Cakrawala News – 08 Oktober 2026 | Isu pergantian panglima tentara nasional indonesia kembali mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto merombak struktur Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Meski jabatan Panglima TNI saat ini masih dipegang Jenderal TNI Agus Subiyanto yang masa pensiunnya baru jatuh pada 2030, pembahasan mengenai siapa yang akan menggantikannya justru semakin hangat. Pemerintah melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto memastikan hingga kini belum mengirimkan surat presiden (surpres) terkait rencana pergantian tersebut ke DPR RI.
“Belum, belum ada sampai sekarang,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10). Ia juga menegaskan belum ada penyerahan nama calon Panglima TNI kepada DPR. Menurutnya, proses pergantian pimpinan TNI belum memasuki tahapan penyampaian nama calon secara resmi melalui surpres.
“Kita belum ada mengirim surpres tentang pergantian Panglima sampai sekarang, belum ada,” tegasnya.
Pemicu Isu Pergantian
Menguatnya isu pergantian panglima tentara nasional indonesia bermula dari keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (1/10). Padahal, Listyo belum memasuki masa pensiun. Listyo kemudian ditempatkan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan posisi Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Langkah tersebut dinilai publik sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo tengah melakukan konsolidasi kepemimpinan di institusi pertahanan dan keamanan, termasuk di tubuh TNI. Meski Agus Subiyanto masih memiliki waktu jabatan yang panjang, namanya tetap masuk dalam pembahasan pergantian pimpinan TNI.
Maruli Simanjuntak Kandidat Terkuat
Salah satu nama yang disebut masuk dalam bursa Panglima TNI adalah Jenderal Maruli Simanjuntak. Sosok yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut digadang-gadang sebagai kandidat terkuat. Maruli lahir di Bandung pada 27 Februari 1970 dan merupakan perwira tinggi lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992 yang mengawali pengabdiannya melalui kecabangan infanteri, termasuk di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra.
Rekam jejak karier Maruli di militer terbilang melesat. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/Diponegoro pada September hingga November 2018, lalu Komandan Paspampres pada 2018 hingga 2020. Selanjutnya, Maruli menjadi Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana pada 2020 hingga 2022, kemudian ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat sejak 31 Januari 2022 hingga 29 November 2023.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo melantik Maruli sebagai KSAD pada 29 November 2023, menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang saat itu diangkat menjadi Panglima TNI. Maruli juga dikenal sebagai menantu Luhut Binsar Pandjaitan, tokoh yang pernah menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan.
Kedekatan Maruli dengan Prabowo turut menjadi sorotan. Prabowo pernah mengakui bahwa Maruli adalah satu-satunya perwira yang digendongnya saat masih aktif di kemiliteran. Hal itu disampaikan Prabowo saat gala dinner di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024) malam.
“Satu-satunya perwira yang digendong oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” kata Prabowo saat itu.
Menanggapi isu tersebut, Maruli menyatakan tidak mempermasalahkan namanya disebut-sebut sebagai pengganti Agus Subiyanto. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pimpinan tinggi dari tiga matra angkatan, baik KASAD, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), merupakan calon kuat untuk menjadi panglima TNI selanjutnya.
Rotasi Jenderal Bintang Tiga
Di tengah kencangnya isu suksesi, gelombang rotasi di lingkungan Markas Besar TNI kembali memicu perhatian publik. Rotasi yang melibatkan empat jenderal berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) di jajaran Angkatan Darat dibaca bukan sekadar agenda rutin manajerial, melainkan bagian dari peta konsolidasi kekuatan serta penataan jalur karier kepemimpinan militer.
Berdasarkan keputusan mutasi terbaru di tubuh Mabes TNI, empat Pati bintang tiga Angkatan Darat mendapatkan penugasan dan pergeseran posisi yang strategis. Letjen TNI Muhammad Fadjar yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) digeser menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam rangka persiapan proses Tim Penilai Akhir (TPA) untuk penempatan di kementerian atau lembaga negara.
Posisi Pangkostrad kemudian diisi Letjen TNI Iwan Setiawan, mantan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) sekaligus mantan Danjen Kopassus. Sementara itu, Letjen TNI Tri Budi Utomo yang berpengalaman di lingkungan pengamanan presiden dan komando wilayah mengemban amanah baru sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Taklimat Presiden kepada 800 Perwira Tinggi
Di tengah dinamika tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri dari seluruh Indonesia. Kegiatan itu berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10).
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi jajaran TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan,” kata Panglima TNI dalam keterangan resmi.
Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Polri untuk menerima arahan, kebijakan, dan penekanan dari Presiden. “Polri siap terus mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintah sesuai tugas fungsi dan kewenangan Polri dari atas sampai bawah dimanapun berada,” kata Kapolri.
Sementara itu, Presiden Prabowo dalam pengantarnya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut digelar untuk memberikan gambaran mengenai kondisi yang dihadapi bangsa dan negara. “Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” kata Presiden.
Ketentuan dan Peluang Antar-Matra
Aturan perundang-undangan menyatakan bahwa posisi panglima tentara nasional indonesia dapat diisi oleh perwira tinggi aktif yang menjabat kepala staf. Penunjukkan calon Panglima TNI baru sepenuhnya menjadi wewenang Presiden Prabowo Subianto, meski terdapat ketentuan bahwa pergantian panglima dilakukan antar-matra.
Ketentuan itu membuat peluang tidak hanya terbuka bagi matra darat, tetapi juga bagi KASAL dan KASAU. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai siapa yang akan dipilih Presiden untuk memimpin TNI pada periode berikutnya.
Yang perlu dicermati publik adalah apakah surpres calon Panglima TNI akan segera dikirim ke DPR dalam waktu dekat, atau justru menunggu momentum tertentu. Sebab, pernyataan Istana yang menegaskan belum adanya pengiriman surpres menandakan bahwa proses suksesi masih berada di tahap awal. Dinamika rotasi di Mabes TNI dan pernyataan para kepala staf angkatan akan tetap menjadi indikator penting dalam membaca arah kebijakan Presiden Prabowo terhadap institusi militer.












