Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | Pembalap Ducati Lenovo Fabio Di Giannantonio, yang akrab disapa Diggia, berhasil Raih podium sprint race MotoGP di depan pendukung, Diggia sebut Indonesia spesial [titlebase] setelah finis ketiga pada sprint race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026). Hasil tersebut diraihnya setelah melewati balapan 13 putaran yang berlangsung ketat dan penuh drama sejak tikungan pertama.
Podium Diggia melengkapi dominasi pembalap Ducati pada sprint race kali ini. Marc Marquez keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 19 menit 37,125 detik, disusul Ai Ogura di posisi kedua, dan Diggia di urutan ketiga. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Marquez di sirkuit Mandalika.
Bagi Diggia, tampil di depan pendukung Indonesia menjadi pengalaman tersendiri. Ia menyebut Indonesia sebagai tempat yang spesial bagi dirinya, terlebih karena atmosfer tribun Sirkuit Mandalika yang disebutnya selalu menghadirkan energi berbeda bagi para pembalap.
Drama di Tikungan Pertama
Balapan sprint race kali ini langsung diwarnai insiden sejak awal. Raul Fernandez, yang memulai balapan dari pole position, kehilangan kendali dan keluar dari sirkuit. Dalam tayangan ulang, Marco Bezzecchi tampak memperlambat lajunya sepersekian detik sebelum akhirnya dihantam Raul dari belakang. Keduanya terjatuh dan terseret ke area gravel, sehingga tidak dapat melanjutkan balapan.
Insiden tersebut membuat Jorge Martin mengambil alih kendali balapan. Pembalap Aprilia Racing itu memimpin di depan Marc Marquez dan Ai Ogura. Hingga sepuluh lap tersisa, Martin masih mampu menjaga jarak sekitar 0,784 detik dari Marquez yang terus membayangi di posisi kedua.
Memasuki lima putaran terakhir, Marquez melakukan manuver dari sisi luar untuk merebut posisi terdepan. Martin yang tampak kesulitan dengan motornya kemudian kehilangan intensitas dan turun ke posisi keempat setelah dilewati Ai Ogura dan Fabio Di Giannantonio. Kondisi itu membuka jalan bagi Diggia untuk mengunci podium ketiga.
Marquez Akui Balapan Berat
Kendati menang, Marc Marquez menyebut sprint race di Mandalika sebagai balapan yang berat. Pembalap berusia 33 tahun itu mengaku menekan hingga batas maksimal sebelum akhirnya berhasil mengejar Martin pada bagian akhir balapan.
Marquez menduga Martin mengalami masalah tekanan ban, sehingga ia memilih menjaga jarak dari Ogura di posisi kedua. Menurutnya, poin yang diraih di Mandalika sangat penting bagi perjalanannya di klasemen MotoGP 2026.
Kemenangan itu membuat Marquez menyalip Martin di puncak klasemen sementara. Marquez kini mengumpulkan 343 poin, unggul empat poin atas Martinator. Persaingan keduanya diprediksi tetap ketat hingga balapan utama pada Minggu (11/10/2026) siang WIB.
Martin Puas dengan Podium Ketiga
Terpisah, Jorge Martin mengaku puas setelah mengamankan podium ketiga pada balapan utama MotoGP Indonesia 2026, Minggu. Ia menilai hasil tersebut sebagai pencapaian positif setelah menghadapi persaingan ketat sepanjang akhir pekan.
Martin menyatakan keyakinannya akan semakin cepat pada setiap balapan berikutnya. Ia mengaku tidak lagi kesulitan untuk bersaing dan kini lebih fokus menghadapi tantangan selanjutnya. Posisi ketiga itu memberinya 16 poin penting di daftar klasemen sementara.
Pembalap asal Spanyol itu juga mengakui bahwa rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan Raul Fernandez dari SuperFile Trackhouse memiliki kecepatan lebih baik di sejumlah bagian lintasan. Keduanya masing-masing menempati posisi pertama dan kedua pada balapan utama.
Meski demikian, Martin memilih mengandalkan kemampuan serta pendekatan balapnya sendiri untuk mengejar kecepatan kedua rival tersebut. Menurutnya, hasil di Mandalika menunjukkan perkembangan positif dalam proses adaptasi dan peningkatan performanya bersama Aprilia guna menjaga kans juara dunia MotoGP 2026.
Pelajaran dari Sprint Race
Martin turut menyinggung kegagalannya memanfaatkan peluang meraih kemenangan pada sprint race, Sabtu. Ia sempat memimpin balapan sebelum kehilangan posisi akibat masalah dalam mempertahankan kecepatan dan kesalahan di lintasan saat dua lap terakhir.
Pengalaman itu dijadikannya sebagai pelajaran untuk memperbaiki penampilan. Baginya, perjalanan kompetisi tidak selalu menghasilkan kemenangan, tetapi setiap balapan memberikan kesempatan untuk berkembang.
Hasil sprint race sekaligus menegaskan dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika. Bezzecchi memimpin dominasi tersebut pada balapan utama, dengan Raul Fernandez menyusul di posisi kedua dan Martin di posisi ketiga.
Bagi Diggia, podium ketiga menjadi modal berharga menjelang seri-seri berikutnya. Pencapaian itu juga memperkuat posisinya di jajaran pembalap yang konsisten bersaing di barisan depan, sekaligus menegaskan bahwa Raih podium sprint race MotoGP di depan pendukung, Diggia sebut Indonesia spesial [titlebase] bukan sekadar ungkapan, melainkan cerminan pengalaman nyata di Sirkuit Mandalika.
Perhatian publik kini tertuju pada balapan utama MotoGP Indonesia 2026 yang masih akan digelar. Persaingan Marquez dan Martin di puncak klasemen, serta konsistensi Diggia dan Ogura, menjadi hal yang menarik untuk dicermati. Sirkuit Mandalika kembali membuktikan diri sebagai salah satu arena balapan yang menghadirkan drama dan kejutan bagi para penggemar MotoGP di Indonesia.
