Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Borneo FC memastikan tiket perempat final AFC Challenge League 2026-2027 dengan status juara Grup D setelah membalikkan keadaan dan menaklukkan Tainan City 3-1 pada laga di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (21/10/2026) malam WIB. Kemenangan atas wakil Taiwan tersebut membuat Pesut Etam mengoleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan dan tidak mungkin lagi dikejar pesaingnya di puncak klasemen.
Hasil ini terasa istimewa karena tim asuhan Mauro Jeronimo sempat tertinggal lebih dulu sebelum tampil perkasa di babak kedua. Borneo FC membuka kiprahnya di fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Yangon United, sehingga tambahan tiga poin dari laga melawan Tainan City mengunci posisi teratas Grup D.
Jalannya Pertandingan
Laga diawali dengan tempo sedang ketika kedua tim berupaya membaca permainan lawan. Namun, publik tuan rumah sempat dikejutkan oleh gol cepat Tainan City pada menit ke-11. Kim Sang-jun membobol gawang Borneo FC usai mengonversi umpan Sung Kyun Kim, membawa wakil Taiwan tersebut memimpin 1-0 hingga turun minum.
Borneo FC merespons gol tersebut dengan meningkatkan tempo permainan dan melancarkan gelombang serangan balasan. Meski tampil lebih agresif, berbagai upaya tim asal Kalimantan Timur itu belum membuahkan hasil. Peluang dari Juan Villa hingga Kablan N’Goma gagal dikonversi menjadi gol sebelum paruh pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, perubahan strategi dan sejumlah pergantian pemain yang dilakukan pelatih Mauro Jeronimo langsung membuahkan hasil manis. Pada menit ke-51, Juan Villa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tendangan mendatar terarah dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau kiper Wen-Chieh Pan.
Gol penyeimbang tersebut membakar rasa percaya diri para pemain Borneo FC untuk terus mengurung pertahanan lawan. Hanya berselang beberapa menit, Kablan N’Goma membawa Pesut Etam berbalik unggul 2-1 melalui aksi dari sisi kiri pertahanan Tainan City. Sumber-sumber yang ada mencatat waktu gol tersebut pada menit ke-56 hingga ke-57, dengan umpan matang dari Juan Villa sebagai awal terciptanya peluang.
Penderitaan Tainan City kian bertambah ketika gawang mereka bobol untuk ketiga kalinya. Amar Brkic, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol penutup lewat tendangan voli dari luar kotak penalti. Sumber yang ada mencatat waktu gol tersebut antara menit ke-80 hingga ke-82, dan skor 3-1 bertahan hingga laga usai.
Dampak dan Konteks Kompetisi
Kemenangan ini memastikan langkah Borneo FC ke perempat final dengan status juara Grup D. Sebelumnya, Borneo FC hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, tetapi pelatih Mauro Jeronimo menegaskan timnya tidak akan bermain aman.
“Jika kami menang atau imbang, kami lolos ke perempat final. Namun, target utama kami jelas memenangkan pertandingan. Ini adalah tujuan kami,” ujar Jeronimo dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League).
Pelatih asal Portugal itu juga menekankan pentingnya meraih tiga poin di hadapan pendukung sendiri. Menurutnya, hasil positif di Stadion Segiri menjadi modal berharga bagi Borneo FC untuk melanjutkan kiprah di AFC Challenge League musim ini.
“Kami bermain di kandang sendiri, jadi kami akan bekerja keras demi kemenangan untuk memastikan kami finis sebagai nomor satu di grup. Kemenangan ini juga akan memberikan kepercayaan diri untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya,” katanya.
Posisi Borneo FC di Grup D sebenarnya cukup menguntungkan setelah One Taguig FC dari Filipina mengundurkan diri dari kompetisi. Keputusan tersebut membuat Grup D kini hanya dihuni tiga tim, sehingga setiap tim hanya menjalani dua pertandingan dengan format single round-robin. One Taguig dilaporkan dicoret karena masalah finansial yang membuat klub itu tak bisa memenuhi syarat lisensi sebagai peserta kompetisi.
Dengan demikian, laga melawan Tainan City menjadi pemungkas bagi Pesut Etam di fase penyisihan grup. Kemenangan 3-1 memastikan Borneo FC menutup fase grup dengan hasil maksimal, sekaligus menjadi bekal penting menghadapi babak delapan besar yang akan datang.
Bagi Tainan City, kekalahan ini menjadi catatan tersendiri di ajang kasta ketiga Asia tersebut. Wakil Taiwan itu sempat mengejutkan tuan rumah lewat gol cepat Kim Sang-jun, tetapi tidak mampu mempertahankan keunggulan setelah Borneo FC meningkatkan intensitas serangan di paruh kedua.
Keberhasilan Borneo FC melaju sebagai juara grup menandai langkah positif sepak bola Indonesia di kompetisi antarklub Asia. Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada undian dan lawan yang akan dihadapi Pesut Etam di perempat final, serta bagaimana tim asuhan Mauro Jeronimo mempertahankan performa impresifnya di fase gugur.
