Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Angela Lillo ubah anyaman tikar jadi national costume di Miss Global 2026, sebuah langkah yang menyita perhatian publik penggemar ajang kecantikan internasional. Perempuan asal Kepulauan Riau yang menjadi wakil Indonesia itu tampil dalam sesi kostum nasional yang digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026 di MCC Hall, Bangkok, Thailand. Busana bertema Indonesia Woman Farmer atau Petani Wanita Indonesia itu mengangkat kehidupan perempuan petani sekaligus budaya agraris Nusantara.
Penampilan Angela menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dalam perhelatan yang diikuti puluhan finalis dari berbagai negara tersebut. Ia tidak hanya menyuguhkan tampilan megah, tetapi juga membawa pesan tentang ketangguhan dan peran perempuan dalam kehidupan masyarakat agraris Indonesia.
Kolaborasi Empat Desainer dan Material Tikar Anyaman
Kostum nasional ini merupakan hasil rancangan kolaboratif empat desainer, yakni Grace Liem, Calvin Lim, Niel Dimitri, dan Jolie Moda. Daya tarik utamanya terletak pada pemanfaatan material tradisional sederhana berupa tikar anyaman yang dipadukan secara harmonis dengan hiasan bermotif padi serta perlengkapan rumah tangga.
Konsep tersebut terasa unik karena benda sehari-hari seperti tikar anyaman diubah menjadi bagian utama dari desain busana panggung. Perpaduan material anyaman, ornamen bernuansa padi, dan aksesori yang terinspirasi peralatan rumah tangga membuat busana ini memiliki karakter tersendiri dibandingkan kostum peserta lain.
Angela tampil berbalut gaun panjang berpotongan mermaid yang melebar meliuk. Setiap elemen yang melekat pada tubuhnya dirancang dengan perhitungan filosofis, bukan sekadar memperhatikan nilai estetika semata.
Mahkota Tampah hingga Penggebuk Kasur
Salah satu detail yang mencuri perhatian adalah mahkota berbentuk tampah yang dikenakan Angela. Aksesori itu disebut sebagai cerminan daur hidup para petani, mulai dari proses menanam hingga memanen.
Penampilannya kian sempurna dengan tambahan sarung tangan berwarna merah beraksen bulir padi. Ada pula aksesori penggebuk kasur yang lekat dengan nuansa keseharian keluarga Indonesia. Kombinasi tersebut menghadirkan narasi tentang perempuan yang tidak hanya bekerja di sawah, tetapi juga merawat keluarga.
Menurut sejumlah pemberitaan, sosok perempuan petani dipilih untuk menggambarkan kontribusi perempuan dalam menjaga keberlangsungan kehidupan, mulai dari proses menghasilkan pangan hingga mengurus rumah tangga. Tema Indonesia Woman Farmer dinilai sejalan dengan status Indonesia sebagai negara agraris.
Panggung Miss Global 2026 dan Peserta Lain
Perhelatan Miss Global 2026 berlangsung di Thailand dengan partisipasi puluhan finalis dari berbagai negara. Sejumlah sumber menyebut jumlah peserta yang berbeda, yakni 71 finalis dalam satu laporan dan 73 kontestan dalam laporan lainnya. Angela sendiri merupakan salah satu wakil yang berkompetisi di ajang tersebut.
Sesi kostum nasional menjadi salah satu bagian penting karena para finalis menampilkan kostum yang mewakili budaya dan tradisi negaranya masing-masing. Selain kostum Indonesia, sejumlah kostum peserta lain juga menjadi sorotan, seperti halo-halo dari Filipina, Kinnaree dari Thailand, sesatha dari Sri Lanka, arpa llanera dari Venezuela, hingga tema Belgian Chocolate Queen.
Pemenang kostum nasional terbaik dijadwalkan diumumkan pada acara grand final yang berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026 di MCC Hall, Bangkok. Pengumuman tersebut menjadi momen yang dinantikan, termasuk bagi pendukung Angela Lillo.
Makna di Balik Kostum
Kostum Indonesia Woman Farmer tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di panggung internasional, tetapi juga menyoroti peran perempuan petani yang kerap kurang mendapat perhatian. Pemilihan tikar anyaman sebagai material utama menjadi simbol kesederhanaan yang berpadu dengan nilai budaya.
Melalui penampilan tersebut, Angela Lillo ubah anyaman tikar jadi national costume di Miss Global 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa benda sederhana dari keseharian masyarakat Indonesia dapat tampil memukau di panggung dunia. Pendekatan itu menjadikan kostumnya bukan sekadar busana, melainkan medium penyampai pesan sosial dan budaya.
Sejumlah penggemar ajang kecantikan memberikan pujian terhadap filosofi, detail, dan pembawaan Angela saat memperagakan kostum tersebut. Apresiasi itu memperlihatkan bahwa narasi budaya yang kuat mampu bersaing dengan tampilan yang mengandalkan kemegahan semata.
Keikutsertaan Angela Lillo ubah anyaman tikar jadi national costume di Miss Global 2026 juga menjadi catatan tersendiri bagi dunia mode Tanah Air. Kolaborasi desainer dalam meramu material tradisional dengan siluet modern menunjukkan potensi eksplorasi budaya yang lebih luas di panggung internasional.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah hasil pengumuman kostum nasional terbaik pada grand final. Terlepas dari hasil tersebut, penampilan bertema petani wanita ini telah memperkuat posisi budaya agraris Indonesia dalam percakapan publik di ajang kecantikan global.
