Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Fenomena iklim el niño yang tengah menguat di Samudra Pasifik diprediksi menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah, dengan puncak diperkirakan terjadi pada Desember 2026 dan dampaknya berpotensi terasa hingga jauh ke tahun 2027. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menilai peluang fenomena ini bertahan setidaknya hingga Februari 2027 mendekati 100 persen, sementara suhu permukaan laut di Pasifik tropis dilaporkan terus naik melampaui rekor El Niño sangat kuat 2015-2016.
Menurut laporan yang mengutip data pemantauan, suhu permukaan laut di Pasifik tropis diperkirakan naik sekitar 7,2 derajat Fahrenheit atau setara 4 derajat Celsius di atas rata-rata saat mencapai puncak. Di beberapa wilayah, air di bawah permukaan laut bahkan tercatat lebih dari delapan derajat di atas rata-rata musim panas, dengan penyimpangan di kedalaman tertentu menembus sepuluh derajat.
Pemicu dan Pola Cuaca Global
El Niño merupakan fase hangat dari El Niño-Southern Oscillation (ENSO), sumber variasi iklim tahunan terbesar di planet ini. Fase ini dimulai ketika angin pasat melemah dan mendorong air hangat dari Pasifik barat ke Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Ketika suhu air di lepas pantai Amerika Selatan naik, sejumlah besar panas dan uap air terpompa ke atmosfer sehingga mengubah pola cuaca di berbagai belahan dunia.
Di Amerika Serikat, El Niño secara historis meningkatkan peluang musim dingin yang lebih hangat dan kering di wilayah utara serta musim dingin yang lebih dingin dan basah di wilayah selatan dan pesisir barat. Pola itu terjadi karena El Niño menggeser aliran jet ke arah selatan dan memanjang ke timur melintasi wilayah selatan. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa El Niño tidak menjamin munculnya peristiwa cuaca tertentu, seperti badai es atau hari-hari yang luar biasa hangat.
Dampak paling serius diperkirakan menghantam sejumlah kawasan di Amerika Selatan, Afrika, dan Australia. Di wilayah-wilayah itu, penguatan fenomena ini bertepatan dengan bulan-bulan terpanas sepanjang tahun. Risiko yang mengintai mencakup kekeringan parah, gelombang panas, kebakaran hutan, hujan ekstrem, hingga banjir. Sektor pertanian, pasokan air, dan kesehatan jutaan orang dinilai rentan terdampak.
Tekanan pada Jaringan Listrik dan Ekonomi
Di Amerika Serikat, kekuatan El Niño menjadi perhatian tersendiri bagi sektor ketenagalistrikan. Cuaca yang dipicu fenomena ini dapat merusak infrastruktur kelistrikan sekaligus memengaruhi pasokan dan permintaan energi, terutama pada musim dingin di belahan bumi utara ketika rumah tangga sangat bergantung pada jaringan listrik untuk pemanas dan penerangan. Namun, dampaknya tidak seragam karena perbedaan infrastruktur jaringan dan sumber daya energi di tiap wilayah.
Kepala WMO Celeste Saulo menyerukan kewaspadaan tinggi. Menurutnya, El Niño yang luar biasa kuat menuntut persiapan yang juga luar biasa. Ia menyoroti bahwa dampak kekeringan dan banjir sudah mulai terlihat, dan kondisi itu berpotensi makin parah seiring menguatnya fenomena tersebut.
Dampak tidak berhenti di kawasan tropis. Eropa, termasuk Austria, diperkirakan hanya merasakan pengaruh tidak langsung karena keterkaitannya jauh lebih rumit dibanding wilayah tropis. Karena itu, belum ada prediksi yang bisa diandalkan soal apakah musim panas 2027 akan sangat terik, musim dingin yang sejuk, atau curah hujan yang luar biasa di kawasan itu.
Puncak dan Bayangan Rekor Suhu
Sejumlah proyeksi menyebut peluang terjadinya El Niño sangat kuat pada musim gugur dan musim dingin tahun ini berada di atas 90 persen. Bahkan, ada perkiraan bahwa peluang fenomena ini menjadi yang terkuat sejak 1950 mencapai 75 persen. Karena suhu global cenderung tertinggal beberapa bulan dari puncak El Niño, tahun 2027 disebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi tahun terpanas sejak pencatatan dimulai, berpotensi mengalahkan rekor 2024 hanya dalam tiga tahun.
Meski begitu, para pengamat menilai tidak ada jaminan bahwa panas ekstrem akan otomatis melanda Eropa. Pengaruh El Niño di Benua Eropa tergolong lemah, bahkan lebih lemah pada musim panas dibanding musim dingin, dan fenomena ini diperkirakan sudah meredup saat musim panas tiba. Catatan sejarah menunjukkan pola yang tidak konsisten: setelah super El Niño 1982/83 muncul Juli yang sangat panas, sedangkan setelah 1997/98 musim panas justru biasa saja.
Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Eropa tercatat menghangat sekitar dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global sejak dekade 1980-an. Jika tahun 2027 menambahkan tingkat suhu global yang lebih tinggi, risiko gelombang panas meningkat signifikan. Dalam skenario itu, penyebab utamanya bukan El Niño, melainkan perubahan iklim.
Dengan puncak yang masih di depan dan ketidakpastian yang tetap besar, perkembangan el niño ini menjadi salah satu yang layak dipantau ketat oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pola cuaca pada Juni, Juli, dan Agustus nanti akan menentukan seberapa ekstrem dampaknya, dan hingga saat ini belum ada yang bisa memprediksinya secara meyakinkan.
