BMKG Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem 23-24 Oktober 2026: 5 Provinsi Berstatus Siaga

BMKG Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem 23-24 Oktober 2026: 5 Provinsi Berstatus Siaga
BMKG Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem 23-24 Oktober 2026: 5 Provinsi Berstatus Siaga

Cakrawala News – 24 Oktober 2026 | BMKG rilis peringatan cuaca ekstrem 23-24 Oktober 2026: 5 provinsi jadi daerah siaga. Peringatan dini tersebut menandai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada periode tersebut. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang berstatus siaga karena berisiko memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Berdasarkan informasi potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG, wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 24–25 Oktober 2026 meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain hujan lebat, BMKG juga meminta masyarakat mengantisipasi potensi angin kencang di Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Kombinasi hujan intensitas tinggi dan angin kencang menjadi perhatian tersendiri karena dapat memperbesar dampak di permukiman maupun kawasan rawan longsor.

Peringatan Dini di Sumatera Utara

Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus. Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho di Medan menyatakan BMKG mengidentifikasi adanya sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudera Hindia Barat Aceh. Kondisi itu mengakibatkan belokan angin dan konfluensi atau pertemuan massa udara di Sumatera Utara.

Menurut Hendro, sirkulasi siklonik tersebut juga didukung aktifnya gelombang atmosfer dan Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Sumatera Utara. Faktor-faktor itu berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang pada siang hingga dini hari dengan durasi lebih dari tiga jam.

BMKG juga mencatat suhu muka laut terpantau hangat berkisar 30–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara tinggi di semua lapisan atmosfer. Dengan kondisi tersebut, Sumatera Utara diprediksi menerima tambahan uap air sehingga terjadi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah pantai barat dan pesisir timur Sumatera Utara.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat di Sumatera Utara antara lain Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Serdang Bedagai, Batubara, Humbang Hasundutan, Karo, Sibolga, Tanjung Balai, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Utara. Kondisi serupa juga dapat terjadi di Labuhanbatu Selatan, Nias, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Langkat, Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Kota Medan, Binjai, Gunung Sitoli, Padang Sidempuan, dan Pematang Siantar.

Potensi Hujan Berlanjut hingga Akhir Oktober

Prakiraan BMKG menunjukkan cuaca di Indonesia pada 24–29 Oktober 2026 secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Meski demikian, sejumlah wilayah tetap perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga sangat lebat serta angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Memasuki periode 26–29 Oktober 2026, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Adapun wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode tersebut adalah Riau, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Sebelumnya, prakiraan cuaca BMKG untuk 23 Oktober 2026 menyebut sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, dinamika atmosfer regional tetap berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. BMKG juga menjelaskan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode dasarian III Oktober hingga dasarian II November 2026 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, meski hujan dengan intensitas tinggi dalam skala harian masih mungkin terjadi.

Imbauan kepada Masyarakat dan Pemerintah Daerah

BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor. Masyarakat juga diharapkan selalu merujuk pada informasi resmi yang disampaikan BBMKG Wilayah I Medan melalui media sosial @infobmkgsumut.

Selain itu, para kepala daerah diharapkan berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Masyarakat dapat menghubungi layanan informasi BBMKG Wilayah I Medan melalui call center 082168043653 atau email resmi yang disediakan.

Dengan adanya peringatan ini, BMKG rilis peringatan cuaca ekstrem 23-24 Oktober 2026: 5 provinsi jadi daerah siaga menjadi pengingat bahwa dinamika atmosfer regional masih aktif. Warga di wilayah berstatus siaga disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala, menyiapkan langkah mitigasi, dan menghindari aktivitas di kawasan rawan longsor maupun banjir saat hujan deras berlangsung.

Peringatan cuaca ekstrem ini juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, hingga masyarakat. Informasi resmi dari BMKG sebaiknya menjadi acuan utama agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Exit mobile version