Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Respons Menhut Raja Juli didesak mundur imbas karhutla: Saya saat ini bekerja, tak suka pamer. Pernyataan itu disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Sebangau, Jalan Tjilik Riwut Km 23, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026) siang. Kedatangan Raja Juli ke lokasi terdampak menjadi jawaban atas desakan sejumlah pemuda yang menuntutnya mundur dari jabatan Menteri Kehutanan.
Desakan itu muncul dalam aksi protes di depan hotel tempat Raja Juli menginap pada Senin (12/10/2026) malam. Para pemuda menilai penanganan karhutla di Kalimantan Tengah belum memberikan hasil nyata dan meminta pemerintah pusat mengambil langkah lebih tegas. Salah seorang perwakilan pemuda, Aris, secara terbuka meminta Raja Juli mengundurkan diri apabila tidak mampu menghadirkan solusi konkret atas persoalan karhutla di Kalteng.
“Kalau tidak bisa menjadi Menteri, mending mengundurkan diri saja dari Menteri Kehutanan,” seru Aris dalam aksi tersebut.
Alih-alih menanggapi desakan itu dengan retorika, Raja Juli memilih menegaskan bahwa pemerintah tidak lepas tangan. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap selama sekitar tiga bulan terakhir. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi motivasi untuk bekerja lebih sungguh-sungguh.
“Kami dari pemerintah pusat maupun daerah mempunyai empati yang sangat dalam terhadap masyarakat yang tiga bulan terakhir terpapar asap. Ini memotivasi kami untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Sama sekali kita tidak lepas tangan atau cuci tangan,” ujar Raja Juli, dilansir detikKalimantan, Selasa (13/10/2026).
Raja Juli juga menyatakan terbuka terhadap kritik yang disampaikan masyarakat. Ia menilai berbagai masukan, termasuk kritik pedas, dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan upaya penanganan kebakaran. Bagi dia, kritik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan energi tambahan untuk bekerja lebih keras.
“Kritik, saran, bahkan kritik pedas sekalipun kami terima sebagai vitamin untuk bekerja lebih keras lagi. Kami butuh dukungan seluruh masyarakat agar kita bisa bersama-sama menghadapi bencana ini,” katanya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan sikap Raja Juli terhadap desakan mundur. Ia memilih menunjukkan kinerja di lapangan dibandingkan menanggapi tuntutan pengunduran diri secara langsung. Respons Menhut Raja Juli didesak mundur imbas karhutla: Saya saat ini bekerja, tak suka pamer pun menjadi gambaran bahwa pemerintah menempatkan penanganan karhutla sebagai prioritas yang harus dibuktikan melalui tindakan.
Status Siaga Karhutla Masih Berlanjut
Persoalan karhutla di Indonesia diprediksi belum berakhir dalam waktu dekat. Dalam peninjauan di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026), Raja Juli menyatakan status siaga karhutla masih akan dipertahankan setidaknya selama satu bulan ke depan. Kebijakan itu sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan alami belum turun di sebagian wilayah Indonesia.
“Hujan alami di sebagian wilayah Indonesia baru akan hadir pada pertengahan November bahkan ada yang sampai Desember,” terangnya saat meninjau penanggulangan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru, Senin (12/10), sebagaimana dilansir dari Antara.
Khusus di Kalimantan Selatan, hujan alami diprediksi paling cepat terjadi pada dasarian kedua November. Karena itu, selama sekitar satu bulan ke depan, semua pihak diminta tetap waspada terhadap karhutla. Raja Juli meminta jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga para relawan terus memperkuat koordinasi di lapangan.
Ia menyoroti kondisi di sejumlah daerah, seperti Kalsel, yang karhutlanya terjadi di kawasan gambut sehingga sulit dipadamkan. Karakter lahan gambut membuat api dapat bertahan di bawah permukaan dan menimbulkan asap dalam waktu lama, sehingga penanganan membutuhkan upaya ekstra serta koordinasi lintas instansi yang solid.
Kritik sebagai Bahan Evaluasi
Desakan mundur yang disampaikan para pemuda di Palangka Raya menjadi bagian dari tekanan publik terhadap pemerintah di tengah bencana asap yang dirasakan masyarakat selama sekitar tiga bulan. Dalam situasi seperti ini, Raja Juli menempatkan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai serangan yang harus dibalas.
Ia menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan seluruh masyarakat agar penanganan karhutla bisa berjalan lebih efektif. Menurutnya, bencana ini tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja, melainkan memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tim pemadam, dan warga.
Respons Menhut Raja Juli didesak mundur imbas karhutla: Saya saat ini bekerja, tak suka pamer juga menunjukkan bahwa menteri memilih membuktikan kinerja melalui kunjungan langsung ke lokasi kebakaran. Kunjungan ke Taman Nasional Sebangau dan Hutan Lindung Liang Anggang menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai rencana.
Ke depan, yang perlu dicermati adalah apakah status siaga yang diperpanjang hingga sekitar satu bulan ke depan diikuti dengan hasil nyata di lapangan. Masyarakat akan menilai bukan hanya dari pernyataan, tetapi juga dari berkurangnya titik panas, membaiknya kualitas udara, dan tertanganinya karhutla di kawasan gambut yang selama ini menjadi tantangan terberat.












