Cakrawala News – 24 Oktober 2026 | Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan harus mengakhiri perjuangannya di French Open 2026 setelah kalah dari wakil China Hu Zhe An pada babak perempat final yang berlangsung di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (23/10/2026). Alwi tumbang dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 12-21, sekaligus menutup langkahnya di turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Alwi sejatinya sempat memegang kendali di gim pertama. Ia unggul jauh 14-8 sebelum akhirnya kehilangan momentum dan membiarkan Hu Zhe An berbalik menguasai pertandingan.
“Sangat disayangkan memang saya sempat unggul jauh 14-8 di gim pertama tapi saya kehilangan momentum dan susah untuk cari lagi,” kata Alwi, sebagaimana dikutip dari PBSI.
Menurut Alwi, kesalahan dalam menjaga keunggulan itu menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan hingga akhir. Sepanjang sisa laga, ia mengaku merasa tertekan dan kesulitan menemukan cara untuk bangkit.
Faktor Fisik dan Pengakuan soal Lawan
Selain persoalan momentum, Alwi menyebut kondisi fisiknya tidak sebaik pekan sebelumnya. Hal itu turut memengaruhi kemampuannya untuk keluar dari tekanan yang diberikan Hu Zhe An.
“Sepanjang sisa laga saya merasa tertekan dan untuk mencari titik baliknya sangat sulit. Saya sudah berusaha tapi kondisi badan juga ternyata tidak sefit minggu lalu,” ujar juara Indonesia Masters 2026 tersebut.
Alwi juga mengakui bahwa Hu Zhe An tampil lebih matang dalam pertandingan ini. Menurutnya, wakil China itu lebih percaya diri ketika bermain di level atas dan menunjukkan perkembangan permainan yang signifikan.
“Semua terjadi begitu cepat, saya juga belum bisa mengatakan apa yang menyebabkan kehilangan momentum tadi. Setelah ini akan diskusi dengan pelatih untuk evaluasi,” pungkasnya.
Kendati belum bisa mengidentifikasi penyebab pasti hilangnya momentum, Alwi memastikan akan segera berdiskusi dengan tim pelatih. Evaluasi itu menjadi langkah berikutnya sebelum ia kembali bersiap menghadapi turnamen selanjutnya.
Ubed Melaju, Kontras Hasil di Sektor Tunggal Putra
Hasil yang dialami Alwi Farhan berbanding terbalik dengan pencapaian rekannya sesama tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah. Pemain yang akrab disapa Ubed itu berhasil menembus semifinal pertamanya di level Super 750.
Bertanding di lokasi yang sama, Ubed mengalahkan wakil Chinese Taipei Chi Yu Jen dua gim langsung 21-15 dan 21-13. Kemenangan tersebut menjadi pencapaian baru bagi pemain muda Indonesia itu pada tahun 2026.
“Alhamdulillah sangat senang bisa bermain dengan baik tanpa cedera juga dan diberi kemenangan hari ini. Semifinal pertama di level Super 750 menjadi bagian lain pencapaian saya tahun ini, tidak menyangka tapi saya selalu belajar dari semua pertandingan yang saya jalani,” ucap Ubed.
Ubed sempat tertinggal di awal gim pertama sebelum membalikkan keadaan. Ia menaikkan tempo permainan setelah interval dan memanfaatkan hilangnya konsentrasi lawan untuk mengumpulkan poin.
Di babak semifinal, Ubed akan menghadapi pemenang laga antara Toma Junior Popov dan Alex Lanier, dua pemain tuan rumah Prancis. Ia menyatakan akan bermain tanpa beban menghadapi salah satu dari keduanya.
“Besok bertemu Toma atau Alex, keduanya tuan rumah jadi nothing to lose saja, tidak usah memikirkan menang atau kalah. Kasih yang terbaik saja,” tegas Ubed.
Gambaran Kekuatan Tunggal Putra Indonesia
Dengan hasil ini, Indonesia menyisakan Moh Zaki Ubaidillah sebagai wakil di sektor tunggal putra French Open 2026 untuk berjuang di babak semifinal. Sementara itu, langkah Alwi Farhan harus terhenti lebih awal dari yang diharapkan.
Bagi Alwi, kekalahan ini menjadi bahan pembelajaran penting. Sebagai pemain yang kini berada di jajaran elite tunggal putra, kemampuan menjaga konsistensi dan momentum di tengah tekanan menjadi aspek yang perlu terus diasah bersama pelatih.
Kegagalan mempertahankan keunggulan di gim pertama menunjukkan bahwa pertandingan di level Super 750 menuntut ketahanan mental dan fisik yang prima sepanjang laga. Hal itu pula yang diakui Alwi sebagai persoalan utama dalam pertandingannya kali ini.
Ke depan, publik bulu tangkis Tanah Air tentu menantikan bagaimana Alwi Farhan bangkit setelah evaluasi. Di sisi lain, penampilan Ubed menjadi sinyal positif bagi regenerasi tunggal putra Indonesia yang tengah dipacu oleh PBSI.
French Open 2026 masih menyisakan harapan bagi Indonesia melalui Ubed di sektor tunggal putra. Sementara Alwi Farhan akan memanfaatkan waktu untuk membenahi performa sebelum kembali tampil di turnamen berikutnya.
