Cakrawala News – 22 September 2026 | Klub Bologna menjadi salah satu tim yang paling disorot selama jeda kompetisi Serie A musim 2026/2027. Pelatih anyar Raffaele Palladino menghadapi keputusan penting menyangkut posisi penjaga gawang, setelah kiper asal Polandia Lukasz Skorupski kembali melakukan kesalahan yang merugikan tim pada laga melawan Torino.
Dalam laga pertama bersama Palladino di bangku cadangan, Bologna harus puas bermain imbang 1-1 kontra Torino. Hasil itu terasa menyesakkan karena gol penyama kedudukan tim tamu lahir dari kesalahan Skorupski yang disebut-sebut menghadiahkan peluang kepada tim granata.
Kesalahan tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, Skorupski juga melakukan blunder saat Bologna bertandang ke markas Atalanta di Bergamo. Selain itu, ia sempat mendapat sanksi internal karena datang terlambat ke sesi pertemuan teknis pada laga tandang melawan Napoli.
Persaingan di Bawah Mistar
Akumulasi masalah itu membuat posisi Skorupski sebagai pilihan utama mulai dipertanyakan. Menurut laporan yang beredar, Palladino akan mempertimbangkan untuk memberi kesempatan kepada kiper muda Massimo Pessina ketimbang tetap memercayai kiper senior yang kontraknya akan berakhir pada 2027 itu.
Namun, keputusan tersebut tidak bisa diambil dalam waktu dekat. Pessina saat ini tidak berada di Casteldebole karena mendapat panggilan memperkuat tim nasional Italia. Artinya, Palladino masih memiliki waktu sekitar dua pekan untuk menentukan siapa yang akan berdiri di bawah mistar gawang Bologna pada laga berikutnya.
Manajemen Bologna tampaknya tidak ingin terburu-buru. Jeda kompetisi dianggap sebagai momen yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk soal hierarki penjaga gawang, sebelum kompetisi kembali bergulir.
Dua Belas Pemain Dipanggil Timnas
Persoalan penjaga gawang bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Bologna selama jeda internasional. Klub harus bekerja dengan skuad yang tidak lengkap karena 12 pemain dipanggil memperkuat negaranya masing-masing.
Dua di antaranya adalah pemain Italia, yakni Nicolo Cambiaghi dan Massimo Pessina. Selain itu, Lewis Ferguson memperkuat Skotlandia, Ukko Happonen membela Finlandia U21, Torbjorn Heggem dan Eivind Helland memperkuat Norwegia pada level senior dan U21, Emil Holm membela Swedia, Marco Libra memperkuat Venezuela, Martin Vitik membela Republik Ceko, Arthur Theate memperkuat Belgia, serta Samuel Mbangula membela Belgia U21.
Sejumlah nama lain juga tercatat memperkuat tim nasional, termasuk Rahim Alhassane yang membela Niger. Kondisi ini membuat sesi latihan di Casteldebole berlangsung dengan komposisi pemain yang terbatas.
Setelah jeda internasional, Bologna dijadwalkan menghadapi Lecce di Stadion Via del Mare pada 11 Oktober pukul 15.00 waktu setempat. Laga tersebut menjadi ujian pertama bagi Palladino untuk membuktikan arah permainan timnya sekaligus menentukan siapa kiper yang layak dipercaya.
Dinamika Krisis di Serie A
Situasi Bologna menjadi bagian dari dinamika yang lebih luas di Serie A. Jeda kompetisi disebut sebagai momen refleksi dan pengambilan keputusan, termasuk langkah drastis bila diperlukan. Beberapa tim tengah menghadapi tekanan berbeda, mulai dari pelatih yang baru berganti hingga tim yang belum meraih poin.
Dalam konteks tersebut, Bologna justru disebut tengah berupaya bangkit dan merapikan fondasi permainannya di bawah komando Palladino. Posisi kiper menjadi salah satu pekerjaan rumah paling mendesak karena langsung berkaitan dengan hasil pertandingan.
Palladino dituntut cepat beradaptasi. Ia mewarisi skuad yang memiliki kualitas, tetapi juga menyimpan sejumlah masalah internal yang perlu diselesaikan, terutama soal konsistensi dan kedisiplinan pemain.
Langkah Berikutnya
Keputusan soal penjaga gawang akan menjadi indikator pertama arah kebijakan Palladino. Jika ia memilih Pessina, itu menandakan keinginan memberi ruang bagi pemain muda sekaligus memberi pesan disiplin kepada pemain senior. Sebaliknya, jika Skorupski tetap dipercaya, Palladino perlu memastikan sang kiper kembali ke performa terbaiknya.
Yang jelas, Bologna tidak bisa berlama-lama larut dalam hasil imbang melawan Torino. Rentetan laga setelah jeda internasional akan menentukan apakah tim mampu menjaga momentum dan bersaing di papan tengah ke atas, atau justru terseret ke dalam tekanan yang lebih besar.
Bagi para pendukung, dua pekan ke depan menjadi periode penting untuk melihat bagaimana Palladino mengambil keputusan strategis pertamanya secara utuh, termasuk menentukan siapa yang paling layak menjaga gawang Bologna di laga melawan Lecce nanti.










