Brentford Bantai Chelsea 3-0, Xabi Alonso Krisis Pertahanan

Brentford Bantai Chelsea 3-0, Xabi Alonso Krisis Pertahanan
Brentford Bantai Chelsea 3-0, Xabi Alonso Krisis Pertahanan

Cakrawala News – 21 September 2026 | Laga brentford vs chelsea pada pekan kelima Premier League 2026/2027 berakhir dramatis. Brentford menghancurkan Chelsea dengan skor 3-0 di Gtech Community Stadium pada 18 September 2026, sekaligus mengakhiri penantian 88 tahun kemenangan kandang atas rival sekota mereka tersebut.

Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, yang tengah menghadapi krisis pertahanan serius. Seluruh gol Brentford tercipta di babak kedua melalui sundulan Jaidon Anthony pada menit 61, sontekan Igor Thiago pada menit 83, dan penyelesaian Fabio Carvalho pada menit 90+3.

Kemenangan Bersejarah The Bees

Bagi Brentford, hasil ini tercatat sebagai kemenangan kandang pertama atas Chelsea sejak 22 Oktober 1938. Saat itu, Brentford menang 1-0 di Griffin Park lewat gol tunggal Bobby Reid pada menit 65 dalam laga First Division 1938/1939.

Sejak era Premier League, Brentford kini mengoleksi empat kemenangan atas Chelsea dari 11 pertemuan, dengan tiga hasil imbang dan empat kekalahan. Kemenangan sebelumnya terjadi pada 2023, 2022/2023, dan 2021/2022.

Hasil ini juga menjaga Brentford tetap tak terkalahkan dalam lima laga awal Premier League 2026/2027. Mereka sebelumnya menang 3-0 atas Tottenham Hotspur, lalu imbang 2-2 kontra AFC Bournemouth serta 1-1 melawan Leeds United dan Sunderland. Ini menjadi start terbaik Brentford sejak debut di kompetisi pada musim 2021/2022.

Rekor lain turut tercipta. Brentford belum pernah kalah dalam laga Premier League pada hari Jumat, dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang. Debut mereka di Premier League pada 13 Agustus 2021 juga berlangsung pada hari Jumat, ketika mengalahkan Arsenal 2-0.

Tim asuhan Keith Andrews itu membuka keunggulan lewat skema sepak pojok. Mikkel Damsgaard melepaskan umpan dari kiri, bola ditanduk Jannik Schuster di tiang jauh, dan Jaidon Anthony menyelesaikannya di tiang dekat. Gol tersebut menjadi yang perdana bagi Anthony usai bergabung dari Burnley pada awal musim.

Gol kedua lahir dari serangan balik cepat. Tendangan Kevin Schade ditepis kiper Chelsea, Emiliano Martinez, namun Igor Thiago berada di posisi tepat untuk menuntaskan bola rebound. Fabio Carvalho, yang masuk menggantikan Damsgaard pada menit 87, menutup pesta gol pada menit 90+4.

Krisis Pertahanan Chelsea

Kekalahan telak ini memperparah situasi internal Chelsea. Absennya striker andalan Joao Pedro akibat cedera lutut terbukti merusak skema serangan agresif yang selama ini diandalkan Xabi Alonso.

Sebelum melawat ke Brentford, lini serang Chelsea sangat produktif berkat ketajaman Joao Pedro yang membukukan tiga gol dan tiga asis hanya dalam empat penampilan awal musim. Tanpa sang penyerang asal Brasil, Alonso menurunkan Danny Welbeck sebagai starter berduet dengan Morgan Rogers dan Cole Palmer.

Namun, Welbeck yang berusia 35 tahun tampil terisolasi akibat minimnya suplai bola dari lini tengah. Ia hanya menyentuh bola 17 kali sebelum ditarik keluar pada menit ke-71. Morgan Rogers, yang biasanya tampil impresif, justru mencatatkan performa paling sunyi sejak didatangkan dari Aston Villa.

Masalah utama Chelsea sejatinya terletak pada koordinasi pertahanan yang rapuh di bawah arahan Alonso. Chelsea tercatat telah kebobolan total 12 gol di awal musim ini, jumlah kemasukan terbanyak dibandingkan tim Premier League lainnya meskipun bermain satu laga lebih banyak.

Titik lemah paling disorot adalah ketidakmampuan mengantisipasi situasi set-piece. Sejak awal musim lalu, Chelsea telah kebobolan 23 gol dari situasi bola mati, catatan terburuk di antara klub Premier League. Musim ini, lima gol bersarang ke gawang mereka melalui skema bola mati, termasuk saat menghadapi Brighton, Hull City, dan Leeds United.

Kondisi ini ironis mengingat manajemen telah mendatangkan Austin MacPhee dari Aston Villa sebagai spesialis bola mati untuk menggantikan Bernardo Cueva. Meski demikian, dampaknya belum terlihat signifikan.

Eksperimen taktis Alonso, termasuk memberikan debut kepada gelandang berusia 16 tahun Mahdi Nicoll-Jazuli serta memainkan veteran Jordan Henderson, belum memberikan kestabilan yang dibutuhkan. Susunan pemain dengan rata-rata usia tertua sejak Mei 2023 itu gagal menahan agresivitas tuan rumah.

Alonso kini tercatat sebagai salah satu dari sedikit manajer Premier League yang selalu kebobolan minimal dua gol dalam lima laga pertamanya.

Reaksi Kubu Chelsea

Kapten sementara Chelsea, Levi Colwill, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan memalukan tersebut. Ia mengakui timnya kerap kalah dalam duel fisik di area penalti sendiri.

“Kami tidak cukup bagus. Pada beberapa momen kami kalah berduel di kotak penalti dan kami jelas harus berkembang. Kami sepenuhnya percaya pada pelatih bola mati kami dan masih menyesuaikan diri dengan ide-ide baru, tetapi kami harus meningkat sebagai sebuah tim,” ungkap Colwill.

Colwill juga menekankan bahwa tanggung jawab menjaga performa tim berada di pundak seluruh pemain, bukan hanya bertumpu pada lini serang.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan trio penyerang kami untuk menyelamatkan kami dari bahaya. Seluruh pemain lainnya harus membantu sebisa mungkin. Kami jelas masih memiliki banyak ruang untuk berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Xabi Alonso menegaskan dirinya tidak ingin mencari-cari alasan atas penurunan performa anak asuhnya di babak kedua.

“Saya akan mengatakan bahwa kami kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif kami di babak kedua. Kami tahu detail kecil bisa menjadi penentu. Ini bukan tentang mencari alasan, kami harus saling bercermin dan menyadari bahwa kami harus bekerja keras karena jalan masih panjang,” pungkas Alonso.

Dengan jeda internasional yang membentang selama tiga pekan ke depan, Chelsea dihadapkan pada pekerjaan rumah menumpuk untuk membenahi koordinasi taktis dan mentalitas bertanding sebelum musim berjalan semakin jauh.

Brentford selanjutnya dijadwalkan bertandang ke Stamford Bridge pada 30 Mei 2027 untuk menjalani pekan pemungkas Premier League 2026/2027. Menarik untuk dinantikan apakah Chelsea mampu bangkit, atau justru kembali tersandung dalam duel derby London Barat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *