Atletico Madrid Tumbangkan Real Madrid 2-1 di Derby Madrid, Merengues Main dengan 10 Pemain

Atletico Madrid Tumbangkan Real Madrid 2-1 di Derby Madrid, Merengues Main dengan 10 Pemain
Atletico Madrid Tumbangkan Real Madrid 2-1 di Derby Madrid, Merengues Main dengan 10 Pemain

Cakrawala News – 21 September 2026 | Duel real madrid vs Atletico Madrid pada pekan ke-7 La Liga 2026/27 berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-1 di Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Kekalahan ini membuat Real Madrid turun dari posisi kedua klasemen dan menutup laga dengan sepuluh pemain setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah langsung.

Atletico membuka keunggulan lewat penalti Alejandro Grimaldo pada menit ke-53, sebelum Jonathan David menggandakan skor enam menit berselang. Real Madrid sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Antonio Rüdiger pada menit ke-89, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyamakan kedudukan.

Hasil ini mengubah peta persaingan di papan atas. Atletico kini mengoleksi 16 poin dan menempati posisi kedua, terpaut lima poin dari Barcelona yang memimpin klasemen. Real Madrid tertinggal enam angka dari sang pemuncak setelah sebelumnya datang ke laga ini sebagai penghuni posisi kedua dengan 15 poin.

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berlangsung ketat dan lebih banyak diwarnai duel di lini tengah. Peluang bersih baru muncul ketika sepakan pemain Korea Selatan, Lee Kang-In, berhasil diamankan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, pada menit ke-32. Tuan rumah membalas melalui tembakan jarak jauh Arda Güler yang dihalau Jan Oblak delapan menit kemudian.

Atletico tampil lebih agresif setelah jeda, terutama setelah Koke masuk dari bangku cadangan untuk menambah kendali di lini tengah. Tekanan tersebut berbuah penalti ketika Huijsen menjatuhkan Giuliano Simeone di kotak terlarang. Wasit tidak hanya menunjuk titik putih, tetapi juga mengusir bek Real Madrid itu dengan kartu merah langsung.

Grimaldo, yang mengisi posisi bek kiri dalam susunan 4-4-2 arahan Diego Simeone, menuntaskan penalti dengan tenang untuk membawa Atletico unggul. Enam menit berselang, Jonathan David menuntaskan serangan cepat dan menambah keunggulan menjadi 2-0.

Gol Rüdiger di menit ke-89 sempat menghidupkan harapan Real Madrid, tetapi Atletico mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi pasukan Simeone yang sebelumnya sempat melalui periode sulit pada awal September.

Respons Simeone dan Koke

Koke, yang tampil sebagai pengganti pada babak kedua, menilai kemenangan ini sebagai buah kerja kolektif seluruh tim. Ia menyebut Atletico mampu bersaing dengan tim-tim terbaik ketika tampil dengan intensitas lebih dari seratus persen.

“Saya berusaha membantu tim, agar kami bisa menguasai bola lebih lama, mencari sisi-sisi lawan, dan ini adalah kerja seluruh tim, bukan hanya saya. Kami bisa bersaing melawan semua tim, kami memberikan lebih dari seratus persen, karena sering kali dengan seratus persen saja tidak cukup,” ujar Koke dalam pernyataannya usai laga.

Simeone juga menunjukkan dukungan kepada penyerang Julián Álvarez yang masuk menggantikan Jonathan David pada menit ke-61. Mantan pemain River Plate itu sempat mendapat sorakan dari sebagian penonton di Riyadh Air Metropolitano, tetapi pelatih asal Argentina tersebut memberi isyarat kepada suporter agar mendukung pemainnya. Giuliano Simeone turut meminta dukungan serupa dari lapangan.

Selama sekitar setengah jam di lapangan, Álvarez terlibat aktif dalam permainan dan beberapa kali mendapat aplaus atas aksinya. Meski belum mencetak gol dalam laga ini, kepercayaan dari pelatih dan rekan setim menjadi sinyal bahwa posisinya di skuad masih terjaga.

Tren dan Catatan Pertemuan

Bagi Real Madrid, kekalahan ini memutus tren positif mereka. Sebelumnya, pasukan Jose Mourinho sempat kalah 0-1 dari Real Betis, lalu bangkit dengan mengalahkan Inter Milan di Liga Champions serta menundukkan Rayo Vallecano dan Elche di La Liga.

Atletico sendiri menunjukkan pemulihan performa yang signifikan. Setelah takluk 0-3 dari Athletic Bilbao di La Liga dan 1-2 dari Liverpool di Liga Champions pada awal September, mereka merespons dengan kemenangan telak 3-0 atas Real Sociedad dan 4-0 melawan Osasuna sebelum menaklukkan Real Madrid.

Derby Madrid juga menyimpan catatan menarik. Real Madrid memenangi pertemuan terakhir dengan skor 3-2 pada Maret, sementara Atletico pernah meraih kemenangan besar 5-2 di kandang sendiri pada musim lalu. Hasil kali ini menambah panjang daftar pertemuan sengit antara kedua klub sekota.

Laga bertajuk derbi ini juga diwarnai dinamika di tribun. Sebagian suporter menyoroti aksi Vinicius Junior, Kylian Mbappé, dan Ibrahima Konaté yang dinilai tidak mengenakan kaus dukungan untuk Ceuta secara semestinya pada pertandingan sebelumnya melawan Elche. Sebuah spanduk bertuliskan dukungan untuk Ceuta juga terlihat di tribune Riyadh Air Metropolitano.

Dampak bagi Persaingan Gelar

Kemenangan ini memberi Atletico keunggulan moral sekaligus posisi yang lebih baik dalam perburuan gelar La Liga musim 2026/27. Dengan 16 poin, mereka kini berada di jalur yang kompetitif, meski masih harus mengejar Barcelona yang belum tergoyahkan di puncak klasemen.

Sebaliknya, Real Madrid perlu segera memperbaiki konsistensi jika tidak ingin semakin tertinggal. Jarak enam poin dari Barcelona pada pekan ketujuh belum menjadi penghalang definitif, tetapi tekanan akan meningkat mengingat jadwal padat di La Liga dan Liga Champions.

Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian bagi kedua tim. Atletico berupaya mempertahankan momentum untuk terus menempel Barcelona, sementara Real Madrid dituntut bangkit agar persaingan gelar tidak semakin berat. Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, laga real madrid vs Atletico Madrid ini menjadi pengingat bahwa derby sekota selalu menyajikan tensi tinggi, terlepas dari posisi kedua tim di klasemen.

Exit mobile version