Gadget  

Dua HP Meledak-Berasap di KRL Rawa Buntu, Penumpang Panik Berhamburan

Dua HP Meledak-Berasap di KRL Rawa Buntu, Penumpang Panik Berhamburan
Dua HP Meledak-Berasap di KRL Rawa Buntu, Penumpang Panik Berhamburan

Cakrawala News – 18 September 2026 | Insiden Dua HP Meledak-Berasap Stasiun Rawa Buntu, Penumpang KRL Berhamburan terjadi pada Kamis pagi, 17 September 2026, saat Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang tengah berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Kepulan asap yang muncul dari salah satu gerbong sempat membuat penumpang panik dan bergegas keluar dari rangkaian kereta.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa asap tersebut bukan berasal dari kerusakan mesin kereta. Menurut keterangannya, sumber asap adalah tas milik salah satu penumpang yang berisi dua unit telepon genggam dalam kondisi terbakar.

“Dapat kami informasikan bahwa kepulan asap tersebut bersumber dari HP milik salah satu penumpang dan bukan dari sarana kereta,” tulis KAI Commuter dalam pernyataan resminya di akun Threads.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan penjelasan Leza, peristiwa bermula sekitar pukul 06.49–06.50 WIB ketika petugas keamanan yang sedang berdinas di peron melihat sebuah tas penumpang mengeluarkan asap. Peristiwa itu terjadi di Kereta Khusus Wanita bagian depan rangkaian.

Penumpang yang menyadari tasnya berasap kemudian melemparkan tas tersebut ke area peron. Petugas segera mengamankan tas itu sesuai prosedur dan membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line. Dari hasil pengecekan, ditemukan dua unit handphone dalam kondisi terbakar di dalam tas tersebut.

Petugas juga memberikan imbauan kepada penumpang lain agar tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta. Setelahnya, petugas berkoordinasi dengan Kepala Stasiun untuk meminta keterangan dari pengguna yang tasnya teridentifikasi mengeluarkan asap.

Dari keterangan yang diperoleh, salah satu perangkat telepon genggam itu sedang digunakan untuk hotspot atau tethering internet ke perangkat lainnya. Kedua ponsel berada di dalam tas ketika kejadian berlangsung. Akibat insiden ini, rangkaian KRL sempat mengalami keterlambatan sekitar tujuh menit.

Penyebab Ponsel Terbakar dan Berasap

Insiden Dua HP Meledak-Berasap Stasiun Rawa Buntu, Penumpang KRL Berhamburan kembali menyoroti keamanan baterai lithium-ion yang digunakan pada sebagian besar smartphone modern. Baterai jenis ini memang dirancang dengan berbagai sistem pengamanan, tetapi kondisi tertentu dapat memicu masalah serius.

Salah satu mekanisme yang dapat menyebabkan baterai terbakar disebut thermal runaway. Kondisi ini terjadi ketika panas di dalam baterai memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas lebih lanjut, sehingga suhu terus meningkat seperti efek domino. Dalam kondisi ekstrem, elektrolit yang mudah terbakar dapat ikut menyala dan menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Merangkum berbagai penjelasan dari sejumlah sumber, terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu ponsel mengalami panas berlebih hingga berisiko terbakar, antara lain:

  • Kerusakan fisik pada baterai lithium-ion, baik akibat usia, benturan, maupun kerusakan pada sel baterai.
  • Panas berlebih karena penggunaan smartphone secara intensif dalam kondisi temperatur tinggi.
  • Paparan sinar matahari langsung yang membuat suhu ponsel meningkat.
  • Kabel maupun adaptor pengisian daya yang rusak atau tidak sesuai.
  • Benturan keras yang merusak komponen internal, termasuk baterai, meski kerusakan tidak selalu terlihat dari luar.
  • Mengisi daya ketika smartphone sudah terlalu panas.

Kerusakan pada baterai lithium-ion disebut dapat meningkatkan risiko panas berlebih. Karena itu, pengguna disarankan menggunakan aksesori pengisian daya yang sesuai dan memastikan kondisinya masih baik. Ponsel juga sebaiknya diletakkan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik, terutama saat sedang diisi daya.

Respons KAI Commuter dan Dampak bagi Penumpang

KAI Commuter menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penanganan dan koordinasi terkait kejadian tersebut. Petugas disebut telah mengamankan tas berisi gadget yang mengeluarkan asap sesuai prosedur yang berlaku.

Meski tidak menimbulkan korban, insiden ini sempat membuat kepadatan penumpang terjadi di salah satu peron Stasiun Rawa Buntu. Sejumlah penumpang terlihat panik keluar gerbong saat mengetahui asap muncul. Video momen tersebut pun beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Peristiwa Dua HP Meledak-Berasap Stasiun Rawa Buntu, Penumpang KRL Berhamburan menjadi pengingat bahwa perangkat elektronik yang dibawa penumpang angkutan umum tetap memiliki risiko keamanan, terutama yang berkaitan dengan baterai. Pengguna diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi ponsel, khususnya ketika perangkat terasa panas saat digunakan atau sedang diisi daya.

Ke depan, kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi operator angkutan umum maupun pengguna dalam mengantisipasi risiko serupa. Masyarakat disarankan segera memeriksa perangkat apabila muncul tanda-tanda panas berlebih, mengganti aksesori yang rusak, dan tidak mengabaikan kondisi baterai yang sudah menua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *