menit akhir ketika Andrea Pinamonti mencetak gol ketiga Lazio. Gol tersebut memastikan kemenangan dan menjaga posisi Lazio di puncak klasemen.

Peta Persaingan di Liga Italia

Hasil tersebut sekaligus menggusur rival sekota Lazio, AS Roma, dari posisi kedua. Roma hanya mampu bermain imbang 0-0 di markas Como beberapa jam sebelum laga Lazio berlangsung. Roma kini turun ke peringkat ketiga dengan 14 poin.

Roma sebenarnya bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-53 setelah Donyell Malen mendapat kartu merah karena pelanggaran berbahaya. Meski demikian, hasil imbang itu tetap dianggap positif karena mereka mampu bertahan di bawah tekanan tuan rumah.

Di posisi keempat, Cagliari mengoleksi 13 poin setelah bermain imbang 1-1 dengan Juventus. AC Milan berada di peringkat kelima dengan 12 poin usai ditahan Sassuolo 1-1. Juventus sendiri menghuni urutan keenam dengan 11 poin, hanya unggul selisih gol atas Como yang memiliki jumlah poin sama.

Bayang-Bayang Ketidakstabilan di Balik Performa Lazio

Start gemilang Lazio musim ini terasa ironis mengingat situasi di luar lapangan. Klub ibu kota itu tersingkir dari Piala Italia pada putaran pertama di kandang sendiri. Selain itu, sebagian ultras Lazio memboikot pertandingan kandang sebagai bentuk protes terhadap presiden dan pemilik klub, Claudio Lotito.

Meski demikian, dukungan perlahan kembali mengalir. Laporan menyebut sekitar 10.500 penonton hadir di Olimpico untuk menyaksikan laga melawan Monza, jumlah yang mulai menunjukkan rekonsiliasi antara tim dan sebagian pendukungnya.

Di sisi lain, Gattuso tetap menyoroti kelemahan yang berulang. Ia menilai Lazio kerap menurunkan intensitas pada babak kedua, sebuah kebiasaan yang menurutnya berbahaya jika terus dibiarkan.

“Sayang sekali setelah babak pertama yang kami mainkan, lalu di babak kedua kami menyerahkan inisiatif kepada lawan dan menderita seperti ini. Ini tidak bisa terus berjalan seperti ini dan ini bukan pertama kalinya,” kata Gattuso.

Kritik itu menjadi catatan penting bagi Lazio menjelang laga-laga berikutnya. Sebab, jika ingin mempertahankan posisi di puncak klasemen, konsistensi selama 90 menit akan menjadi kunci.

Lazio berikutnya akan menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa capaian mereka bukan sekadar tren awal musim. Dengan Inter Milan yang berada di jalur juara bertahan, persaingan di puncak Serie A diprediksi berlangsung ketat. Kemampuan Lazio mengelola keunggulan dan menutup celah di babak kedua akan menentukan seberapa jauh mereka bisa melangkah musim ini.

Exit mobile version