Cakrawala News – 12 September 2026 | Jose Mourinho terkesan dengan penampilan Trent Alexander-Arnold di posisi barunya saat Real Madrid mengalahkan Inter Milan 2-1 pada matchday pertama Liga Champions 2026/2027 di Estadio Santiago Bernabeu. Meski tampil apik sebagai gelandang kanan selama 78 menit, pelatih asal Portugal itu menegaskan pemain berusia 27 tahun tersebut bukanlah seorang gelandang alami.
Kemenangan Madrid dalam laga yang digelar Rabu (9/9/2026) dini hari WIB itu ditentukan oleh gol Kylian Mbappe dan Federico Valverde. Inter Milan sempat membalas melalui Carlos Augusto, namun Los Blancos mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Keputusan Mourinho menempatkan Alexander-Arnold di lini tengah bukan tanpa alasan. Real Madrid kehilangan sejumlah pemain di sektor tengah, termasuk Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva. Situasi itu membuat opsi Mourinho menipis dan membuka jalan bagi mantan pemain Liverpool tersebut untuk mengisi peran yang bukan posisi utamanya.
Dalam catatan Transfermarkt, Alexander-Arnold mencatatkan 35 sentuhan dan melepaskan dua umpan kunci selama bermain sebagai gelandang. Ia juga melakukan dua sapuan saat membantu pertahanan. Ia kemudian digantikan oleh Aurelien Tchouameni pada menit ke-78.
Pujian Mourinho untuk Adaptasi Alexander-Arnold
Mourinho mengakui Alexander-Arnold mampu menjalankan tugasnya dengan baik selama diberi kepercayaan mengisi lini tengah. Menurutnya, sang pemain mampu menerjemahkan instruksi taktis dengan tepat, terutama saat berduet dengan Federico Valverde menghadapi pergerakan Jones dan Barella.
“Dia bermain sangat bagus dan mampu menerjemahkan apa yang harus dilakukannya dari sudut pandang taktis. Baik dia maupun Valverde bekerja sangat baik untuk mengatasi pergerakan Jones dan Barella,” kata Mourinho, dikutip dari situs resmi Real Madrid.
Meski demikian, Mourinho tidak menutup mata terhadap beberapa momen kehilangan bola yang dialami Alexander-Arnold. Ia menilai hal itu wajar karena bermain dengan lapangan penuh di depan tidak sama dengan bermain dengan sebagian lapangan di depan dan sebagian di belakang.
Pelatih yang pernah menangani sejumlah klub top Eropa itu juga menyoroti aspek fisik dari peran baru tersebut. Menurutnya, posisi gelandang membutuhkan “mesin” yang sama sekali berbeda dari yang dimiliki Alexander-Arnold, yang lebih cocok untuk seorang bek sayap posisional.
“Dia pernah bermain di posisi itu beberapa kali bersama Liverpool atau tim nasional, tetapi dia bukan pemain yang terbiasa dengan peran tersebut, terutama karena intensitas dan spesifiknya kerja fisik yang dibutuhkan,” ujar Mourinho.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik soal kemungkinan Alexander-Arnold dipasang secara permanen sebagai gelandang Real Madrid. Mourinho secara tegas menyebut pemain asal Inggris itu bukan seorang gelandang, meski mengakui kemampuannya menjalankan tugas di lini tengah.
Bukan Hal Baru dalam Karier Alexander-Arnold
Eksperimen memainkan Alexander-Arnold di lini tengah sebenarnya bukan hal baru. Gareth Southgate pernah menempatkannya sebagai gelandang bersama Timnas Inggris pada Euro 2024. Di Liverpool, kemampuan Alexander-Arnold bergerak ke tengah dan mendistribusikan bola juga menjadi bagian dari permainan tim, terutama pada era Jurgen Klopp.
Namun, penampilan apik kontra Inter Milan belum otomatis mengubah posisi naturalnya di Real Madrid. Mourinho memberikan sinyal bahwa sang pemain tetap diproyeksikan sebagai bek sayap, posisi yang membuat namanya dikenal sebagai salah satu full-back terbaik dunia.
Keputusan taktis Mourinho di laga melawan Inter membuahkan hasil maksimal. Duet Alexander-Arnold dan Valverde di jantung permainan menjadi kunci keberhasilan Madrid meredam agresivitas lini tengah Nerazzurri. Strategi ini pun membawa Los Galacticos meraih tiga poin penting di laga perdana fase liga Liga Champions.
Bagi Alexander-Arnold, kesempatan bermain di lini tengah menambah dimensi baru dalam permainannya. Kemampuan distribusi bola yang di atas rata-rata dan visi bermainnya membuat ia mampu berkontribusi lebih saat tim membutuhkan opsi tambahan di sektor tengah.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Meski Mourinho terkesan dengan penampilan Trent Alexander-Arnold di posisi barunya, pernyataannya menunjukkan bahwa peran gelandang hanya bersifat situasional. Selama Camavinga, Guler, dan Silva masih absen, Alexander-Arnold berpotensi kembali dimainkan di lini tengah sebagai solusi jangka pendek.
Namun, ketika para gelandang utama kembali tersedia, posisi natural Alexander-Arnold sebagai bek sayap kanan kemungkinan besar akan dikembalikan. Mourinho sendiri menegaskan bahwa peran gelandang membutuhkan profil fisik yang berbeda dari yang dimiliki pemain berusia 27 tahun tersebut.
Ke depan, menarik untuk melihat bagaimana Mourinho mengelola komposisi lini tengah Real Madrid begitu pemain-pemain utamanya pulih. Fleksibilitas Alexander-Arnold bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Los Blancos, terutama di tengah padatnya jadwal Liga Champions dan kompetisi domestik.
Yang jelas, penampilan melawan Inter Milan membuktikan Alexander-Arnold mampu beradaptasi dengan tuntutan taktis yang diberikan Mourinho. Namun, statusnya tetap sebagai bek sayap yang bisa dipinjamkan ke lini tengah, bukan gelandang permanen.
