Cakrawala News – 25 September 2026 | CEER, merek otomotif pertama Arab Saudi perkenalkan model perdana bertajuk Exobot dalam wujud sedan dan sport utility vehicle (SUV) listrik. Peluncuran yang berlangsung pada 21 September 2026 ini menandai langkah serius negara produsen minyak terbesar dunia itu masuk ke industri otomotif global, sekaligus menjadi fondasi bagi ambisi membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Exobot diperkenalkan di Ceer Manufacturing Complex (CMC), King Abdullah Economic City. Ceer menyebut kendaraan tersebut dirancang, dikembangkan, dan diproduksi di Arab Saudi, sehingga menghadirkan karakter serta identitas khas negara tersebut. Dua model ini menjadi bagian awal dari rencana Ceer menghadirkan tujuh model kendaraan hingga 2030, dengan jajaran berikutnya mencakup ukuran kompak hingga menengah.
Performa Tinggi Sejak Debut
Ceer tidak memulai debutnya dengan kendaraan listrik yang sekadar ditujukan sebagai alat transportasi harian. Exobot justru ditempatkan sebagai model performa yang menjadi fondasi lini kendaraan listrik perusahaan.
Untuk varian performa tertinggi, Exobot dibekali sistem penggerak tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.111 hp dan torsi 1.500 Nm. Dengan konfigurasi tersebut, versi sedan diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam 2,1 detik dengan kecepatan puncak 250 km/jam. Sementara varian SUV mencatatkan waktu 2,4 detik dengan kecepatan maksimum 210 km/jam.
Adapun versi First Edition yang akan dirilis lebih dulu menghasilkan tenaga 850 hp dan torsi 1.000 Nm. Sistem penggerak tiga motor tersebut menggerakkan keempat roda atau all-wheel drive (AWD). Sedan First Edition diklaim mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 2,6 detik, sedangkan versi SUV membutuhkan 2,9 detik untuk mencapai kecepatan yang sama.
Perbedaan spesifikasi antara varian performa tertinggi dan First Edition ini menjadi catatan tersendiri bagi calon konsumen yang menantikan versi puncak Exobot.
Baterai 112 kWh dan Arsitektur 800 Volt
Tenaga besar tersebut disuplai baterai NCM berkapasitas 112 kWh. Untuk Exobot First Edition sedan, Ceer mencantumkan jarak tempuh hingga 670 kilometer berdasarkan metode pengujian NEDC. Sementara versi SUV memiliki jarak tempuh hingga 560 kilometer.
Arsitektur kelistrikan 800 volt pada kendaraan memungkinkan pengisian baterai dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Teknologi ini menjadi salah satu nilai jual utama Exobot di pasar kendaraan listrik Timur Tengah.
Ceer juga membekali Exobot dengan teknologi torque vectoring, steer-by-wire, serta sistem kemudi roda belakang. Pada varian tertentu, kendaraan ini dilengkapi sistem bantuan pengemudi hingga Level 3 ADAS. Perusahaan turut menjanjikan fitur mengemudi otonom point-to-point, meski detail pemasok teknologinya masih dirahasiakan.
Desain Futuristis dan Teknologi Kabin
Dari sisi desain, Exobot membawa sejumlah elemen yang mencolok. Salah satu daya tarik utamanya adalah kaca depan landai sepanjang 2,4 meter yang diklaim sebagai yang terbesar untuk mobil produksi massal. Estetika eksteriornya dipertegas lampu pipih dan pintu model gullwing yang dijuluki Shahin Wing Doors, terinspirasi dari elang khas Arab Saudi.
Masuk ke kabin, nuansa futuristis terasa berkat layar melengkung Digital Horizon berukuran 58 inci yang membentang di sepanjang dasbor dari satu pilar ke pilar lainnya. Versi SUV disebut mengusung layar 58 inci, sementara sumber lain menyebut layar 48 inci. Tersedia pula layar infotainment 10,4 inci di depan dan layar 8 inci untuk penumpang belakang, setir model yoke, serta asisten suara berbasis kecerdasan buatan. Kabin juga dilengkapi navigasi berbasis tampilan 3D, sistem spion menggunakan kamera, dan asisten suara Ceer.
Menghadapi tantangan suhu ekstrem di Arab Saudi, Ceer menyematkan kaca berlapis perak tiga lapis serta sistem pendingin kabin berdaya besar. Teknologi ini diklaim sanggup menurunkan suhu kabin dari 65 derajat Celsius menjadi 32 derajat Celsius hanya dalam waktu 10 menit.
Untuk dimensi, SUV Exobot memiliki panjang 5.016 mm, lebar 2.101 mm, tinggi 1.693 mm, dan jarak sumbu roda 3.200 mm.
Kolaborasi PIF, Foxconn, dan Teknologi BMW
Ceer merupakan perusahaan patungan antara Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi dan Foxconn. Perusahaan ini diluncurkan pada 2022 sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi Arab Saudi dan target Vision 2030 untuk mengembangkan sektor industri di luar minyak. Ceer dibentuk oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman bersama PIF, dengan Foxconn sebagai mitra dalam proyek kendaraan listrik ini. Sistem penggerak Exobot disebut mengadopsi teknologi dari BMW.
Seluruh produksi Ceer Exobot akan berlangsung di CMC. Perusahaan mengklaim fasilitas ini sebagai pabrik otomotif ternama di kawasan Timur Tengah, bahkan disebut sebagai salah satu fasilitas produksi otomotif dengan teknologi paling maju di dunia. Kehadiran CMC menjadi bagian penting dari rencana pengembangan kendaraan Ceer yang menggabungkan produksi dalam negeri dengan teknologi kendaraan berperforma tinggi.
Sebagai informasi, CEER, merek otomotif pertama Arab Saudi perkenalkan model perdana ini juga menandai tahap awal rencana produk perusahaan sebagai merek lokal pertama Arab Saudi. Perusahaan tidak hanya menyiapkan satu jenis kendaraan, tetapi merancang jajaran produk yang mencakup beberapa ukuran dan pilihan penggerak untuk dikembangkan dalam beberapa tahun mendatang.
Jadwal Penjualan dan Varian
Penjualan Exobot di Arab Saudi dijadwalkan dimulai pada awal 2027. Model ini akan meluncur dalam dua varian, yakni Limited Launch Edition dan versi Plus. Khusus model Plus, konsumen akan mendapatkan fleksibilitas lebih untuk melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan.
Hingga kini, Ceer belum memberikan informasi mengenai harga resmi untuk varian SUV maupun sedan Exobot. Informasi tersebut diperkirakan menyusul menjelang masa penjualan.
Kehadiran CEER, merek otomotif pertama Arab Saudi perkenalkan model perdana ini menjadi penanda penting bagi peta industri otomotif kawasan. Jika rencana tujuh model dalam lima tahun berjalan sesuai jadwal, Arab Saudi berpotensi menjadi pemain baru yang diperhitungkan di segmen kendaraan listrik, tidak hanya sebagai pasar tetapi juga sebagai basis produksi. Yang perlu dicermati berikutnya adalah kepastian harga, jaringan pengisian daya, serta kesiapan layanan purnajual sebelum Exobot benar-benar hadir di jalanan pada 2027.










