Bos Bayern Ungkap Keraguan di Balik Transfer Michael Olise

Bos Bayern Ungkap Keraguan di Balik Transfer Michael Olise
Bos Bayern Ungkap Keraguan di Balik Transfer Michael Olise

Cakrawala News – 31 Oktober 2026 | Direktur olahraga Bayern Munich, Max Eberl, untuk pertama kalinya membeberkan detail di balik perekrutan Michael Olise pada 2024. Dalam wawancara dengan majalah klub 51, Eberl mengungkap bahwa keputusan mendatangkan pemain sayap asal Prancis itu tidak sepenuhnya mulus, terutama karena adanya keraguan soal rekam jejak cedera dan riwayat karier sang pemain.

Michael Olise kini berusia 24 tahun dan telah berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Ia didatangkan dari Crystal Palace dengan nilai klausul pelepasan sebesar 53 juta euro. Sejak bergabung, ia tercatat tampil dalam 119 pertandingan dengan torehan 54 gol dan 61 assist di seluruh kompetisi.

Rekam Jejak Berliku dan Keraguan Awal

Menurut Eberl, hal pertama yang mencolok ketika Bayern mulai memantau Olise adalah riwayat kariernya yang berliku. Olise pernah menempuh pembinaan di berbagai akademi di Inggris, mulai dari Arsenal, Chelsea, hingga Manchester City, sebelum menembus sepak bola senior bersama Reading dan memantapkan diri di Premier League bersama Crystal Palace.

“Ia pernah berada di berbagai pusat pembinaan pemain di Inggris. Namun, riwayat seperti itu tidak harus menjadi tanda bahaya. Hambatan juga bisa membentuk seorang pemain,” kata Eberl seperti dikutip majalah klub Bayern.

Bagi Eberl, cara terbaik mengenali seorang pesepakbola adalah berbicara langsung dengan orang-orang yang pernah bermain bersamanya atau menghadapinya sebagai lawan. Dalam kasus Olise, Bayern beruntung karena pelatih Crystal Palace saat itu, Oliver Glasner, dikenal baik oleh direktur olahraga Christoph Freund. Keduanya merupakan orang Austria yang pernah bekerja bersama di RB Salzburg.

Rekomendasi Glasner yang Meyakinkan

Eberl menyebut rekomendasi Glasner justru menjadi faktor penentu. Alih-alih memberi pujian berlebihan, Glasner menyampaikan catatan yang jujur mengenai kondisi Olise.

“Kalau seorang pelatih berkata, ‘Tentu saja, ambil saja dia, ambil saja,’ Anda akan curiga. Namun, Glasner berkata, ‘Dia masih harus belajar, dan kami masih membutuhkannya.’ Dari situ, Anda tahu bahwa ia menghargai Michael,” ujar Eberl.

Setelah itu, para petinggi Bayern berbicara langsung dengan Olise. Eberl mengaku senang berbincang soal sepak bola dengan pemain muda tersebut. Namun, tetap ada satu tanda tanya kecil yang harus dijawab sebelum transfer dirampungkan, yakni apakah Olise rentan cedera.

Pada musim terakhirnya di Inggris, Olise tercatat dua kali absen selama beberapa pekan berturut-turut akibat robekan otot dan cedera paha. Meski begitu, dalam 19 penampilan ia mampu mencetak sepuluh gol dan enam assist, capaian yang cukup untuk meyakinkan Eberl dan jajaran manajemen Bayern.

Kekhawatiran soal kerentanan cedera itu ternyata tidak terbukti. Selama hampir dua setengah tahun berseragam Bayern, Olise hanya absen karena skorsing. Bahkan Eberl tampak tak menyangka dengan perkembangan pesat sang pemain.

“Sejujurnya: kami tahu kami merekrut pemain sayap kidal yang sangat bagus, tipikal Bayern, tetapi membayangkan dia akan sehebat ini? Nilai transfernya sudah bisa diprediksi karena klausul pelepasan. Fakta bahwa ia berkembang sebaik ini juga berkat lingkungan dan tim,” jelasnya.

Bayern Tolak Lepas, Siapkan Kontrak Baru

Performa impresif Olise membuat Bayern Munich bertekad mempertahankannya. CEO Bayern, Jan-Christian Dreesen, secara tegas menutup pintu keluar bagi pemain berusia 24 tahun itu di tengah ketertarikan Real Madrid. Meski kontrak Olise masih berlaku hingga Juni 2029, manajemen Allianz Arena disebut tengah merencanakan perbaikan kontrak secara signifikan.

Dreesen bahkan memprediksi Olise berpeluang meraih Ballon d’Or sepanjang kariernya. Ia menegaskan bahwa untuk meraih pencapaian tertinggi, seorang pemain tidak perlu pindah ke Spanyol atau Inggris karena hal serupa bisa dicapai di Bundesliga.

“Saya yakin seratus persen Michael akan memenangkan Ballon d’Or selama kariernya. Orang melihat bahwa tidak perlu pergi ke Spanyol atau Inggris untuk mencapai tujuan terpenting, hal itu juga bisa dicapai di Bundesliga,” kata Dreesen.

Dreesen juga menyinggung gelar individu yang baru saja diraih Harry Kane sebagai bukti bahwa Bayern menawarkan ekosistem yang tepat. Menurutnya, keberhasilan individu tetap bergantung pada dukungan rekan setim dan pencapaian kolektif tim.

Soal masa depan, Dreesen menyatakan pihaknya ingin Olise bermain di Bayern selama mungkin dan akan berbicara dengan sang pemain pada waktu yang tepat. Pada awal musim ini, Olise tercatat mencetak 12 gol dan 7 assist dalam 12 pertandingan resmi dengan total 981 menit bermain. Ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bundesliga 2025/26 setelah Bayern merebut kembali gelar juara, dengan raihan 15 gol dan 19 assist di kompetisi liga.

Kisah di balik transfer Michael Olise menunjukkan bahwa riset menyeluruh dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan penilaian orang-orang terdekat menjadi kunci. Kini perhatian tertuju pada negosiasi kontrak barunya, sekaligus upaya Bayern menjaga aset berharga mereka dari incaran klub-klub besar Eropa.

Exit mobile version