Aries Budiman, Drummer Garasi, Meninggal Dunia di Usia 42 Tahun

Aries Budiman, Drummer Garasi, Meninggal Dunia di Usia 42 Tahun
Aries Budiman, Drummer Garasi, Meninggal Dunia di Usia 42 Tahun

Cakrawala News – 25 September 2026 | Kabar duka menyelimuti industri musik Indonesia. Aries Budiman, drummer band Garasi, meninggal dunia pada usia 42 tahun. Kabar kepergiannya disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Aries pada Jumat, 18 September 2026, dan ia dimakamkan di TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kepergian Aries meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para penggemar. Rekan-rekan sesama personel Garasi, yakni Fedi Nuril, Axel Andaviar, dan Wembri Arlistha, datang langsung ke pemakaman untuk mengantar drummer mereka ke tempat peristirahatan terakhir.

“Rest in love, Ries,” tulis akun resmi Garasi Band dalam unggahan mereka, seperti dikutip dari Instagram @garasiband_official.

Vokalis Garasi, Aiu Ratna, tiba lebih dulu di lokasi pemakaman. Ia turut mengantarkan Aries dan menyampaikan pesan perpisahan sambil memegang pusara almarhum.

“Selamat jalan kawan.. ketukan drummu takkan tergantikan… Rest in peace @aries_garasi,” tulis Aiu.

Selain menghadiri pemakaman, Fedi, Axel, dan Wembri juga mengunjungi Aries Garasi Drum School, sekolah drum yang menjadi tempat Aries mengajarkan kemampuannya menabuh drum kepada murid-muridnya. Kunjungan itu menjadi salah satu bentuk penghormatan terakhir mereka kepada sosok yang dinilai tak tergantikan.

Kesan Pertama Fedi Nuril

Fedi Nuril mengenang momen pertama kali bertemu Aries Budiman. Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Selasa, 22 September 2026, aktor berusia 44 tahun itu menuliskan ungkapan mendalam ditinggal pergi Aries untuk selamanya.

Fedi bercerita, pertemuan pertama mereka terjadi saat audisi film “Garasi”. Ia mengaku tidak akan melupakan momen tersebut.

“Gue gak bakal lupa pertama kali kita ketemu, Ries. Kita mau audisi untuk film ‘Garasi’. Lo dateng dan memperkenalkan diri dengan gestur rendah hati yang nyunda pisan. Sebelum mulai nge-jam, lo setup drum dulu,” tulis Fedi, dikutip pada Jumat, 25 September 2026.

Fedi juga mengaku takjub saat melihat kemampuan Aries bermain drum. Setelah menyelesaikan setup, Aries sempat memainkan solo drum yang membuat Fedi menilai skill rekannya itu bukan kaleng-kaleng.

“Beres setup, lo sedikit solo drum. Dari solo drum itu gue udah berasa skill lo bukan kaleng-kaleng. Kita nge-jam lagu ‘American Idiot’, Green Day. Lo drum, Aiu vokal dan gue gitar. Selesai nge-jam, gue bener-bener takjub sama skill drum lo,” ungkapnya.

Fedi juga membagikan momen ketika ia, Aiu, dan Aries akhirnya diterima untuk film Garasi hingga bisa menghasilkan tiga album bersama.

Perjalanan Karier Aries Budiman

Nama Aries Budiman mulai dikenal luas publik sejak pertengahan era 2000-an. Ia menekuni dunia musik sebagai penabuh drum sekaligus pemeran film. Kepopulerannya melambung setelah dipercaya menjadi salah satu pemeran utama dalam film layar lebar berjudul Garasi.

Proyek film itu menjadi tonggak penting yang melahirkan grup musik Garasi di dunia nyata. Dalam proyek tersebut, ia berkolaborasi erat bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna. Ketiganya membentuk warna musik rock alternatif yang khas dan digemari kalangan remaja saat itu.

Sebelum dikenal sebagai aktor layar lebar, Aries mengawali karier di dunia musik pada awal era 2000-an. Ia meraih gelar Best Drummer dari ajang festival musik tingkat Sukabumi hingga nasional. Prestasi tersebut membuka jalan karier profesionalnya.

Berkat predikat penabuh drum terbaik itu, ia dipercaya grup musik Omelette untuk mengisi posisi additional drummer. Perjalanan kariernya berubah pesat pada 2005 saat rumah produksi Miles Films menggandengnya dalam pembuatan film Garasi, bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna.

Berdasarkan catatan riwayat hidup, musisi berbakat ini lahir di Jawa Barat dan menghabiskan sebagian besar waktunya berkarya di dunia seni pertunjukan.

Warisan yang Tak Tergantikan

Ungkapan duka dari para sahabat menegaskan bahwa Garasi tidak akan pernah sama tanpa kehadiran Aries. Kalimat-kalimat perpisahan dari rekan satu band maupun kerabat menjadi penanda betapa besar kontribusinya bagi perjalanan grup tersebut.

Selain dikenal lewat panggung musik, Aries juga meninggalkan jejak melalui Aries Garasi Drum School. Tempat itu menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar menabuh drum, sekaligus bagian dari warisan keilmuan musiknya.

Kepergian Aries Budiman menjadi kehilangan besar bagi industri musik tanah air. Bagi para penggemar, kenangan atas ketukan drumnya akan tetap hidup melalui karya-karya Garasi yang telah dirilis. Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Garasi melanjutkan perjalanan mereka tanpa salah satu pendirinya, sekaligus mengenang sosok yang disebut tak akan tergantikan itu.

Exit mobile version