Benfica Bungkam Gil Vicente 3-1, Modal Percaya Diri Jelang Hadapi Milan di Liga Europa

Benfica Bungkam Gil Vicente 3-1, Modal Percaya Diri Jelang Hadapi Milan di Liga Europa
Benfica Bungkam Gil Vicente 3-1, Modal Percaya Diri Jelang Hadapi Milan di Liga Europa

Cakrawala News – 16 September 2026 | Kemenangan dramatis Benfica atas Gil Vicente menjadi salah satu sorotan menjelang laga pembuka fase liga Liga Europa 2026/27. Dalam pertandingan benfica vs gil vicente di Primeira Liga, tuan rumah sempat tertahan imbang sebelum akhirnya menang 3-1 lewat gol-gol di menit akhir, hasil yang memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka menjadi tujuh laga di semua kompetisi.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Benfica yang akan bertandang ke markas AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, pada Rabu (16/9) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Duel dua mantan juara Eropa ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik di pekan pembuka Liga Europa.

Kemenangan atas Gil Vicente sekaligus menegaskan tren positif pasukan Marco Silva. Dikutip dari laporan pertandingan, Benfica sempat menghadapi potensi hasil imbang di kandang, tetapi mampu mengubah keadaan menjadi kemenangan 3-1 berkat serangan telat mereka. Tambahan tiga poin itu membuat Benfica mengoleksi empat kemenangan beruntun di kompetisi domestik dengan total 12 gol.

Momentum Benfica Jelang Lawan Milan

Sejak awal musim, Benfica memang tampil impresif. Klub tersukses di Portugal itu harus melewati babak kualifikasi Liga Europa setelah finis ketiga di Primeira Liga musim lalu di bawah asuhan Jose Mourinho. Kekalahan mengejutkan dari St Gallen di laga pembuka dibalas dengan kemenangan telak 5-0 pada pertemuan kedua.

Setelah itu, Benfica menyingkirkan Hearts dengan agregat 7-2 dan AGF dengan agregat 6-2 untuk memastikan tempat di fase liga. Menurut catatan yang dihimpun, Benfica kini mencatatkan rekor tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi, dengan lima kemenangan beruntun terakhir di berbagai ajang.

Pelatih Marco Silva mengakui timnya sempat merasa berat menghadapi Gil Vicente. Namun, ia menilai kemenangan tersebut menunjukkan karakter skuadnya. “Setelah jaga dengan Gil Vicente, saya katakan saya merasakan tim ini berat,” ujar Silva dalam konferensi pers jelang laga melawan Milan, seperti dikutip dari pernyataannya.

Dalam kesempatan yang sama, Silva juga menyoroti perkembangan bek kanan muda Daniel Banjaqui. Pemain 18 tahun itu menjadi starter dalam dua laga terakhir melawan Moreirense dan Gil Vicente setelah Alexander Bah absen. Silva menegaskan Banjaqui masih dalam proses adaptasi di level tertinggi.

“Banjaqui ada di skuad dan kami harus percaya padanya, dia pemain muda berusia 18 tahun. Penting untuk merasakan beratnya tuntutan harus selalu menang, dan semua ini menciptakan ekspektasi pada pemain muda,” kata Silva. Ia menambahkan bahwa Banjaqui telah melewati pengalaman bermain di Stadion da Luz dengan stadion penuh, dan proses belajar itu bagian dari perkembangan pemain muda.

Milan dalam Proses Rebuilding

Di kubu Milan, laga ini menjadi ajang pembuktian bagi proyek baru Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu ditunjuk menggantikan Massimiliano Allegri yang hanya bertahan satu musim pada periode keduanya. Milan gagal menembus Liga Champions musim lalu setelah enam kekalahan dalam 10 laga terakhir Serie A merusak posisi mereka.

Sejauh musim ini, Milan belum terkalahkan. Mereka mengalahkan Torino dan Venezia, lalu bermain imbang melawan Juventus dan Lazio. Hasil di Turin terasa menyakitkan karena Juventus menyamakan kedudukan pada menit akhir, sementara di Roma Milan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mencuri satu poin.

Bagi Amorim, laga melawan Benfica punya makna personal. Ia pernah memperkuat klub Portugal itu selama sembilan tahun sebagai pemain. Musim lalu, ia membawa Manchester United ke final Liga Europa sebelum akhirnya kalah, setelah sebelumnya sukses di level tertinggi bersama Sporting CP.

“Kami tahu sejarah dan kebesaran Milan. Tetapi kami harus membangun tim yang ingin bermain untuk menang dan tidak takut menghadapi siapa pun,” ujar Amorim, menegaskan ambisinya.

Rekor Pertemuan dan Kondisi Skuad

Secara historis, Benfica belum pernah mengalahkan Milan dalam enam pertemuan resmi. Rekor itu termasuk kekalahan Benfica di final Piala Eropa 1963 dan 1990. Catatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Benfica yang datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Dari sisi kebugaran, Milan diprediksi menurunkan formasi dengan Maignan di bawah mistar, didukung de Winter, Gabbia, dan Pavlovic di lini belakang. Lini tengah dihuni Chukwueze, Modric, Musah, dan Diego Moreira, sementara Pulisic, Cisse, serta Goncalo Ramos mengisi lini serang. Kembalinya Pulisic setelah absen karena Piala Dunia 2026 menjadi kabar baik bagi Rossoneri.

Sementara itu, Benfica kemungkinan menurunkan Samuel Soares sebagai penjaga gawang, dengan Banjaqui, Tomas Araujo, Lenglet, dan Dahl di lini pertahanan. Lucas Barreiro dan Palhinha mengisi lini tengah, sedangkan Rafa Silva, Prestianni, Schjelderup, dan Pavlidis menjadi opsi di lini depan.

Pertandingan Milan vs Benfica dijadwalkan kick-off pukul 16.00 waktu Brasilia atau 20.00 waktu Portugal, dan disiarkan secara langsung melalui CazeTV serta Prime Video. Sejumlah catatan menunjukkan Milan memiliki tren V-V-N-N dalam laga terakhir, sementara Benfica mencatatkan V-V-V-V-V-V di semua kompetisi.

Laga ini menjadi ujian awal bagi ambisi kedua klub di Liga Europa. Benfica ingin memanfaatkan momentum kemenangan atas Gil Vicente, sementara Milan berupaya memaksimalkan dukungan publik San Siro untuk memulai kiprah Eropa dengan hasil positif. Hasil di Giuseppe Meazza akan menjadi indikasi awal seberapa jauh kedua tim mampu melangkah di kompetisi ini, terutama dengan jadwal berat yang menanti, termasuk lawatan Benfica ke markas Porto setelah menghadapi Milan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *