Banjir dan Kekeringan Ekstrem Meluas, Sejumlah Daerah Tetapkan Status Darurat

Banjir dan Kekeringan Ekstrem Meluas, Sejumlah Daerah Tetapkan Status Darurat
Banjir dan Kekeringan Ekstrem Meluas, Sejumlah Daerah Tetapkan Status Darurat

Cakrawala News – 03 November 2026 | Status darurat kembali diberlakukan di sejumlah daerah di dalam dan luar negeri menyusul banjir dan kekeringan ekstrem yang melanda berbagai wilayah. Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total kejadian bencana alam menembus 2.278 kejadian sepanjang 2026 hingga Senin, 2 November 2026, dengan banjir dan cuaca ekstrem menjadi salah satu pemicu utama.

Lonjakan itu terjadi setelah 31 bencana baru menghantam berbagai daerah hanya dalam kurun akhir pekan lalu. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut rentetan bencana tersebut didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, cuaca ekstrem, hingga tanah longsor.

“Kami menyampaikan bahwa tanggal 2 November ini ada 31 kejadian baru dari akhir pekan lalu, sehingga total kejadian menjadi 2.278 kejadian,” ujar Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Berton merinci tambahan bencana tersebut terdiri dari 11 kejadian karhutla, termasuk di Kolaka Timur dan Sinjai, 10 kejadian banjir, 7 cuaca ekstrem, serta 3 tanah longsor di Simalungun, Banjarnegara, dan Malang.

Banjir Parah di Aceh

Salah satu bencana banjir paling parah menerjang Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat. Luapan sungai akibat hujan deras di Aceh Selatan memaksa pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat sejak 30 Oktober hingga 12 November 2026.

Menurut laporan BNPB, sebanyak 161 jiwa di Aceh Selatan mengungsi dan 210 rumah terdampak. Sementara di Aceh Barat, banjir merendam 10 kecamatan, memutus akses jalan, serta merusak fasilitas jembatan.

“Debit air di Gampong Napai dan Jembatan Pribu terus meningkat, sedangkan di Aceh Selatan genangan air tertinggi di Kabupaten Cot Bayu mencapai 130 cm,” kata Berton.

Berton mengimbau warga di bantaran sungai untuk tetap waspada dan meminta pemerintah daerah segera mengajukan pemenuhan kebutuhan mendesak, seperti tenda pengungsian, perahu karet, dan logistik.

Kekeringan dan Banjir di Bolivia

Ancaman serupa juga terjadi di luar negeri. Presiden Bolivia Rodrigo Paz mendeklarasikan keadaan darurat pada Sabtu, 31 Oktober 2026, untuk menangani dampak fenomena El Nino. Kebijakan itu memungkinkan pemerintah menyediakan sumber daya lebih besar dalam penanganan dan pencegahan bencana.

Paz menyatakan El Nino berdampak besar bagi Bolivia karena memicu kekeringan dan berpotensi menimbulkan banjir. Keadaan darurat ini membuat seluruh institusi negara, termasuk gubernur, wali kota, militer, dan polisi, bertindak mengatasi masalah tersebut.

Menurut laporan Kementerian Pertahanan Sipil Bolivia, setidaknya 78.217 keluarga terdampak kekeringan akibat El Nino. Ribuan keluarga itu tersebar di sembilan wilayah, dengan area paling terdampak berada di sejumlah departemen seperti La Paz, Oruro, Potosi, Cochabamba, Chuquisaca, Tarija, dan Santa Cruz.

Otoritas setempat juga memperingatkan kemungkinan banjir menjelang dimulainya musim penghujan pada November hingga Maret 2027. Sebelumnya, Organisasi Negara Amerika (OAS) mendesak negara-negara di Amerika Latin dan Karibia memperkuat langkah pencegahan dan persiapan menghadapi konsekuensi El Nino.

Sebelum Bolivia, Peru telah menetapkan status darurat di ratusan distrik pada Juli, sedangkan Panama, El Salvador, dan Honduras menetapkan keadaan darurat pada Agustus 2026.

Banjir Bandang di Florida

Di Amerika Serikat, otoritas cuaca menetapkan status darurat banjir bandang untuk sejumlah wilayah di Brevard County, Florida tengah, pada Senin, 2 November 2026. Kantor Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) di Melbourne melaporkan curah hujan di wilayah terdampak mencapai 15 hingga 20 inci atau sekitar 38,1 hingga 50,8 sentimeter hingga pukul 11.35 waktu setempat.

Hujan tambahan sebanyak 2 hingga 4 inci atau sekitar 5,08 hingga 10,16 sentimeter masih berpotensi turun. Warga di wilayah terdampak, termasuk West Melbourne dan Palm Bay, diminta segera berpindah ke tempat yang lebih tinggi karena banjir bandang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Otoritas Brevard County melaporkan banjir meluas di sejumlah ruas jalan, terutama di bagian selatan wilayah tersebut. Brevard Public Schools juga membatalkan kegiatan belajar mengajar pada Senin akibat hujan deras dan banjir.

NWS mengingatkan masyarakat agar tidak berjalan kaki maupun berkendara menerobos genangan banjir. Lembaga tersebut menyebut sebagian besar kematian akibat banjir terjadi di dalam kendaraan.

Kesiapsiagaan Pangan Malaysia

Di tengah meningkatnya ancaman global, sejumlah negara ramai menyiapkan stok pangan darurat. Sedikitnya 33 negara dilaporkan mengeluarkan panduan kesiapsiagaan yang mendorong rumah tangga menyimpan persediaan makanan, air minum, dan kebutuhan penting lainnya. Prancis dan Inggris termasuk negara yang mendorong rumah tangga menyiapkan persediaan darurat untuk sedikitnya 72 jam.

Pemerintah Malaysia menyatakan persediaan pangan dan barang kebutuhan pokok di negaranya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setidaknya selama enam bulan. Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi meminta warga tidak panik atau melakukan pembelian besar-besaran.

“Kami melihat tidak ada kebutuhan untuk melakukan langkah seperti itu karena ketahanan pangan dan tingkat persediaan kami mencukupi,” ujarnya, dikutip dari Business Today, Selasa (3/11/2026).

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan lembaga-lembaga penting negaranya mengadakan serangkaian pertemuan pada Selasa (3/11/2026) untuk menilai risiko ancaman global, termasuk siber dan geopolitik. Menurutnya, krisis di luar negeri dapat berdampak pada keselamatan rakyat, stabilitas ekonomi, dan kepentingan nasional Malaysia.

Dengan bencana hidrometeorologi yang terus meningkat di dalam negeri dan tekanan global yang kian kompleks, kesiapsiagaan menjadi kunci. Bagi Indonesia, imbauan BNPB agar warga di bantaran sungai waspada dan pemerintah daerah bergerak cepat memenuhi kebutuhan pengungsian menjadi langkah mendesak yang perlu ditindaklanjuti, terutama saat musim hujan memasuki puncaknya.

Exit mobile version