Cakrawala News – 25 September 2026 | Korps Marinir terima 12 ranpur amfibi eks US Marine Corps pada tahap pertama, dengan kedatangan 12 unit kendaraan tempur amfibi (assault amphibious vehicle/AAV) yang tiba di Indonesia dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2026). Kedatangan tersebut menjadi bagian dari pemenuhan total 35 unit AAV yang akan memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir TNI AL.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menyatakan bahwa kehadiran kendaraan tempur amfibi ini menjadi tonggak penting bagi satuan yang dipimpinnya. “Kehadiran AAV akan semakin memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir,” kata Endi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Pengiriman 12 unit AAV eks US Marine Corps itu merupakan tahap pertama dari total 35 unit yang direncanakan. Kedatangan tahap berikutnya masih dinantikan untuk melengkapi kebutuhan alutsista Korps Marinir TNI AL dalam mendukung operasi pendaratan amfibi dari laut menuju pantai hingga mencapai sasaran di darat.
Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi
Sebagai kendaraan pendarat amfibi, AAV berperan penting dalam memperkuat kemampuan pasukan dalam melaksanakan operasi dari laut menuju pantai hingga mencapai sasaran di darat. Kendaraan ini dirancang untuk membawa personel dan perlengkapan dari kapal pendarat menuju garis pantai, kemudian melanjutkan pergerakan di daratan.
Kedatangan AAV eks US Marine Corps ini tercatat sebagai tonggak penting bagi Korps Marinir TNI AL setelah sebelumnya menerima 10 unit LVT-7A1 dari Korea Selatan (Korsel) pada 7 Desember 2009. Jarak waktu yang cukup panjang antara kedua pengadaan itu menunjukkan bahwa penambahan alutsista amfibi menjadi kebutuhan yang terus diupayakan oleh satuan tersebut.
Pengadaan kendaraan tempur amfibi dari Amerika Serikat ini menandai babak baru dalam modernisasi peralatan Korps Marinir. Dengan tambahan 12 unit pada tahap pertama, kemampuan manuver pasukan di medan litoral diharapkan semakin meningkat, terutama dalam skenario operasi pendaratan yang membutuhkan mobilitas tinggi dari kapal ke pantai.
Proses Kedatangan dan Tahapan Berikutnya
Proses pembongkaran 12 unit AAV di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi penanda bahwa pengiriman tahap pertama telah tiba di tanah air. Setelah proses bongkar muat selesai, kendaraan-kendaraan tersebut akan menjalani tahapan selanjutnya sebelum secara resmi memperkuat satuan di jajaran Korps Marinir TNI AL.
Pemenuhan total 35 unit AAV menunjukkan bahwa pengadaan ini dilakukan secara bertahap. Kedatangan 12 unit pertama menjadi bagian dari pemenuhan tersebut, sementara sisanya akan menyusul pada tahap-tahap berikutnya. Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi menegaskan bahwa kehadiran alutsista ini memiliki arti strategis bagi penguatan kemampuan operasi amfibi Korps Marinir.
Dalam konteks pertahanan negara, kemampuan operasi amfibi menjadi salah satu elemen penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Operasi dari laut ke darat membutuhkan kendaraan khusus yang mampu bergerak di dua medan sekaligus, dan AAV merupakan salah satu jenis alutsista yang dirancang untuk keperluan tersebut.
Pengalaman Korps Marinir TNI AL dalam mengoperasikan kendaraan pendarat amfibi sudah terbangun sejak lama, termasuk melalui pengoperasian 10 unit LVT-7A1 yang diterima dari Korea Selatan pada 2009. Penambahan armada AAV eks US Marine Corps ini memperluas kapasitas satuan dalam menggelar latihan maupun operasi yang melibatkan pergerakan lintas medan laut dan darat.
Arti Penting bagi Modernisasi Alutsista
Kedatangan 12 ranpur amfibi eks US Marine Corps ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperbarui peralatan tempur Korps Marinir. Sebagai kendaraan pendarat amfibi, AAV memperkuat kemampuan pasukan dalam melaksanakan operasi dari laut menuju pantai hingga mencapai sasaran di darat, sesuai dengan peran utama satuan ini dalam struktur pertahanan TNI AL.
Pernyataan Pangkormar menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan alutsista yang baru tiba dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kesiapan operasi. Dengan total 35 unit yang ditargetkan, pemenuhan armada AAV secara bertahap akan menjadi indikator keseriusan dalam membangun kekuatan operasi amfibi.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada kedatangan unit-unit berikutnya serta proses integrasi kendaraan tempur amfibi ini ke dalam satuan Korps Marinir TNI AL. Tahapan pembongkaran di Tanjung Priok menjadi langkah awal dari rangkaian panjang pemenuhan 35 unit AAV yang diharapkan semakin memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir.
