Cristian Romero Jadi Kapten Baru Argentina, Gantikan Era Messi

Cakrawala News – 12 September 2026 | Cristian Romero resmi ditunjuk sebagai kapten baru timnas Argentina setelah Lionel Messi memutuskan pensiun dari kancah internasional. Keputusan ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Messi yang berlangsung lebih dari dua dekade dan membuka babak baru bagi La Albiceleste. Pelatih Lionel Scaloni disebut telah merencanakan peralihan ini jauh sebelum Piala Dunia terakhir bergulir.

Menurut laporan yang mengutip sumber di dalam timnas Argentina, penunjukan Cristian Romero bukan keputusan mendadak. Bek Atletico Madrid itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai kapten ketiga di belakang Messi dan Nicolas Otamendi. Setelah kedua pemain senior tersebut meninggalkan timnas usai Piala Dunia, Romero naik ke posisi terdepan dalam hierarki kepemimpinan.

Pemain berusia 28 tahun jebolan akademi Belgrano itu dipilih Scaloni ketimbang nama-nama besar lain seperti Emiliano Martinez, yang sebelumnya menjadi kapten dalam susunan pemain, serta Nicolas Tagliafico. Romero akan mengemban tanggung jawab memimpin ruang ganti dan mengarahkan tim di lapangan pada era pasca-Messi.

Peran Kapten dan Tantangan Baru

Penunjukan ini bukan hal asing bagi Cristian Romero. Ia tercatat sudah tiga kali mengenakan ban kapten dalam 58 laga bersama Argentina, semuanya di bawah kepemimpinan Scaloni. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memimpin skuad yang tengah bertransisi.

Tantangan terbesar Romero adalah membangun kekuatan kolektif tanpa bergantung pada satu pemain. Selama bertahun-tahun, Argentina memiliki Messi sebagai pusat permainan dan figur sentral. Kini, tanggung jawab itu harus didistribusikan ke sejumlah pemain seperti Enzo Fernandez dan Julian Alvarez yang diproyeksikan memikul beban lebih besar.

Scaloni disebut memahami betul karakter skuad saat ini dan telah memperkenalkan sejumlah pemain muda ke tim nasional. Pendekatan itu diharapkan mempercepat proses regenerasi tanpa mengorbankan daya saing Argentina di level internasional.

Ketidakpastian di Tubuh AFA

Penunjukan kapten baru terjadi di tengah ketidakpastian yang melanda Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). Kontrak Scaloni akan berakhir pada Desember tahun ini, dan meski AFA ingin ia melanjutkan, sang pelatih belum memberikan komitmen untuk siklus berikutnya.

Setelah Argentina kalah 1-0 dari Spanyol di final Piala Dunia, Scaloni menyatakan akan memenuhi kontraknya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Ketua AFA, Claudio Tapia, dilaporkan tetap optimistis dan bertekad meyakinkan Scaloni untuk bertahan. Kontak awal telah dilakukan, tetapi pelatih berusia 48 tahun itu disebut ingin waktu sebelum menentukan sikap.

Masalah finansial bukan kendala utama. Para pemain dan staf pelatih telah menerima pembayaran sesuai jadwal, sementara bonus terkait Piala Dunia mengikuti ketentuan yang berlaku. Isu sesungguhnya adalah apakah Scaloni bersedia menangani siklus berat berikutnya tanpa kehadiran Messi.

Dampak pada Jeda Internasional

Di sisi lain, situasi di tubuh AFA turut memengaruhi persiapan timnas. Sejumlah pemain bintang dilaporkan berpotensi tidak bergabung pada jeda internasional kali ini, termasuk striker Inter Milan, Lautaro Martinez. Ia masuk dalam daftar pemanggilan sementara untuk tiga laga persahabatan melawan Burkina Faso, Bolivia, dan Benin.

Laporan menyebut absennya sejumlah pemain bukan bentuk mogok, melainkan keputusan manajemen untuk meredakan situasi sekaligus memberi waktu istirahat sebelum jeda internasional berikutnya pada November. Selain Lautaro, nama-nama seperti Emiliano Martinez, Julian Alvarez, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul juga disebut berpotensi tidak masuk skuad akhir.

Keputusan tersebut berkaitan dengan kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia dan kepergian Messi. Sejumlah pemain dilaporkan masih menunggu pembayaran hadiah uang yang cukup besar dari federasi.

Kontroversi di Level Klub

Di level klub, Cristian Romero juga menjadi sorotan. Mantan pemain Arsenal dan West Ham United, Fredrik Ljungberg, mengkritik keras tekel Romero terhadap penyerang Liverpool, Alexander Isak, dalam laga Liga Champions di Anfield. Ia menilai tindakan bek Atletico Madrid itu disengaja.

Ljungberg, yang kini bekerja sebagai analis untuk Viaplay di Swedia, menyatakan kemarahannya saat jeda pertandingan. Ia menyebut Romero kerap melakukan hal serupa dan wasit tidak menyadarinya. Meski demikian, insiden tersebut tidak mengubah hasil laga yang dimenangkan Liverpool 2-1 atas Atletico Madrid.

Romero meninggalkan Tottenham Hotspur setelah lima tahun dan bergabung dengan Atletico Madrid pada Agustus lalu. Kritik Ljungberg menambah daftar sorotan terhadap gaya bermain bek timnas Argentina tersebut.

Dengan penunjukan sebagai kapten, Cristian Romero kini menghadapi ujian ganda: memimpin Argentina di lapangan sekaligus menjaga reputasinya di level klub. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan Scaloni soal masa depannya dan komposisi skuad yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *