Cakrawala News – 16 September 2026 | Lawan penyakit, Celine Dion sukses gelar konser di Paris dalam penampilan penuh pertamanya setelah lebih dari enam tahun vakum dari panggung. Konser yang berlangsung di Plenitude Arena, Nanterre, Prancis, pada Sabtu (12/9/2026) malam itu menjadi penanda penting bagi perjalanan karier penyanyi asal Kanada tersebut yang selama beberapa tahun harus mengurangi aktivitas panggung akibat kondisi medis yang dialaminya.
Penampilan tersebut sekaligus membuka rangkaian 26 pertunjukan menetap atau residency yang telah lama dinantikan para penggemar. Dalam konser yang berlangsung sekitar dua jam 15 menit itu, Dion membawakan 25 lagu di hadapan lebih dari 30 ribu penonton.
Momen emosional langsung terlihat sejak awal pertunjukan. Dion membuka konser dengan lagu “On Ne Change Pas” yang dirilis pada 1998. Saat lagu baru dimulai, penyanyi berusia 58 tahun itu sempat terdiam dan menyeka air mata di hadapan penonton.
Ia kemudian meletakkan tangan di dada dan menyatukan kedua tangannya sebagai bentuk terima kasih kepada para penggemar. Setelah momen haru tersebut, Dion menyelesaikan lagu dan melanjutkan penampilan dengan membawakan “Destin”.
Dalam video yang dibagikan seorang penonton melalui Instagram, Dion terlihat menyanyikan lagu sambil menahan tangis. Penonton kemudian memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk dukungan atas kembalinya sang diva ke atas panggung.
Janji yang Ditepati
Di sela pertunjukan, Dion berbicara langsung kepada penonton mengenai perjalanan yang telah dilaluinya. Ia mengaku bersyukur dapat kembali berada di atas panggung dan memenuhi janjinya untuk kembali bernyanyi di hadapan penggemar.
“Aku telah membuat janji. Aku berjanji untuk kembali, untuk kembali ke panggung. Jadi, inilah aku, bernyanyi untuk kalian dan bernyanyi untuk diriku sendiri, menyanyikan kehidupan,” kata Dion, seperti dilansir People.
Dion juga menyapa penonton menggunakan bahasa Prancis dan Inggris. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan dan kesabaran selama dirinya menjalani masa sulit.
Saat membawakan “Because You Loved Me”, Dion mengatakan bahwa kecintaan penggemar turut membentuk dirinya hingga menjadi seperti sekarang. Ia juga mengaku ingin menikmati malam tersebut tanpa larut dalam kesedihan.
Penampilan dan Lagu Andalan
Dion tampil mengenakan gaun hitam dengan rambut disanggul pada bagian awal pertunjukan sebelum berganti pakaian untuk membawakan sejumlah lagu andalannya. Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah “My Heart Will Go On”.
Dion menyanyikan lagu ikonik dari 1997 tersebut setelah berganti dengan jaket hitam berkilauan dan celana hitam. Lagu “All By Myself” kemudian dipilih sebagai encore atau penutup pertunjukan.
Selain lagu-lagu hits, Dion juga membawakan aria opera dan nomor disco dengan aransemen vokal yang disesuaikan, didukung panggung sinematik serta busana couture. Berbagai elemen tersebut menjadikan konser comeback-nya sebagai salah satu tolok ukur kondisi Dion setelah lebih dari enam tahun tidak menggelar konser penuh.
Vokal Dion pun menuai pujian. Meski usianya telah menginjak 58 tahun dan sempat berjuang keras melawan kondisi kesehatannya, ia dinilai tidak kehilangan kualitasnya. Begitu naik ke panggung, ia melibas nada-nada tinggi dengan vokal yang stabil, jernih, dan penuh emosi.
Dalam video yang viral di media sosial, Dion tampil dengan kontrol suara yang dinilai mumpuni. Aksi panggungnya yang tetap prima dan penuh energi itu ramai diserbu pujian netizen di media sosial.
Perjuangan Melawan Stiff Person Syndrome
Kembalinya Celine Dion ke panggung tidak terlepas dari perjuangannya menghadapi stiff person syndrome atau sindrom kaku otot. Dion mengungkapkan diagnosis penyakit neurologis langka tersebut pada Desember 2022.
Stiff Person Syndrome merupakan kondisi neurologis dan autoimun langka yang dapat menyebabkan kekakuan otot, gangguan mobilitas, kejang, dan sesak napas. Kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan Dion untuk berjalan dan bernyanyi.
Konser penuh terakhir Dion berlangsung pada Maret 2020 di New Jersey, Amerika Serikat. Setelah itu, rangkaian turnya dihentikan akibat pandemi COVID-19. Pertunjukan yang dijadwalkan ulang kemudian dibatalkan setelah Dion didiagnosis mengidap Stiff Person Syndrome pada 2022.
Meski demikian, Dion tidak lantas pergi dari industri musik. Setelah menjalani perawatan dan pemulihan, ia merasa sudah fit dan siap kembali ke panggung, lalu memilih Paris sebagai lokasi konser comeback-nya.
Penanda Baru Perjalanan Karier
Konser di Paris menjadi gambaran perjalanan panjang Dion untuk kembali melakukan hal yang paling dicintainya, yakni bernyanyi. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi konser comeback, tetapi juga menegaskan ketangguhannya dalam menghadapi kondisi kesehatan yang langka.
Bagi penggemar, momen ini menjadi jawaban atas penantian panjang selama lebih dari enam tahun. Adapun bagi Dion, panggung Paris menjadi titik awal rangkaian 26 pertunjukan menetap yang masih akan berlangsung.
Ke depan, kondisi kesehatan Dion dan kelancaran rangkaian residency di Plenitude Arena akan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Namun untuk saat ini, lawan penyakit, Celine Dion sukses gelar konser di Paris dan membuktikan bahwa janjinya untuk kembali bernyanyi telah ditepati.












