Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Laga arsenal vs birmingham city di Emirates Stadium, Sabtu (17/10/2026), berakhir imbang 1-1 dalam lanjutan Barclays Women’s Super League. Hasil ini membuat Arsenal harus bangkit dari ketertinggalan, sekaligus memperpanjang tren tanpa kemenangan mereka di liga menjadi lima pertandingan sejak 6 September.
Birmingham City, yang datang tanpa kemenangan di liga musim ini, justru lebih dulu memecah kebuntuan. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Océane Hurtré mencetak gol pada menit ke-53 melalui sepakan yang menjadi tembakan pertama Birmingham yang mengarah ke gawang. N. Herron mencatatkan assist atas gol tersebut.
Keunggulan tim tamu tidak bertahan lama. Arsenal merespons lewat aksi individu Olivia Smith pada menit ke-66. Pemain asal Kanada itu menerima bola di luar kotak penalti, mengambil satu sentuhan untuk menyiapkan tembakan, lalu melepaskan sepakan keras ke sudut kanan atas gawang. G. Stanway mencatatkan assist pada gol penyama kedudukan tersebut.
Kegemilangan Olivia Smith dan Kritik atas Menit Bermain
Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Smith musim ini dan menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, mantan pemain Arsenal yang kini menjadi pelatih tim nasional Kanada, Casey Stoney, mempertanyakan minimnya menit bermain Smith di level klub. Menurut Stoney, Smith lebih banyak tampil sebagai pemain pengganti.
Smith sendiri bermain penuh 90 menit pada laga arsenal vs birmingham city ini. Ia menyebut hasil imbang ini tetap meninggalkan rasa frustrasi karena Arsenal gagal meraih kemenangan.
“Its quite frustrating not to get the result. I think we just need more urgency within the first half, to bring it like we did in the second half and again, put the ball in the back of the net and get our goal,” kata Smith kepada laman resmi Arsenal usai pertandingan.
“Glad to take away a point, but again, it just needs to be better,” tambahnya, seraya menekankan perlunya perbaikan, perjuangan, dan kebersamaan tim.
Pernyataan senada sebelumnya disampaikan Stoney ketika membahas performa Smith bersama Kanada. Ia menilai Arsenal belum sepenuhnya memberi kepercayaan kepada penyerang berusia 22 tahun itu.
“If you give Liv the right tools and give her the right freedom and you believe in her, it’s amazing what she can do, and that’s what we definitely do here,” ujar Stoney.
Birmingham juga menurunkan pemain Kanada lainnya, Marie Levasseur, dalam laga ini. Gol Hurtré menjadi bukti bahwa tim asuhan Amy Merricks mampu memberi masalah bagi lawan, meski belum meraih kemenangan pertama di liga musim ini.
Konteks Klasemen dan Tekanan pada Renée Slegers
Sebelum pertandingan, kedua tim berada di paruh bawah klasemen setelah lima laga. Arsenal menempati posisi ke-10 dengan satu kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan, termasuk kalah 4-2 dari pemuncak klasemen Manchester City sebelum jeda internasional. Birmingham berada di posisi ke-13 dengan dua imbang dan tiga kekalahan.
Laga arsenal vs birmingham city digelar di Emirates Stadium pada pukul 12.45 waktu setempat dengan jumlah penonton tercatat 19.426 orang. Hasil ini membuat Birmingham tetap tanpa kemenangan, sementara Arsenal belum kembali ke jalur kemenangan di liga.
Tekanan pun kian dirasakan pelatih Arsenal, Renée Slegers, menyusul catatan buruk tim di awal musim, baik di Women’s Super League maupun UEFA Women’s Champions League. Arsenal juga kehilangan Caldentey yang disebut absen hingga 10 pekan.
Menariknya, gol Smith seolah menjadi jawaban atas perdebatan soal menit bermainnya. Mantan penggawa Arsenal yang kini menjadi pelatih timnas Kanada itu menilai Smith layak mendapat kesempatan lebih besar, dan penampilan penuh 90 menit di laga ini menunjukkan kapasitasnya ketika dipercaya tampil sejak awal.
Ke depan, Arsenal perlu segera mengakhiri tren tanpa kemenangan agar tidak semakin tertinggal di klasemen. Sementara Birmingham akan berusaha mempertahankan performa yang membuat mereka mampu menahan imbang tuan rumah, demi meraih kemenangan pertama musim ini.












